Minggu, 10 Januari 2021

Bos Telegram Sindir Kebijakan Baru WhatsApp

 Kebijakan baru WhatsApp yang membagi data kepada Facebook disindir CEO Telegram Pavel Durov. Menurutnya, langkah tersebut sama artinya dengan tidak menghormati privasi pengguna.

Seperti diketahui, terhitung mulai 8 Februari 2021, pengguna di seluruh dunia mendapat kebijakan baru WhatsApp untuk menyetujui berbagi data dengan Facebook. Jika tidak, maka konsekuensinya pengguna menghapus akun WhatsApp.


"Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook. Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," tutur Pavel dalam sebuah channel di Telegram.


Saat ini, Telegram bukan lagi sebagai layanan pesan instan ecek-ecek. Sebab, Telegram sudah memiliki 500 juta pengguna dan angka itu terus berkembang, yang mana menjadi masalah utama bagi perusahaan grup Facebook.


Pavel bahkan mendapati kabar bahwa Facebook memiliki divisi untuk mengusut mengapa Telegram bisa tumbuh pesat. Pria yang hobi berpakaian serba hitam ini mengatakan dengan lugas jawabannya.


"Saya dengan senang hati bisa menghemat puluhan juta dollar uang Facebook dan memberikan rahasia kami secara gratis: hormati pengguna Anda," ucap Pavel.


Diberitakan sebelumnya, usai mengetahui ada kebijakan baru WhatsApp, pengguna merasa kecewa dengan aturan tersebut dan mengancam pindah ke layanan pesan instan lainnya, salah satunya Telegram.


Pengguna juga membanding-bandingkan WhatsApp dengan rivalnya, Telegram. Bahkan, hashtag Telegram sempat riuh di linimasa Twitter dan bertengger di deretan trending topic Twitter Indonesia waktu itu.


Tiga poin utama dalam kebijakan baru WhatsApp ini mempengaruhi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan yang dihosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola isi percakapan. Dan bagaimana WhatsApp akan bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di produk-produk mereka.

https://kamumovie28.com/movies/mutual-relations/


Jelajahi 5 Titik Sensitif Wanita agar Cepat Orgasme


 Orgasme merupakan puncak kenikmatan saat berhubungan seksual. Namun tidak seperti pria, kebanyakan wanita membutuhkan sedikit pemanasan untuk mencapai puncaknya. Untungnya, ada titik-titik tertentu yang akan membantu membuat perjalanan menuju 'big O' menjadi jauh lebih lancar.

Menurut survey yang dilakukan oleh Journal of Sex & Marital Therapy, 80 persen wanita tidak orgasme dari seks penetrasi. Ini berarti mereka tidak bisa datang tanpa rangsangan klitoris.


Dikutip dari Times of India, berikut titik-titik rangsangan pada wanita agar cepat orgasme.


1. Payudara

Payudara sangat sensitif terhadap rangsangan seksual dan wanita dapat benar-benar terangsang dengan cumbuan yang tepat. Beberapa wanita bisa mencapai big O hanya melalui stimulasi puting.


2. Tengkuk

Tengkuk dan punggung memiliki banyak ujung saraf. Bahkan sentuhan lembut dan sensual di sekitar leher mungkin cukup untuk memanaskan suasana. Memberi ciuman lembut di tengkuk benar-benar bisa memicu hubungan seks yang lebih panas.


3. Paha bagian dalam

Menyentuh paha bagian dalam bisa menjadi taktik yang sempurna untuk menggoda wanita. Gunakan ujung jari untuk mengusap paha bagian dalam dengan lembut dan tunggu sampai wanita mulai terangsang.


4. Bibir

Alih-alih melakukan ciuman yang biasa untuk memulai pemanasan, ubahlah cara Anda berciuman. Anda bisa mulai dengan membelai bibirnya dan menyentuhnya dengan lembut.


Bibir wanita menjadi salah satu zona paling sensitif. Cobalah untuk mencoba gaya ciuman yang lebih sensual agar bisa membuat dirinya mudah mencapai orgasme.


5. Klitoris

Klitoris memiliki sekitar 8.000 ujung saraf sensitif. Hal ini membuat klitoris menjadi titik sensitif yang bisa mempercepat orgasme pada wanita.


Gunakan jari-jari dengan baik dan menjelajahi klitorisnya. Membelai dan memainkannya dengan lembut dapat membantunya mencapai orgasme.

https://kamumovie28.com/movies/bad-detective-food-chain/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar