Jumat, 15 Januari 2021

XL Perkuat Sinyal di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

 Selain Telkomsel, XL Axiata juga turut memperkuat jaringan di perairan Kepulauan Seribu. Langkah tersebut untuk memastikan kualitas jaringan untuk memenuhi kebutuhan tim evakuasi terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Dalam penyediaan jaringan telekomunikasi ini, XL berkoordinasi dengan pihak Basarnas, Bakamla serta pihak-pihak terkait. Operator seluler ini telah mengerahkan tim di lapangan untuk memperkuat jaringan di sejumlah titik, termasuk sinyal bisa dijangkau di perairan lokasi evakuasi.


Chief of Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir mengatakan, sebagai bentuk dukungan kepada semua pihak yang terus bekerja melakukan evakuasi, XL juga memastikan kualitas jaringan di lokasi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal selama proses evakuasi tersebut.


"Selain itu, kami juga memfasilitasi sarana komunikasi lainnya seperti telepon umum gratis, juga starter pack bagi yang membutuhkan," ujar Marwan seperti dalam siaran persnya, Kamis (14/1/2021).


Marwan menambahkan, penguatan jaringan perlu dilakukan selain sebagai langkah antisipatif juga karena adanya peningkatan trafik yang cukup signifikan di beberapa titik lokasi yang menjadi pusat koordinasi tim evakuasi.


Sebagai contoh peningkatan trafik tercatat di BTS XL yang berada di Pulau Lancang Besar, di mana sejak Sabtu (9/1) naik sebesar 20% dan peningkatan pengguna layanan seluler sebesar 55%. Tidak menutup kemungkinan trafik dan pengguna layanan XL akan terus meningkat selama proses evakuasi masih berlangsung.


Sejak dimulainya proses evakuasi oleh tim terkait, XL langsung menerjunkan tim untuk melakukan perkuatan dan penambahan kapasitas jaringan di setiap BTS khususnya yang mencakup lokasi-lokasi pusat koordinasi seperti di Posko Basarnas Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok.


Kemudian Posko Crisis Center di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Supadio Pontianak, RS Polri Kramat Jati, serta pos-pos koordinasi yang ada di Tanjung Pasir, Tanjung Kait, Pulau Lancang, Pulau Laki, dan pulau-pulau lain di sekitar titik jatuhnya pesawat.


Selain memastikan kualitas jaringan, XL mendirikan fasilitas Telpon Umum Gratis (TUG) di Posko Basarnas di JICT 2, Tanjung Priok yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh tim, baik tim utama evakuasi, keluarga korban dan juga termasuk awak media yang bertugas di lokasi.


Tak hanya itu, XL juga memberikan kartu perdana gratis berisi kuota internet dan telpon untuk dapat dipergunakan oleh tim evakuasi sehingga dapat mempermudah mereka berkomunikasi dan berkoordinasi selama menjalani tugas sosial kemanusiaan ini.

https://trimay98.com/movies/american-heist/


Signal dan Telegram Laris Manis, Bos WhatsApp Turun Gunung


Pihak WhatsApp mungkin kurang mengantisipasi bahwa kebijakan privasi barunya menuai kontroversi dan membuat pesaing seperti Signal dan Telegram bertambah populer. Sampai-sampai bos WhatsApp sampai Instagram yang berada di bawah Facebook turun gunung memberi penjelasan.

WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan aturan privasi tidak berdampak pada privasi chat user yang tetap hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Head of Instagram, Adam Mosseri, menyatakan ada banyak informasi tidak benar soal kebijakan baru WhatsApp.


"Ada banyak misinformasi tentang terms of service WhatsApp saat ini. Update kebijakan itu tak berdampak pada privasi pesan kalian dengan teman atau keluarga dalam cara apapun. Perubahan ini berkaitan dengan pesan pada bisnis di WhatsApp yang juga opsional," tulis Adam di Twitter, Kamis (14/1/2021).


Chief WhatsApp, Will Catchcart juga memberi penjelasan panjang lebar dalam sebuah thread di Twitter. Pesannya kurang lebih sama, bahwa percakapan di WhatsApp tetap diklaim aman seperti sebelumnya.


"Kami bangga dengan layanan yang kami tawarkan dan kami akan terus mengembangkan teknologi untuk menyediakan komunikasi yang aman dan privat kepada sebanyak mungkin orang," tulis Will.


"Itu kenapa kami sangat berkomitmen pada enkripsi end to end dan mengapa kami terus meningkatkan privasi di WhatsApp, misalnya dengan peluncuran pesan yang dapat hilang otomatis di bulan November. Inovasi kami dalam soal privasi akan berlanjut," imbuh dia.


Ancaman dari Signal dan Telegram tampaknya memang tidak dapat diremehkan oleh WhatsApp. Menurut data dari Sensor Tower, Signal di-download secara global 246 ribu kali seminggu sebelum WhatsApp mengumumkan aturan privasi baru. Seminggu setelah kebijakan itu diumumkan, download Signal meningkat tajam menjadi 8,8 juta kali.


Telegram malah lebih melesat lagi. Download Telegram adalah 6,5 juta kali seminggu sebelum 28 Desember 2020 dan menjadi 11 juta kali seminggu kemudian. Tak salah jika WhatsApp waspada.

https://trimay98.com/movies/alien-outpost/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar