WhatsApp mengeluarkan kebijakan privasi baru. Salah satu yang disorot adalah bagaimana praktik WhatsApp berbagi data dengan Facebook. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan dari netizen, apakah kebijakan privasi baru WA termasuk wajar atau malah keterlaluan?
Pakar keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya memberikan pendapatnya. Menurutnya apa yang dilakukan WhatsApp tidak termasuk tindakan yang kelewat batas, apalagi bila dibandingkan dengan platform lain.
"Sebagai contoh YouTube juga melakukan hal yang sama, malah untuk yang membayar tetap diolah data video yang dilihat dan mendapatkan rekomendasi. Artinya, algoritma diterapkan juga pada user berbayar," ujarnya kepada detikINET, Selasa (12/1/2021).
Apa yang dilakukan WhatsApp justru menurut Alfons adalah wujud itikad baik untuk tidak diam-diam menggunakan data pengguna. Ini merupakan langkah formal dan izin untuk melakukan share metadata pelanggannya.
"Aplikasi medsos lain juga sama saja, lihat saja hak akses yang diminta oleh program chat lain. Sama saja," ucapnya.
Nah yang menjadi masalah menurut Alfons, WhatsApp sudah menjadi platform yang terlalu besar dan mampu melakukan tindakan agak monopolistik sehingga konsumen sulit mendapatkan pilihan lain.
"Ini memang sifat perusahaan internet yang awalnya memberikan gratis atau subsidi dengan bakar duit. Kalau kompetitor sudah kalah dan habis lalu mereka tinggal leha-leha mendikte pasar. Karena itu mungkin ada baiknya juga memelihara messaging lain supaya WA tidak terlalu dominan," tuturnya.
"Walaupun ujung-ujungnya tetap akan sama siapa saja yang menang, asalkan ada kompetisi itu yang terbaik untuk konsumen," tandas Alfons.
https://trimay98.com/movies/the-bad-guys-reign-of-chaos/
Intel Core i9-11900K Dirilis Q1 2021
Intel bakal merilis prosesor desktop flagship mereka pada Q1 2021, prosesor tersebut adalah Core i9-11900K. Pengumuman ini dikeluarkan Intel dalam presentasi mereka di CES 2021.
Dalam ajang tahunan yang kini diadakan secara virtual tersebut, Intel memamerkan prosesor terbarunya dari keluarga Rocket Lake-S tersebut. Core i9-11900K diklaim punya instructions per cycle (IPC) 19% lebih banyak ketimbang pendahulunya.
Performa grafis internalnya juga diklaim 50% lebih tinggi, juga performa AI yang lebih baik, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (12/1/2021).
Intel tampaknya belum siap untuk mengungkap jajaran prosesor baru untuk Rocket Lake-S, namun setidaknya mereka sudah membeberkan spesifikasi dari prosesor flagshipnya, seperti delapan core, 16 thread, dengan kecepatan boost hingga 5,3GHz.
Prosesor itu juga mendukung RAM DDR4 hingga 3200MHz, PCIe 4.0 20 lane, dan dukungan ke belakang untuk motherboard dengan chip seri 400. Sayangnya, harga dan tanggal peluncuran prosesor ini belum diungkap oleh Intel.
Meski masuk dalam keluarga prosesor generasi ke-11, Rocket Lake-S secara teknis masih chip 14nm, bukan 10nm seperti Tiger Lake. Namun prosesor ini sudah menggunakan core Cypress Cove, yang punya peningkatan dari core 10nm, seperti kecepatan lebih tinggi serta chip grafis Xe yang performanya juga lebih tinggi.
Penggunaan Cypress Core ini juga menyebabkan jumlah core dan thread prosesor ini turun dibanding Core i9-10900K keluaran tahun lalu, yang punya 10 core dan 20 thread. Namun Intel menjanjikan performa prosesor barunya ini akan lebih baik ketimbang pendahulunya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar