Jumat, 15 Januari 2021

Signal dan Telegram Laris Manis, Bos WhatsApp Turun Gunung

 Pihak WhatsApp mungkin kurang mengantisipasi bahwa kebijakan privasi barunya menuai kontroversi dan membuat pesaing seperti Signal dan Telegram bertambah populer. Sampai-sampai bos WhatsApp sampai Instagram yang berada di bawah Facebook turun gunung memberi penjelasan.

WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan aturan privasi tidak berdampak pada privasi chat user yang tetap hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Head of Instagram, Adam Mosseri, menyatakan ada banyak informasi tidak benar soal kebijakan baru WhatsApp.


"Ada banyak misinformasi tentang terms of service WhatsApp saat ini. Update kebijakan itu tak berdampak pada privasi pesan kalian dengan teman atau keluarga dalam cara apapun. Perubahan ini berkaitan dengan pesan pada bisnis di WhatsApp yang juga opsional," tulis Adam di Twitter, Kamis (14/1/2021).


Chief WhatsApp, Will Catchcart juga memberi penjelasan panjang lebar dalam sebuah thread di Twitter. Pesannya kurang lebih sama, bahwa percakapan di WhatsApp tetap diklaim aman seperti sebelumnya.


"Kami bangga dengan layanan yang kami tawarkan dan kami akan terus mengembangkan teknologi untuk menyediakan komunikasi yang aman dan privat kepada sebanyak mungkin orang," tulis Will.


"Itu kenapa kami sangat berkomitmen pada enkripsi end to end dan mengapa kami terus meningkatkan privasi di WhatsApp, misalnya dengan peluncuran pesan yang dapat hilang otomatis di bulan November. Inovasi kami dalam soal privasi akan berlanjut," imbuh dia.


Ancaman dari Signal dan Telegram tampaknya memang tidak dapat diremehkan oleh WhatsApp. Menurut data dari Sensor Tower, Signal di-download secara global 246 ribu kali seminggu sebelum WhatsApp mengumumkan aturan privasi baru. Seminggu setelah kebijakan itu diumumkan, download Signal meningkat tajam menjadi 8,8 juta kali.


Telegram malah lebih melesat lagi. Download Telegram adalah 6,5 juta kali seminggu sebelum 28 Desember 2020 dan menjadi 11 juta kali seminggu kemudian. Tak salah jika WhatsApp waspada.

https://trimay98.com/movies/buppha-ratree-a-haunting-in-japan/


1.516 Dokumen Warga Gunung Merapi Didigitalisasi demi Keamanan


1.516 Dokumen penting milik warga desa di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Klaten dijamin aman. Dokumen warga itu disimpan Pemkab dalam bentuk file digital.


"Jadi 1.516 dokumen itu kini aman sebab disimpan di Dinas Arsip dan Perpustakaan dalam bentuk digital. Dokumen itu berbagai macam jenisnya," jelas Kabid Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkab Klaten, Rinto Padmono pada detikcom di kantornya, Kamis (14/1/2021) siang.


Dijelaskan Rinto, dokumen yang berhasil disimpan itu ada surat nikah, ijazah, akta kelahiran, sertifikat tanah, BPKB kendaraan dan sebagainya. Dokumen itu sementara baru milik satu desa dari tiga desa di kawasan KRB Gunung Merapi.


"Baru satu desa yang selesai yaitu Desa Balerante dari sekitar 300 KK. Untuk Desa Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang belum dilakukan sebab berbagai pertimbangan," papar Rinto.


Dokumen warga Desa Balerante itu, terang Rinto, diselesaikan sejak tahun 2019 hingga 2020. Untuk tahun ini, sebenarnya akan dilanjutkan ke Desa Sidorejo dan Tegalmulyo tapi terkendala situasi.


"Kita terkendala situasi saat ini karena gunung Merapi berstatus Siaga. Namun jika pemerintah desa siap, kita sebenarnya juga siap," lanjut Rinto.


Program alih digital dokumen itu, sambung Rinto dinamakan Program Titip Bandaku. Tujuannya memang mengamankan dokumen warga di wilayah rawan bencana di Gunung Merapi.


"Jadi mengamankan dokumen warga. Sebab belajar dari erupsi 2010 banyak dokumen warga yang hilang dan rusak karena letusan sehingga saat dibutuhkan kesulitan karena harus mengurus dari awal," imbuh Rinto.

https://trimay98.com/movies/arq/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar