Sabtu, 16 Januari 2021

Kisah Wanita Kena Varian Baru Corona Saat Berlibur dan Berakhir Meninggal Dunia

 Salah satu anggota keluarga asal Texas baru-baru ini dilaporkan meninggal dunia usai terinfeksi varian baru Corona Inggris. Laporan ini mengingatkan banyak warga untuk tak meremehkan varian baru Corona yang terbukti lebih menular.

Dikutip dari New York Post, adalah Felicia Parker, yang sebelumnya mengalami kesulitan bernapas saat dia pergi berlibur. Wanita 40 tahun ini kemudian dikonfirmasi positif COVID-19 dari varian baru Corona dari Inggris.


Kerabatnya, Romeka James, menuturkan jika wanita ini sebelumnya memiliki penyakit bawaan. Ia mengidap diabetes tipe 2 hingga akibatnya kondisi Felicia semakin memburuk, ia pun harus dirawat di rumah sakit Houston.


Semakin kritis, ia pun akhirnya tak selamat dari Corona, ia dinyatakan meninggal pada Sabtu pekan lalu. "Ini serius," kata James mengingatkan penting untuk waspada terkait varian baru Corona dari Inggris.


"Ini bukan hanya orang lain. Ini adalah ibu seseorang, saudara perempuan seseorang. Kita harus benar-benar aman dari Corona, kita harus mengikuti pedoman CDC, (terkait COVID-19)" jelasnya.


Hingga kini, varian baru Corona Inggris yang ditemukan di banyak negara diyakini para ahli tak berbahaya. Namun, varian baru Corona Inggris diakui memang lebih cepat menular.

https://cinemamovie28.com/movies/love-letter-for-starla/


WHO: Patient Zero COVID-19 Mungkin Tak Akan Pernah Ditemukan


Tim Organisasi Kesehatan Dunia akan melakukan investigasi terkait asal-usul COVID-19. Namun, pimpinan teknis WHO Maria Van Kerkhove menyebut patient zero COVID-19 kemungkinan tak akan pernah ditemukan.

"Dunia mungkin tidak akan pernah menemukan "patient zero" dalam pencariannya untuk asal-usul COVID-19," jelas Maria Van Kerkhove, pada Jumat (15/1/2021).


Tim yang dipimpin WHO menyelidiki asal-usul COVID-19 akan mengadakan pertemuan virtual dengan tuan rumah China di Wuhan, tempat pandemi pertama kali muncul lebih dari setahun yang lalu. Seperti yang diketahui, patient zero merupakan pasien pertama yang terinfeksi, dalam hal ini COVID-19.


Jika patient zero COVID-19 ditemukan, besar peluang untuk mencari tahu asal muasal penyakit dan cara menghentikan wabah tersebut di masa depan. Beragam spekulasi terkait patient zero COVID-19 sempat beredar.


Misalnya, kepala program kedaruratan WHO, Michael Ryan, sempat menyebut patient zero COVID-19 bisa saja berasal dari luar China. Adapula yang menyebutkan patient zero COVID-19 adalah pedagang di pasar basah Wuhan, tempat pertama kali COVID-19 dilaporkan.


Studi yang diterbitkan di jurnal kedokteran The Lancet pada 1 Desember 2019, juga menyebut patient zero tidak punya kontak dengan Pasar Huanan, yakni tempat yang dicurigai sebagai awal mula penyebaran COVID-19 di Wuhan.


"Itu sebabnya susah mencari tahu hewan atau inang apa yang menyebabkan virusnya lompat ke manusia," kata ahli pernapasan Peking University First Hospital, Wang Guafa.


Sementara kabar terbaru dari Italia menyebutkan patient zero COVID-19 pertama di negara mereka kemungkinan terjadi pada November 2019. Sebuah studi menemukan wanita di RS Milan menunjukkan gejala COVID-19 tak biasa.


"Seorang wanita muda yang mengunjungi rumah sakit Milan dengan ruam di lengannya pada November 2019 bisa menjadi kasus Covid-19 yang paling awal dikonfirmasi di Italia, menurut pemeriksaan ulang bahan sampel yang dikumpulkan pada saat itu," jelas studi, dikutip dari SCMP.


"Sars-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19 telah ditemukan pada wanita berusia 25 tahun. Dia salah didiagnosis dengan kelainan autoimun yang langka, tapi sekarang bisa menjadi "patient zero COVID-19" di Italia," tutur Raffaele Gianotti, seorang dermatopatologi dari Universitas Milan.

https://cinemamovie28.com/movies/the-bachelor-party-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar