- Telegram dan pendirinya, Pavel Durov, agaknya memanfaatkan betul momentum WhatsApp sedang bikin cemas lantaran meminta pengguna setuju berbagi data dengan Facebook. Bahkan di Twitter, Telegram memajang meme peti mati WhatsApp.
Tampak dalam meme itu para pembawa peti mati di Ghana yang suka joget. Nah, peti matinya bertuliskan kebijakan privasi baru WhatsApp di mana pengguna harus setuju kalau tetap ingin melanjutkan pemakaian WhatsApp.
Netizen pun ramai menanggapinya dan Telegram rajin membalasnya. Misalnya ada yang bertanya bagaimana jika sudah terlanjur setuju dengan kebijakan baru WhatsApp?
"Uninstal saja dan move on. Hal ini seperti mantan Anda, jika tidak cukup baik buat Anda, maka Anda berhak dengan yang lebih baik," cetus Telegram.
Tentulah meme itu sebagai sindiran sekaligus ancaman Telegram pada WhatsApp yang tengah jadi sorotan. Adapun jenis informasi yang akan dibagikan WhatsApp ke Facebook antara lain nomor telepon, nama profil, foto profil, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi perangkat mobile, alamat IP dan informasi lainnya.
Pendiri Telegram, Pavel Durov, pun angkat bicara. "Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook," sebutnya.
"Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," klaim Pavel.
Adapun WhatsApp telah memberi penjelasan terkait kebijakan privasi barunya tersebut. Dalam keterangan yang diterima detikINET, pihak WhatsApp mengatakan kebijakan berbagi data dengan Facebook sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.
"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," ucap WhatsApp.
Untuk update kebijakan privasi ini lebih fokus pada perpesanan dengan akun bisnis. WhatsApp mengatakan bisnis sekarang bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan chat WhatsApp mereka. Artinya percakapan pengguna dengan bisnis tersebut bisa disimpan di server Facebook.
"Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya," jelas WhatsApp. Tapi Telegram terus menggunakan kesempatan ini untuk menekan pesaingnya itu.
https://nonton08.com/movies/love-passion/
Ini Daftar Vaksin Corona yang Dibeli Indonesia
Indonesia akan segera melaksanakan program vaksinasi COVID-19. Pemerintah juga telah mengamankan pasokan vaksin. Ini daftar vaksin Corona yang dibeli Indonesia.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin Corona yang dibeli Indonesia merupakan hasil kerjasama bilateral dan multilateral antara beberapa produsen.
Vaksin corona yang dibeli Indonesia salah satunya dari AstraZeneca dan Pfizer yang masing-masing berjumlah 50 juta dosis. Vaksin Corona yang dibeli Indonesia terbanyak dari Sinovac, produsen yang berasal dari China.
Berikut daftar vaksin Corona yang dibeli Indonesia:
1. Sinovac
- 3 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi
- 122 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk
- 100 juta dosis masih opsional
2. Novavax
- 50 juta dosis vaksin
- 80 juta dosis masih opsional
3. COVAX/GAVI
- 54 juta dosis vaksin
- 54 juta dosis vaksin masih opsional
4. AstraZeneca
- 50 juta dosis vaksin dalam finalisasi
- 50 juta dosis vaksin masih opsional
5. Pfizer/BioNTech
- 50 jua dosis vaksin dalam finalisasi
- 50 juta dosis vaksin masih opsional
Vaksin Corona yang dibeli Indonesia dari Sinovac telah datang sebanyak 3 juta dosis. Rencananya kandidat tersebut akan digunakan untuk vaksinasi COVID-19 tahap awal yang diselenggarakan pekan ini.
Meski demikian, vaksin Corona yang dibeli Indonesia tidak akan digunakan sebelum mendapatkan persetujuan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pihak BPOM mengatakan persetujuan penggunaan akan keluar sebelum 13 Januari 2021.
https://nonton08.com/movies/kamen-rider-build-new-world-kamen-rider-cross-z/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar