Kamis, 07 Januari 2021

Fadli Zon Bantah Like Situs Porno, Ini Reaksi Netizen

 Twitter kemarin heboh soal akun anggota DPR Fadli Zon, me-like situs porno. Fadli Zon tegas membantah. Apa reaksi netizen?

"Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun Twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," kata Fadli Zon, Kamis (7/1/2021).


Menurut Fadli, mungkin saja ada kelalaian staf ketika blokir. Dia mengatakan sudah menegur dan mengevaluasi. Fadli juga mengatakan dirinya melakukan bersih-bersih dari banyak akun anonim tidak jelas dan mereset password karena ada notifikasi upaya login.


"Dua hari kemarin, tim admin juga menerima beberapa notifikasi, ada upaya login dan retas menggunakan perangkat lain," kilahnya.


Fadli Zon pun mengakui akun Twitter @fadlizon dikelola oleh dirinya dan tim admin sejumlah 4 orang. Nah, bagaimana reaksi netizen dengan jawaban Fadli?


Netizen ada yang percaya dan mendukung. Ada juga yang tidak percaya dan menuding Fadli Zon berkilah. Sisanya ada yang penasaran soal admin, sebabnya Fadli Zon pernah mengatakan mengelola akunnya sendiri.


"Saya percaya, bukan karakter, moral dan kebiasaan Bang Fadli Zon untuk berbuat seperti itu," kata @triono****


"Gak bakalan ada yang percaya," kata @deh****


"Masak iya sih... Katanya akun di kelola sendiri... Saya dapat info dari IG... Coba klarifikasi ini," kata @H4l1mun**** sambil menunjukan berita bahwa Fadli Zon berkata mengelola sendiri akun Twitternya.

https://movieon28.com/movies/stepmom-2019/


Pegawai WFH Bikin Perusahaan Rawan Kena Serangan Siber


- Pandemi COVID-19 memaksa banyak pegawai untuk bekerja dari rumah alias WFH. Kebijakan ini pun membuat instansi tempat kerja mereka rawan terkena serangan siber.

Saat menyampaikan prediksi keamanan siber 2021, Country Manager untuk Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono mengatakan jaringan rumah dan software yang digunakan untuk bekerja dari jarak jauh akan menjadi target serangan dari penjahat siber.


"Threat actors atau pelaku kejahatan cyber security akan mengubah yang sebelumnya targetnya ke korporasi ini mulai masuk ke home office," kata Laksana dalam media briefing virtual, Kamis (7/1/2021).


"Karyawan yang bekerja di rumah, terutama karyawan pentingnya, mereka kalau aksesnya dari rumah tapi proteksinya tidak baik itu risikonya akan cukup tinggi," sambungnya.


Trend Micro juga memprediksi banyak aplikasi enterprise dan cloud yang akan mengungkap celah keamanan yang kritis. Misalnya aplikasi Microsoft Teams, SharePoint, Office 365 dan Exchange.


Hacker dan penjahat siber disebut lebih memilih kerentanan di layanan populer untuk melancarkan serangannya. Pegawai yang sedang WFH dan harus mengakses informasi sensitif menggunakan layanan-layanan ini pun diimbau agar berhati-hati.


Bicara soal celah keamanan, Laksana mengatakan di tahun 2021 penjahat siber akan lebih sigap dalam mengeksploitasi celah yang baru saja ditemukan. Perusahaan pun dituntut untuk lebih cepat dalam menambal celah seperti ini.


Untuk mengurangi potensi ancaman di tahun 2021, Trend Micro memberikan sejumlah saran bagi perusahaan dan pegawai yang harus bekerja dari rumah. Misalnya untuk mengakses informasi sensitif dari rumah, disarankan untuk menggunakan VPN yang terpercaya.


"VPN juga bisa nggak secure kalau menggunakan VPN yang kurang legitimasi tinggi atau VPN yang gratis. Ada celah keamanan yang penjahat bisa nyusup dari situ. Akibatnya bisa terjadi pencurian data," jelas Laksana.


Selain itu, perusahaan diminta untuk mempertahankan kontrol akses yang ketat, baik untuk jaringan perusahaan atau jaringan rumah. Laksana juga menekankan pentingnya perusahaan memegang prinsip zero trust.

https://movieon28.com/movies/stepmom/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar