Tim Organisasi Kesehatan Dunia akan melakukan investigasi terkait asal-usul COVID-19. Namun, pimpinan teknis WHO Maria Van Kerkhove menyebut patient zero COVID-19 kemungkinan tak akan pernah ditemukan.
"Dunia mungkin tidak akan pernah menemukan "patient zero" dalam pencariannya untuk asal-usul COVID-19," jelas Maria Van Kerkhove, pada Jumat (15/1/2021).
Tim yang dipimpin WHO menyelidiki asal-usul COVID-19 akan mengadakan pertemuan virtual dengan tuan rumah China di Wuhan, tempat pandemi pertama kali muncul lebih dari setahun yang lalu. Seperti yang diketahui, patient zero merupakan pasien pertama yang terinfeksi, dalam hal ini COVID-19.
Jika patient zero COVID-19 ditemukan, besar peluang untuk mencari tahu asal muasal penyakit dan cara menghentikan wabah tersebut di masa depan. Beragam spekulasi terkait patient zero COVID-19 sempat beredar.
Misalnya, kepala program kedaruratan WHO, Michael Ryan, sempat menyebut patient zero COVID-19 bisa saja berasal dari luar China. Adapula yang menyebutkan patient zero COVID-19 adalah pedagang di pasar basah Wuhan, tempat pertama kali COVID-19 dilaporkan.
Studi yang diterbitkan di jurnal kedokteran The Lancet pada 1 Desember 2019, juga menyebut patient zero tidak punya kontak dengan Pasar Huanan, yakni tempat yang dicurigai sebagai awal mula penyebaran COVID-19 di Wuhan.
"Itu sebabnya susah mencari tahu hewan atau inang apa yang menyebabkan virusnya lompat ke manusia," kata ahli pernapasan Peking University First Hospital, Wang Guafa.
Sementara kabar terbaru dari Italia menyebutkan patient zero COVID-19 pertama di negara mereka kemungkinan terjadi pada November 2019. Sebuah studi menemukan wanita di RS Milan menunjukkan gejala COVID-19 tak biasa.
"Seorang wanita muda yang mengunjungi rumah sakit Milan dengan ruam di lengannya pada November 2019 bisa menjadi kasus Covid-19 yang paling awal dikonfirmasi di Italia, menurut pemeriksaan ulang bahan sampel yang dikumpulkan pada saat itu," jelas studi, dikutip dari SCMP.
"Sars-CoV-2 atau virus yang menyebabkan COVID-19 telah ditemukan pada wanita berusia 25 tahun. Dia salah didiagnosis dengan kelainan autoimun yang langka, tapi sekarang bisa menjadi "patient zero COVID-19" di Italia," tutur Raffaele Gianotti, seorang dermatopatologi dari Universitas Milan.
https://cinemamovie28.com/movies/the-doll-2/
Pengalaman Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Ternyata Begini Rasanya
Seorang dokter membagikan pengalaman menerima vaksin COVID-19 di media sosial. Banyak warganet yang memberikan respons baik, terlebih penerima vaksin Corona saat ini hanya dari kalangan dokter, nakes, dan perawat kesehatan.
Pengalaman ini dibagikan spesialis kedokteran olahraga, dr Sophia Hage SpKO, melalui thread di Twitter dalam akun pribadinya @sophia_hage. Ia menceritakan proses sebelum disuntik vaksin Corona Sinovac hingga efek yang dirasakan.
"Mau sharing pengalaman vaksin Covid dosis 1 di Puskesmas hari ini. Datang ke Puskesmas, langsung dipersilahkan ke lantai 2. Ada ruangan khusus (Aula) untuk pelayanan vaksin Covid-19, jadi terpisah dari pasien umum Puskesmas," tulis @sophia_hage, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.
Kemudian ia diminta untuk menunjukkan KTP untuk menyesuaikan dengan data. Setelah data cocok, ia melakukan screening kesehatan yaitu diperiksa tekanan darah, riwayat penyakit dan keluhan.
Menurutnya, saat itu ruangan sepi karena hanya tiga orang saja yang boleh masuk. Ia juga mengatakan semua petugas memakai APD lengkap.
"Begitu sampai, diminta menunjukkan KTP untuk dicocokkan datanya. Oiya, ruangan sepi, kalaupun ada orang lain, maksimal cuma boleh 3 yang masuk. Semua petugas pakai APD lengkap, dan vaksin terkontrol suhunya di cooler box," tulisnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar