- 28 hari tercepat dalam catatan (sejak 1960) semuanya terjadi pada tahun 2020. Ini membuat Bumi menyelesaikan revolusinya di porosnya sekitar beberapa milidetik lebih cepat dari rata-rata.
Tapi ini sebenarnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Sebab, melansir Live Science, Jumat (8/1/2021) rotasi planet sedikit berbeda sepanjang waktu didorong oleh variasi tekanan atmosfer, angin, arus laut, dan pergerakan inti.
Hanya saja, bagi mereka yang mencatat waktu internasional menggunakan jam atom ultra-akurat untuk mengukur Coordinated Universal Time (UTC) sebagai patokan waktu dunia, ini jadi lumayan ribet ya. Jika waktu astronomis, yang ditetapkan oleh waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan satu putaran penuh, menyimpang dari UTC lebih dari 0,4 detik saja, UTC harus melakukan penyesuaian.
Sejak 1972, para ilmuwan telah menambahkan detik kabisat setiap setengah tahun, rata-rata, menurut National Institute of Standards and Technology (NIST). Penambahan terakhir datang pada tahun 2016, ketika pada Malam Tahun Baru pada 23 jam, 59 menit dan 59 detik, tambahan 'detik kabisat' ditambahkan.
Namun, menurut Time and Date, percepatan putaran Bumi baru-baru ini membuat para ilmuwan berbicara untuk pertama kalinya tentang lompatan negatif. Maksudnya apa lompatan negatif? Nah, alih-alih menambahkan satu detik, ilmuwan justru perlu menguranginya.
Rata-rata panjang hari adalah 86.400 detik, tetapi hari astronomi pada tahun 2021 akan memiliki waktu rata-rata 0,05 milidetik lebih pendek. Sepanjang tahun, itu akan menambah jeda 19 milidetik dalam waktu atom.
"Sangat mungkin bahwa lompatan negatif detik akan diperlukan jika laju rotasi bumi semakin meningkat, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini mungkin terjadi," kata fisikawan Peter Whibberley dari National Physics Laboratory di Inggris, kepada The Telegraph.
"Ada juga diskusi internasional yang sedang berlangsung tentang masa depan detik kabisat, dan mungkin juga kebutuhan akan detik kabisat negatif dapat mendorong keputusan untuk mengakhiri detik kabisat untuk selamanya," sambungnya.
Tahun 2020 sudah lebih cepat dari biasanya, secara astronomis. Menurut Time and Date, Bumi memecahkan rekor sebelumnya untuk hari astronomi terpendek, yang ditetapkan pada 2005.
Hari terpendek tahun itu, 5 Juli, melihat Bumi menyelesaikan rotasi 1,0516 milidetik lebih cepat dari 86.400 detik. Hari terpendek di tahun 2020 adalah 19 Juli, ketika planet menyelesaikan satu putaran 1.4602 milidetik lebih cepat dari 86.400 detik.
https://nonton08.com/movies/happy-ending-2/
Realme V15 'Koi' Dirilis, Ponsel 5G Harga Murah
Realme V15 telah resmi dipasarkan di China mulai Kamis (7/1). Ponsel kelas menengah ini hadir dengan mengunggulkan layar bening berkat penggunaan panel Super Amoled, sudah ada 5G serta harganya lumayan terjangkau dibanding ponsel 5G lainnya.
Melansir Gizchina, Jumat (8/1/2021), Realme V15 menggunakan layar Super Amoled berukuran 6,4 inci yang menjanjikan visual jernih dan tajam bagi penggunanya. Layar tersebut hanya didukung kemampuan refresh rate 60 Hz, kemungkinan untuk mengkompensasi harga agar tak kelewat mahal.
Chipset Mediatek Dimensity 800U yang sudah mendukung konektivitas 5G menjadi jantung dari Realme V15 karena memang jaringan 5G sudah beberapa bulan digelar di China. Kinerja prosesor ditunjang pilihan RAM 6 GB dan 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB.
Seperti halnya smartphone kelas menengah yang ada saat ini, Realme V15 juga menggendong tiga kamera di punggungnya. Masing-masing kamera utama 64 MP, kamera ultra-wide 8 MP, dan kamera makro 2 MP.
Ketiga kamera tersebut memungkinkan kamera Realme V15 menghasilkan foto-foto estetik dengan efek bokeh maupun dengan angle yang sangat lebar.
Realme melengkapi smartphone terbarunya ini dengan baterai 4.310 mAh. Ukuran baterai yang tergolong tak begitu besar untuk smartphone berkemampuan 5G, meskipun memang penggunaan panel Super Amoled menuntut daya listrik lebih kecil ketimbang panel IPS yang biasa digunakan di ponsel kelas menengah.
Di negara asalnya, China, Realme V15 dipasarkan dengan harga mulai dari 1499 Yuan (sekitar Rp 3,2 juta) untuk varian 6/128 GB dan 1999 Yuan (sekitar Rp 4,3 juta) tipe 8/128 GB. Terdapat tiga pilihan warna perangkat, yakni crescent silver, mirror lake (gradasi biru-putih), dan satu lagi warna signature dari Realme V15 gradasi oranye dan ungu dijuluki 'Koi'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar