Jumat, 07 Agustus 2020

Corona Belum Juga Usai, China Laporkan Kasus Infeksi Virus 'Tick-Borne'

 Virus Corona COVID-19 masih mewabah di seluruh dunia. Namun, China baru-baru ini melaporkan adanya penyakit menular yang disebabkan oleh virus melalui gigitan kutu atau dikenal dengan 'tick-borne'.
Dikutip dari Times of India, media China melaporkan virus 'tick-borne' telah menginfeksi hampir 67 orang dan menewaskan sedikitnya 7 korban.

Pihak berwenang pun telah memperingatkan masyarakat tentang kemungkinan virus yang bisa menular antarmanusia.

Apa itu virus 'tick-borne'?
Virus yang ditularkan melalui gigitan kutu ini telah diidentifikasi sebagai severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS).

SFTS bukanlah penyakit baru, karena virus ini telah ditemukan di China, Korea Selatan, dan Jepang sejak 2009. Patogen virus tersebut termasuk dalam kategori bunyavirus, yang merupakan keluarga arthropod-borne atau virus yang dibawa oleh hewan pengerat.

Bagaimana gejalanya?
Menurut laporan media China, seorang wanita di Nanjing mengalami gejala terkait virus ini, seperti demam dan batuk. Setelah melakukan pemeriksaan medis, dokter menemukan bahwa ia mengalami penurunan leukosit dalam darah dan juga trombosit yang rendah.

Pasien Corona Alami Cegukan Berturut-turut Selama 4 Hari, Gejala Baru COVID-19?

Studi baru yang dimuat dalam American Journal of Emergency Medicine menunjukkan bahwa cegukan terus-menerus, sebenarnya bisa menjadi gejala virus Corona COVID-19. Hal ini berawal dari kasus seorang pria berusia 62 tahun yang dilaporkan mengalami gejala cegukan terus menerus selama empat hari.
Dikutip dari Forbes, dalam laporan kasus tersebut, Garrett Prince, MD, dan Michelle Sergel, MD, para peneliti dari Cook County Health melaporkan pria ini juga mengalami penurunan berat badan hingga belasan kilogram. Tetapi, belum jelas kondisi apa yang mendasari pria tersebut akhirnya kehilangan berat badan.

Pria tanpa riwayat penyakit paru-paru ini mencari bantuan medis usai mengalami cegukan selama empat hari. Namun, ketika pria ini dirawat di rumah sakit ia tidak memiliki gejala COVID-19 yang umum terjadi seperti sesak napas atau sakit tenggorokan.

Suhu tubuhnya pun kala itu disebut normal, tidak demam yaitu 37,2 derajat Celcius. Ronsen dada pun dilakukan dan hasilnya menunjukkan kekeruhan tak berdasar, di mana ada daerah atau bagian kabur yang tidak biasa di paru-paru kanan atas dan paru-paru bagian tengah, serta bagian kiri bawah.

Menurut penelitian, staf medis akhirnya mengirim tes COVID-19 ke laboratorium dan mengkategorikan pasien sebagai suspek COVID-19. Suhu tubuh yang sebelumnya normal pun naik saat tiba di unit medis hingga 38,3 derajat Celcius. Satu hari setelah dirawat, hasilnya pun menunjukkan ia positif virus Corona COVID-19.

"Sepengetahuan kami, ini adalah laporan kasus pertama dari cegukan terus-menerus yang muncul pada pasien COVID-19. Ini menekankan pentingnya evaluasi rinci pada mereka yang mengalami cegukan. Minimal mengambil riwayat menyeluruh, pemeriksaan fisik, diperiksa di laboratorium dasar, dan ronsen dada," sebut para peneliti.
https://nonton08.com/the-secret/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar