Kamis, 14 Januari 2021

Ini Alasan Efikasi Vaksin Sinovac di Brasil Turun Jadi 50,4 Persen

 Brasil memperbarui persentase kemanjuran atau efikasi vaksin Corona Sinovac menjadi 50,4 persen dari sebelumnya 78 persen. Temuan ini menjadikan efikasi vaksin Sinovac lebih rendah dari Turki 91 persen dan Indonesia 65,3 persen.

Institut Butantan dan Pemerintah San Paulo mengatakan perubahan nilai efikasi ini terjadi karena ditambahkannya data terbaru dari relawan yang terinfeksi COVID-19 bergejala sangat ringan.


Dikutip dari Reuters, hasil awal yakni 78 persen didapatkan dari efektivitas vaksin pada mereka yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan-sedang, sampai yang membutuhkan perawatan.


Sementara itu nilai 50,4 persen didapatkan setelah data relawan yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala sampai gejala yang sangat ringan dimasukkan dalam perhitungan. Angka ini menunjukkan efikasi vaksin secara umum.


"Nilai efikasi ini lebih tinggi dari batas 50 persen yang disyaratkan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," tulis pernyataan Butantan.


Uji klinis vaksin COVID-19 di Brasil diikuti oleh 13 ribu relawan yang merupakan kelompok tenaga kesehatan di delapan negara bagian.


Perbedaan efikasi di berbagai negara


Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinis, Prof Dr Zullies Ikawati, Apt, mengatakan ada beberapa hal yang mendasari tinggi atau rendahnya efikasi. Salah satunya terkait subyek uji klinis vaksin Corona Sinovac.


Efikasi vaksin juga bisa dipengaruhi beragam faktor saat uji klinik, termasuk jumlah subyek dan lama pengamatan. Jika uji klinik dilakukan lebih lama atau diperpanjang, efikasi yang didapat juga bisa berbeda.


"Efikasi ini akan dipengaruhi dari karakteristik subyek ujinya. Jika subyek ujinya adalah kelompok risiko tinggi, maka kemungkinan kelompok placebo akan lebih banyak yang terpapar, sehingga perhitungan efikasinya menjadi meningkat," jelas Prof Zullies melalui rilis yang diterima detikcom Selasa (12/11/2020).

https://nonton08.com/movies/haunted-house-rides/


Semakin Meluas, Varian Baru Corona Inggris B117 Terdeteksi di Filipina


Pemerintah Filipina mengkonfirmasi adanya kasus pertama varian baru Corona B117 dari Inggris pada Rabu (13/1/2021). Kasus tersebut teridentifikasi pada pengusaha dari negara tersebut yang bepergian ke Uni Emirat Arab pada 27 Desember 2020 lalu, dan kembali ke Filipina pada 7 Januari 2021.

Dikutip dari AFP, saat kembali itulah ia dinyatakan positif terinfeksi varian baru Corona yang disebut lebih menular dibandingkan strain sebelumnya. Saat ini, pengusaha tersebut tengah menjalani proses karantina.


Untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas, pihak berwenang setempat langsung melakukan pelacakan kontak orang-orang yang sempat bertemu dengannya. Ini termasuk pada penumpang pesawat Emirates EK 332 yang ditumpanginya.


Saat pelacakan, ditemukan satu rekan pasien yang sempat melakukan kontak erat. Tetapi, saat dites ia dinyatakan negatif dan tetap dipantau ketat oleh pihak berwenang setempat.


Dalam mencegah masuknya varian baru Corona dari Inggris juga, Presiden Filipina Rodrigo Duterte sudah menutup perbatasan wilayah negaranya dari warga asing dari 30 negara. Tak hanya itu, ia juga mewajibkan warga negara Filipina untuk melakukan karantina selama 14 hari setelah melakukan perjalan dari negara lain.

https://nonton08.com/movies/faith-love-and-whiskey/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar