Kalau kamu bertanya-tanya bagaimana rasanya jadi orang sukses, kata Bill Gates: susah, bos! Pemerintah pun jadi lebih 'perhatian' karena kesuksesannya dalam mengembangkan perusahaan teknologi Microsoft.
"Kapan pun Anda menjadi perusahaan yang sangat berharga, memengaruhi cara orang berkomunikasi dan bahkan wacana politik dimediasi melalui sistem Anda dan persentase perdagangan yang lebih tinggi - melalui sistem Anda - Anda akan mendapatkan banyak perhatian pemerintah," tutur Gates dalam wawancara 'Squawk Box'.
Isu antitrust sendiri tidak cuma pernah menimpa Microsoft. Beberapa waktu lalu, sub-komite untuk antitrust merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Amazon, Apple, Facebook dan Google memegang kekuasaan monopoli.
"Saya naif di Microsoft dan tidak menyadari bahwa kesuksesan kami akan menarik perhatian pemerintah," kata Gates, merujuk pada tantangan antitrust Microsoft lebih dari 20 tahun yang lalu.
Gates mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft di tengah kasus antitrust Departemen Kehakiman AS, yang menuduh perusahaan tersebut mencoba memonopoli pasar browser web saat menggabungkan Internet Explorer dengan Windows. Perusahaan diselesaikan dengan DOJ pada tahun 2001.
Pengganti Gates pada saat itu, Steve Ballmer, mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan raksasanya harus pergi ke Washington dan secara proaktif terlibat dengan regulator. Tetapi ia juga mengatakan bahwa dia tidak segan untuk 'mempertaruhkan uang' supaya Kongres tidak akan membubarkan perusahaan itu.
Gates pun mengatakan bahwa sangat mungkin akan ada banyak peraturan baru yang mengatur berbagai perusahaan raksasa di bidang teknologi. Nah, tugas para pebisnis adalah mengetahui secara rinci isi dari peraturan tersebut misalnya aturan akuisisi atau adanya pembagian sebuah bagian dalam sebuah perusahaan. Hmm, memang susah deh kalau jadi orang sukses. Mainannya sudah masuk ke ranah politik juga mau tidak mau.
https://nonton08.com/movies/source-code/
Kisah Pria Tak Pernah Positif COVID-19 Tapi Alami Anosmia
Seorang pria asal India mengalami nyeri tubuh yang luar biasa, sakit kepala, dan kehilangan indra penciuman (anosmia), tapi tidak dinyatakan positif virus Corona COVID-19.
Dikutip dari laman Time Of India, Rakesh Pillai, sejak pandemi Corona sudah berusaha untuk menjaga jarak agar terhindar dari virus Corona. Ia juga selalu berkumur air asin, minum susu, dan vitamin C. Tak lupa juga, ia juga menggunakan minyak kayu putih pada hidungnya.
Sampai akhirnya, Rakesh dan keluarganya tertular virus Corona COVID-19. Tapi, Rakesh dan ibunya tidak pernah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.
Padahal Rakesh mengalami nyeri tubuh yang sangat menyiksa, sakit kepala hingga kehilangan indra penciumannya yang merupakan gejala umum virus Corona.
Selanjutnya, anak perempuan dari Rakesh pun jatuh sakit tetapi berhasil menjadi orang pertama di keluarganya yang sembuh total tanpa gejala COVID-19.
Rakesh sendiri pun masih belum tahu dengan kondisi yang dialami keluarganya. Tidak pernah didiagnosis positif virus Corona, tetapi mengalami gejala yang menyerupai.
Rakesh menggambarkan rasa sakit pada tubuhnya kala itu seperti memiliki 1000 luka di dalam tubuhnya. Jadi, Rakesh selalu merasa kesakitan ketika berbaring tidur. Selain itu, Rakesh juga merasa seperti tidur di atas atap seng yang panas.
Ketika Rakesh mencoba melewati tempat pembuangan sampah yang mestinya mengeluarkan aroma kuat, ia justru sama sekali tidak bisa mencium apapun karena kehilangan indra penciumannya.
Meskipun Rakesh masih belum tahu penyebab dirinya dan keluarga mengalami gejala virus Corona COVID-19. Tapi, Rakesh cukup bersyukur bahwa dirinya tidak pernah didiagnosis positif virus Corona COVID-19.
https://nonton08.com/movies/chained-the-seduction-of-two-women/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar