Kamis, 13 Agustus 2020

Kasus Aktif Corona di Indonesia Turun 17 Persen Sebulan Terakhir

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan kasus aktif Corona di Indonesia terus mengalami penurunan. Selama sebulan terakhir, kasus aktif Corona di Indonesia turun sebanyak 17,74 persen.
Sebelumnya, pada 13 Juli 2020 Satgas melaporkan kasus aktif ada di angka 47,59 persen. Kini per 12 Agustus sudah menjadi 29,85 persen.

Kasus aktif sendiri artinya adalah kasus orang-orang yang masih dianggap sakit dari total seluruh kasus terkonfirmasi. Semakin sedikit kasus aktif artinya semakin sedikit orang yang saat ini dirawat di fasilitas kesehatan.

"Pada tanggal 12 Agustus kemarin jumlah kasus aktif di Indonesia adalah 29,85 persen yang sudah berada di bawah rata-rata dunia yaitu 30.51 persen. Ini adalah kabar yang baik karena jumlah kita kasus aktifnya sudah menurun di bawah rata-rata dunia," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube milik Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2020).

Meski kasus aktif Corona di Indonesia berkurang, Wiku mewanti-wanti agar semua pihak tetap waspada. Tidak menutup kemungkinan kasus aktif akan kembali meningkat bila orang-orang mulai lengah dan tidak peduli pada protokol kesehatan.

"Kita harus waspada bahwa jumlah kasus aktif ini meningkat apabila kita lengah dalam menangani kasus dan masyarakat lengah tidak menjalankan protokol kesehatan. Jadi ini betul-betul menjadi perhatian kita semua," pungkasnya.

Jubir Satgas: Doni Monardo Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Uji klinis vaksin Corona COVID-19 di Indonesia tengah berlangsung. Vaksin Corona ini diharapkan akan segera rampung pada awal tahun 2022.
Prof Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 menyampaikan kabar baik. Doni Monardo Ketua Satgas COVID-19 akan ikut menjadi relawan uji klinis vaksin.

"Kami ingin menyampaikan bahwa ketua satgas penanganan COVID-19 letjen TNI Doni Monardo telah mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19," jelas Prof Wiku dalam siaran pers di YouTube Setpres, Kamis (13/8/2020).

Prof Wiku menjelaskan hal ini menjadi salah satu bukti pemerintah mendukung penanganan COVID-19. Khususnya dalam bentuk vaksinasi.

"Ini adalah bentuk komitmen pemerintah bahwa kita berupaya keras untuk mendukung memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui vaksinasi," sebutnya

Nikita Duga Lucinta Pakai Narkoba Untuk Stamina, Memang Bisa?

Aktris cantik Lucinta Luna ditangkap terkait kasus narkoba. Rekannya sesama artis, Nikita Mirzani, berpendapat bahwa Lucinta tak sepenuhnya bisa disalahkan karena bisa saja ia menggunakan obat-obatan terlarang itu untuk menjaga stamina.

"Kita nggak bisa underestimate atau jadinya orang pakai narkoba, kita musuhin atau karena apa. Ada memang untuk stamina supaya nggak capek, ada juga kayak gitu. Jadi Niki nggak pernah nge-judge orang," Nikita Mirzani usai 'Brownis' di Gedung Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

Narkoba memang terdapat berbagai macam jenis, dan tidak semua obat terlarang ini memiliki efek meningkatkan stamina.
Baca juga: Lucinta Luna Ditangkap, Ini 5 'Narkoba' yang Aslinya Butuh Resep Dokter

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah jenis-jenis narkoba yang dapat memberikan efek seperti meningkatkan stamina.

1. Sabu-sabu
Sabu-sabu atau metamfetamina merupakan obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini bila dikonsumsi akan memberikan efek meningkatnya agresivitas, dan juga hiperaktif.

Namun dalam kondisi serius, obat ini justru bisa menyebabkan seseorang menjadi kebingungan, halusinasi, cemas, bahkan beberapa kasus bisa membuat kejang dan berujung pada kematian.

2. Kokain
Kokain merupakan obat adiktif yang bisa meningkatkan energi dan juga tingkat kewaspadaan bila dikonsumsi. Namun obat ini bisa membuatmu menjadi ketergantungan.

Sehingga perlu dosis yang lebih banyak setiap kali ingin mengonsumsinya, dan akan membuatmu mengalami kesulitan dalam berpikir, tidur, bahkan mempengaruhi daya ingat. Mengonsumsi kokain juga dapat berisiko mengalami masalah jantung, stroke, dan juga penyakit paru-paru.

3. Ekstasi
Ekstasi merupakan narkoba dengan struktur kimia yang memberikan efek serupa dengan amfetamin, dan bersifat halusinogen. Ekstasi akan mulai bisa bereaksi setelah 20 menit hingga 1 jam setelah obat ini dikonsumsi, dan efeknya akan bertahan selama 6 jam.

Efek yang ditimbulkan pun seperti, meningkatnya rasa percaya diri, empati, agresif, detak jantung menjadi lebih cepat dan lain-lain.

Namun sama seperti jenis narkoba lainnya, ekstasi juga memiliki efek samping seperti, halusinasi, kejang, bahkan sampai terkena serangan jantung dan pendarahan di otak.
https://nonton08.com/adorable-booty-cousin-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar