Senin, 17 Agustus 2020

DKI-Jatim Tertinggi, Ini Sebaran 1.821 Kasus Baru Corona Indonesia 17 Agustus

Pemerintah melaporkan 1.821 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Senin (17/8/2020). Total sudah 141.370 kasus terkonfirmasi semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 552 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 336 kasus baru per 17 Agustus.

Dikutip dari laman covid19.go.id, ada total sebanyak 94.458 pasien sembuh hingga hari ini, sementara kasus kematian Corona totalnya mencapai 6.207 orang.

Berikut detail sebaran 1.821 kasus baru Corona di Indonesia pada Senin (17/8/2020):

Aceh: 168 kasus

Bali: 45 kasus

Banten: 17 kasus

Bangka Belitung: 2 kasus

DI Yogyakarta: 16 kasus

DKI Jakarta: 552 kasus

Jawa Barat: 45 kasus

Jawa Tengah: 36 kasus

Jawa Timur: 336 kasus

Kalimantan Timur: 116 kasus

Kalimantan Selatan: 90 kasus

Kalimantan Utara: 1 kasus

Kepulauan Riau: 7 kasus

Nusa Tenggara Barat: 22 kasus

Sumatera Selatan: 1 kasus

Sumatera Barat: 26 kasus

Sulawesi Utara: 6 kasus

Sumatera Utara: 17 kasus

Sulawesi Tenggara: 14 kasus

Sulawesi Selatan: 97 kasus

Lampung: 2 kasus

Riau: 34 kasus

Maluku Utara: 3 kasus

Maluku: 26 kasus

Papua Barat: 2 kasus

Papua: 10 kasus

Sulawesi Barat: 12 kasus

Gorontalo: 67 kasus

Update Corona Indonesia 17 Agustus: Tambah 1.821, Positif Jadi 141.370

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Senin (17/8/2020) bertambah 1.821 sehingga totalnya menjadi 141.370 kasus. Sebanyak 94.458 pasien sembuh dan 6.207 meninggal.
Demikian dikutip dari Laporan Harian COVID-19 per 17 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada hari ini adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 1.821 menjadi 141.370
2. Pasien sembuh bertambah 1.355 menjadi 94.458
3. Pasien meninggal bertambah 57 menjadi 6.207

Sebelumnya pada Minggu (16/8/2020) jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 139.549 kasus, sembuh 91.321, dan meninggal 6.150 kasus.

Surati Menkes Terawan, Ahli Epidemiologi Desak Evaluasi Penanganan COVID-19

Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menilai penanganan wabah virus Corona COVID-19 selama 6 bulan sejak kasus Corona pertama kali merebak di Indonesia tidak efektif. Banyak hal di antaranya yang dinilai tidak sesuai dengan metode standar penanganan wabah.
Menyurati Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, PAEI mendesak agar segera melakukan evaluasi terkait langkah mencegah penyebaran Corona. Hal ini demi memastikan kasus konfirmasi dapat segera ditemukan.

"Diperlukan adanya peningkatan jumlah suspek yang dites sesuai dengan metode surveilans yang komprehensif melalui contact tracing dan surveilans suspek untuk meningkatkan kinerja penemuan kasus secara tepat sasaran," sebut rilis yang diterima detikcom pada Senin (17/8/2020).

"Kementerian Kesehatan agar segera melakukan evaluasi komprehensif dan menentukan langkah-langkah selanjutnya agar pandemi ini dapat terkendali sesuai metodologi epidemiologi yang terstandar," lanjut rilis tersebut.

Analisis situasi Indonesia dalam menghadapi wabah Corona menurut PEAI perlu diperhatikan terkait dengan angka kematian. Angka kematian Corona di Indonesia cukup tinggi, dan belum ada tanda wabah Corona di Indonesia akan berakhir.

"Hasil analisa epidemiologi menunjukkan bahwa periode pandemi yang berlangsung lebih dari 5 bulan ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Bahkan di dua minggu terakhir bulan Agustus ini kasus terus meningkat di beberapa wilayah," jelas rilis PAEI.

"Sejak initial case diumumkan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 sampai dengan 16 Agustus 2020 sebanyak 137,468 dengan kematian 6,071 (CFR 4,4 persen) dengan kesembuhannya 66,4 persen. CFR Indonesia 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan Asia
Tenggara," lanjut rilis PAEI.
https://cinemamovie28.com/doraemon-the-movie-nobita-and-the-birth-of-japan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar