Banyak milenial yang sudah punya suatu usaha atau bisnis sendiri. Pemasaran bisa lewat iklan atau buat website sendiri. Tapi pernah terpikir tidak sih cara efektif untuk mengembangkan bisnis, lewat optimalisasi Search Engine Optimization (SEO) website atau lebih baik pakai iklan?
Neil Patel yang dikenal lewat CrazyEgg, UberSuggest, KISSmetrics, Neil Patel Digital, seorang pakar memberikan pandangannya mengenai ini. Menurutnya tidak bisa hanya salah satu yang dijalankan, semua butuh keseimbangan.
"Ini bukan masalah lebih baik menggunakan SEO atau iklan, kamu akan menggunakan SEO, e-mail, iklan, itu bukan lagi permasalahannya," ujar Niel lewat video call di acara SEOCon 2020, Rabu (26/2/2020), Kota Kasablanka Mall, Jakarta Selatan.
Ia mengatakan hal yang paling pertama yang harus diperhatikan adalah membangun brand yang kuat terlebih dahulu baru. Kemudian founder baru bisa optimalkan brand tersebut dengan beragam cara pemasaran dan optimasi SEO.
Optimasi SEO pun harus ditunjang dengan kemampuan membangun kedekatan dengan user yang berkunjung ke website yang kita bangun. Sebisa mungkin buat pengunjung terus kembali ke website pada lain waktu.
Tidak ada cara lain lagi, ini harus terus dilakukan. Ini semua tentang user experience. Ketika mereka menggunakan internet, pasti itu adalah untuk hal yang menjawab apa yang mereka cari. Mereka datang karena mencari jawaban, berikan mereka jawaban," sambungnya.
Jadi mana yang lebih baik, SEO atau memanfaatkan iklan? Jawaban Niel sudah jelas bahwa ingin membangun brand semua harus dilakukan dengan berbagai cara dan kerja keras. Satu yang pasti, SEO bisa menambah nilai.
"Belajar SEO itu adalah hal baik yang bisa dilakukan. Maaf tidak bisa hadir di sana," ujarnya, "Berikan juga konten yang mengedukasi," tutup Niel.
https://trimay98.com/movies/heartfall-arises/
700 Ribu Order Ditolak Driver Gojek karena Penumpang Tak Bermasker
Pandemi COVID-19 itu nyata adanya. Maka tidak heran jika beberapa driver Gojek ini menolak membawa penumpang yang tidak mau memakai masker.
Chief Transport Officer Gojek Group Raditya Wibowo yang merupakan 'bapak' GoRide dan GoCar ini mengatakan bahwa total sudah ada sekitar 700 ribu orderan yang ditolak karena penumpang ngeyel tidak mau memakai masker.
"Driver kita berkolaborasi dengan ketat, dan mereka menolak hingga 700 ribu order dari penumpang yang tidak pakai masker," tuturnya dalam acara 'Gojek Transport Outlook 2021: Makin Aman dengan GoRide dan GoCar', Kamis (14/1/2021).
Driver Gojek diakui pria yang akrab disapa Dito ini, mayoritas mematuhi protokol kesehatan. Gojek pun memberikan dukungan untuk melindungi mereka yang masih harus bekerja di jalan dari infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.
Gojek memiliki 200 titik posko aman. Tercatat sudah ada 50 ribu kunjungan ke posko aman setiap harinya. Gojek juga sudah membagikan 1,3 juta liter handsanitizer sampai 200 ribu liter cairan disinfektan.
Lebih lanjut, ada juga 58 ribu sekat yang dibagikan kepada mitra driver Gojek. Didukung juga dengan 330 ribu shield pelindung muka untuk driver motor dan akan terus ditambah.
"Kita juga sudah membagikan 4 juta masker, yang mana hampir setara setengah penduduk DKI Jakarta," sambungnya. Ia turut menyinggung soal geofencing di mana digunakan untuk memastikan tidak ada lebih dari lima driver Gojek yang berkumpul.
https://trimay98.com/movies/fantastic-beasts-and-where-to-find-them/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar