Jumat, 15 Januari 2021

700 Ribu Order Ditolak Driver Gojek karena Penumpang Tak Bermasker

 Pandemi COVID-19 itu nyata adanya. Maka tidak heran jika beberapa driver Gojek ini menolak membawa penumpang yang tidak mau memakai masker.

Chief Transport Officer Gojek Group Raditya Wibowo yang merupakan 'bapak' GoRide dan GoCar ini mengatakan bahwa total sudah ada sekitar 700 ribu orderan yang ditolak karena penumpang ngeyel tidak mau memakai masker.


"Driver kita berkolaborasi dengan ketat, dan mereka menolak hingga 700 ribu order dari penumpang yang tidak pakai masker," tuturnya dalam acara 'Gojek Transport Outlook 2021: Makin Aman dengan GoRide dan GoCar', Kamis (14/1/2021).


Driver Gojek diakui pria yang akrab disapa Dito ini, mayoritas mematuhi protokol kesehatan. Gojek pun memberikan dukungan untuk melindungi mereka yang masih harus bekerja di jalan dari infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.


Gojek memiliki 200 titik posko aman. Tercatat sudah ada 50 ribu kunjungan ke posko aman setiap harinya. Gojek juga sudah membagikan 1,3 juta liter handsanitizer sampai 200 ribu liter cairan disinfektan.


Lebih lanjut, ada juga 58 ribu sekat yang dibagikan kepada mitra driver Gojek. Didukung juga dengan 330 ribu shield pelindung muka untuk driver motor dan akan terus ditambah.


"Kita juga sudah membagikan 4 juta masker, yang mana hampir setara setengah penduduk DKI Jakarta," sambungnya. Ia turut menyinggung soal geofencing di mana digunakan untuk memastikan tidak ada lebih dari lima driver Gojek yang berkumpul.


Paling penting, Gojek memastikan selalu menerapkan inisiatif J3K tanpa biaya tambahan untuk memastikan keamanan dan kesehatan user selalu terjaga. J3K adalah singkatan dari 'Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan' yang diluncurkan oleh Gojek.


"Yang jelas 2020 menjadi tahun penuh tantangan dan pembelajaran, saya rasa sama untuk semua untuk pemain penyedia layanan transportasi. Dari Maret penetapan COVID-19 sebagai pandemi, menyesuaikan PSBB yang sangat dinamis, itu akan selalu berkembang seiring perubahan kondisinya," tandas Dito.

https://trimay98.com/movies/legion/


Data Pribadi 200 Juta Pengguna Facebook dan Instagram Bocor


 Peneliti keamanan menyebutkan, setidaknya 214 juta akun Facebook, Instagram, dan situs jejaring profesional LinkedIn terdampak kebocoran data pribadi.

Adapun data yang disasar dalam pembobolan ini termasuk alamat email, nomor telepon, serta nama lengkap pengguna, dan dalam beberapa kasus, termasuk data lokasi tertentu.


Pelanggaran data berskala besar ini ditemukan oleh para peneliti keamanan dari Safety Detectives. Mereka baru saja menguraikan temuan mereka dalam sebuah postingan di internet.


Dikutip dari laporan di Safety Detectives, dilansir Express dari Inggris, Kamis (14/1/2021) lebih dari 400GB data pribadi yang bocor berasal dari perusahaan manajemen media sosial asal China bernama Socialarks yang dicuri.


Database ElasticSearch yang tidak aman milik Socialarks menjadi sasaran, dengan lebih dari 318 juta record telah disita. Safety Detectives mengatakan, database ini dibuat setelah data pengguna 'dihapus' dari Facebook, Instagram dan LinkedIn.


Praktik ini melanggar persyaratan layanan raksasa teknologi tersebut. Namun, itu artinya, informasi sensitif seperti password atau informasi keuangan belum terungkap dalam pembobolan data.


"Database Socialarks berisi 'data bekas', termasuk informasi pribadi, meskipun sebagian data pengguna telah selesai digunakan," tulis Safety Detectives.

https://trimay98.com/movies/jack-the-giant-slayer/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar