Efektivitas vaksin Sinovac dinyatakan 78 persen. Hasil tersebut berdasarkan hasil uji coba tahap akhir vaksin Corona Sinovac di Brasil. Detail hasil data disebut telah dikirimkan ke Anvisa, pusat biomedis Brasil, mitra penelitian dan produksi vaksin Corona Sinovac.
"Vaksin itu 78 persen efektif dalam mencegah kasus ringan COVID-19 dan 100 persen efektif melawan infeksi parah dan sedang," kata Dimas Covas, direktur Butantan Institute yang bermitra dengan Sinovac, dikutip dari laman Bloomberg.
Meski efektivitas vaksin Sinovac kurang dari 95 persen, tidak seperti vaksin COVID-19 mRNA Pfizer dan Moderna, vaksin ini bisa disimpan dalam suhu lemari es normal. Otorisasi penggunaan darurat tengah diajukan ke regulator Brasil, Anvisa, pada hari Jumat.
Anvisa, memiliki waktu sekitar 10 hari untuk menganalisis permintaan izin penggunaan darurat vaksin Corona Sinovac. Uji coba di Brasil melibatkan sekitar 220 peserta, 160 di kelompok plasebo dan 60 di antara mereka menerima vaksin Corona Sinovac.
Sebelumnya, efektivitas vaksin Sinovac di Turki menunjukkan vaksin efektif 91,25 persen melawan infeksi Corona.
Dikutip dari laman Reuters, peneliti Turki mengatakan pada Kamis (24/12/2020) lalu tidak ada efek samping yang terlihat selama uji klinis, selain dari satu orang yang memiliki reaksi alergi. Efek samping yang umum disebabkan oleh vaksin tersebut adalah demam, nyeri ringan dan sedikit kelelahan.
"Kami yakin akan efek vaksin itu. Kami sekarang yakin bahwa vaksin itu efektif dan aman untuk rakyat Turki," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca pada konferensi pers.
https://tendabiru21.net/movies/the-lady-in-the-car-with-glasses-and-a-gun/
Kasus COVID-19 China Meledak Lagi, China Lockdown 11 Juta Orang
Dalam mencegah penyebaran virus Corona, China lagi-lagi memberlakukan lockdown terhadap 11 juta orang di kota utara Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China. Lockdown diberlakukan usai lebih dari 100 kasus Corona dikonfirmasi di sana. Masyarakat kini dilarang meninggalkan kota tersebut dan sekolah pun ditutup.
Dikutip dari BBC, lebih dari 5.000 lokasi pengujian disiapkan untuk menguji masyarakat di sana. Jumlah kasus baru tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah terjadi di China dalam 5 bulan terakhir.
Kenaikan kasus ini mendorong dilakukannya pengujian massal secara konsisten saat kelompok kasus baru muncul, meskipun relatif kecil.
Pada Kamis (7/1/2021), Provinsi Hebei melaporkan 120 kasus baru dan hampir semuanya berasal dari kota tersebut, satu di antaranya ada di tempat lain.
Akibatnya, seluruh masyarakat yang ada di distrik Gaocheng, Shijiazhuang, tidak diizinkan meninggalkan daerah tersebut. Hal ini karena mereka dianggap sebagai pusat penyebaran virus Corona yang terjadi di daerah tersebut.
Selain itu, transportasi di sana juga dibatasi, seperti perjalanan bus dan penerbangan banyak yang dibatalkan. Bahkan layanan pos ditangguhkan selama tiga hari.
Pembatasan ini diberlakukan dengan ketat, terlihat banyak polisi dengan pakaian pelindung yang menjaga pintu masuk ke jalan tol. Menurut surat kabar milik pemerintah China Daily, tiga pejabat di distrik Gaocheng di Shijiazhuang telah dihukum karena "kelalaian".
"Desa harus mengidentifikasi, melaporkan, mengisolasi, dan merawat kasus sedini mungkin untuk menghentikan penularan," jelas Wu Hao yang merupakan pejabat kesehatan nasional setempat.
Tak hanya itu, lima rumah sakit di Shijiazhuang juga telah disiapkan untuk pasien COVID-19. Menurut Wakil Walikota Meng Xianghong, tiga di antaranya sudah siap digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar