Selasa, 05 Januari 2021

Foto Viral Syekh Ali Jaber Diduga Diambil Perawat, Ini Kata PPNI

 Belakangan heboh foto Syekh Ali Jaber yang tersebar di media sosial, sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19. Foto yang beredar menunjukkan Ali Jaber tengah menerima alat bantuan pernapasan, dengan mata terpejam.

Foto ini lantas diduga diambil oleh salah satu perawat. Menanggapi hal ini, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), akan menyelidiki lebih lanjut terkait kebenaran informasi tersebut.


"Kami sedang cari rumah sakitnya dan konfirmasi apakah benar perawat. Karena kadang perawat dan tenaga kesehatan lain bajunya sama," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah, dikutip dari CNNIndonesia.


Harif mewanti-wanti aturan perawat mengambil gambar pasien tanpa izin bisa dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan bisa dari organisasi profesi maupun RS yang melanggar kode etik.


Menurut Harif, ada dua kode etik yang harus dipatuhi para perawat di RS, termasuk menjaga harkat dan martabat pasien. Selain itu, privasi dan kerahasiaan pasien juga harus dijaga.


Sanksi yang bisa dikeluarkan bisa lisan maupun tertulis. Bahkan sanksi terberat bisa saja dicabut keanggotaannya dari PPNI.


"Kalau dia dicabut keanggotaannya oleh organisasi profesi, maka akan berkait pada perizinan praktiknya. Karena untuk mendapat izin praktik, tenaga kesehatan harus dapat rekomendasi dari organisasi profesi," kata Harif.


Pencabutan keanggotaan organisasi profesi dijelaskan Harif bisa diteruskan pada dicabutnya izin praktik keperawatan.

https://tendabiru21.net/movies/nimby-not-in-my-backyard/


Pria Ini Terinfeksi Varian Baru Corona Inggris Meski Tak Bepergian


Menyusul wilayah lainnya di Amerika Serikat, New York melaporkan kasus pertama varian baru Corona dari Inggris. Namun, pasien tersebut diketahui tak memiliki riwayat perjalanan ke manapun baru-baru ini.

Dikutip dari Fox News, hal ini dikonfirmasi Gubernur New York Andrew Cuomo. Varian baru Corona B117 ini merupakan seorang pria di daerah Saratoga, berusia 60 tahun.


Berdasarkan hasil genome sequencing Lab Wadsworth, pria ini memiliki varian baru Corona yang berpotensi memicu penyebaran meluas di masyarakat.


"Pria itu baru-baru ini tidak bepergian," kata Cuomo yang juga menjelaskan pria tersebut mengalami gejala COVID-19.


Namun, belum dijelaskan lebih lanjut bagaimana varian baru Corona tersebut bisa menginfeksi pria yang tak memiliki riwayat perjalanan.


Dugaan sementara menunjukkan jika penyebaran COVID-19 di komunitas sedang terjadi.


Sementara itu, wilayah pertama di Amerika Serikat yang mencatat varian baru Corona terjadi di Colorado, akhir bulan lalu. Kala itu, para peneliti di lab setempat mendeteksi kasus pada seorang anggota Garda Nasional yang dikerahkan untuk membantu panti jompo di Simla pada saat wabah Corona meluas.


Selain Amerika Serikat, banyak negara yang menyusul laporan varian baru Corona Inggris. Terbaru, varian Corona ini juga dilaporkan di Brasil, ada 2 kasus pertama yang dikonfirmasi.


Sementara di Asia, varian baru Corona pertama kali dilaporkan di Singapura, berasal dari seorang pelajar berusia 17 tahun yang baru saja pulang dari Inggris. Menyusul kasus di India, dan Vietnam yang juga melaporkan COVID-19 varian serupa.


Otoritas kesehatan Inggris sebelumnya menyebut penularan COVID-19 dari varian ini lebih cepat, hingga 70 persen. Namun, tidak ada bukti varian baru Corona membuat infeksi lebih parah atau bergejala berat.

https://tendabiru21.net/movies/taboo-new-sister/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar