Seorang dokter membagikan pengalaman menerima vaksin COVID-19 di media sosial. Banyak warganet yang memberikan respons baik, terlebih penerima vaksin Corona saat ini hanya dari kalangan dokter, nakes, dan perawat kesehatan.
Pengalaman ini dibagikan spesialis kedokteran olahraga, dr Sophia Hage SpKO, melalui thread di Twitter dalam akun pribadinya @sophia_hage. Ia menceritakan proses sebelum disuntik vaksin Corona Sinovac hingga efek yang dirasakan.
"Mau sharing pengalaman vaksin Covid dosis 1 di Puskesmas hari ini. Datang ke Puskesmas, langsung dipersilahkan ke lantai 2. Ada ruangan khusus (Aula) untuk pelayanan vaksin Covid-19, jadi terpisah dari pasien umum Puskesmas," tulis @sophia_hage, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.
Kemudian ia diminta untuk menunjukkan KTP untuk menyesuaikan dengan data. Setelah data cocok, ia melakukan screening kesehatan yaitu diperiksa tekanan darah, riwayat penyakit dan keluhan.
Menurutnya, saat itu ruangan sepi karena hanya tiga orang saja yang boleh masuk. Ia juga mengatakan semua petugas memakai APD lengkap.
"Begitu sampai, diminta menunjukkan KTP untuk dicocokkan datanya. Oiya, ruangan sepi, kalaupun ada orang lain, maksimal cuma boleh 3 yang masuk. Semua petugas pakai APD lengkap, dan vaksin terkontrol suhunya di cooler box," tulisnya
Sebelum proses vaksin berlangsung, petugas menunjukkan vaksin masih tersegel dan mengajak dirinya untuk berbicara. Meskipun seorang dokter, ia mengaku masih deg-degan saat mau disuntik. Namun setelah mengobrol dengan petugas, ia merasa tenang.
Lalu akhirnya petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 ke lengannya. Ia merasakan sedikit pegal di lokasi suntik, namun tidak ada bengkak atau kemerahan.
"Setelah disuntik, rasanya kayak suntik vaksin biasa. Kemeng dan agak pegel di lokasi suntik. Tapi nggak ada bengkak atau kemerahan atau gatal. Diminta tunggu 30 menit di ruangan yang sama untuk observasi gejala setelah vaksin," tulis dr Sophia.
Setelah 30 menit menunggu, ia diminta ke pos berikutnya untuk mengukur darah kedua kalinya pasca vaksin dan mencetak tiket vaksin. Lalu petugas memberikan edukasi soal jadwal vaksin kedua yaitu 14 hari setelah hari ia divaksin di Puskesmas yang sama.
Ia memberi kesimpulan bahwa pengalaman pertama vaksin COVID-19 aman dan nyaman. Sehari setelah vaksin ia juga tidak merasakan efek samping yang serius.
"H +1 pasca vaksin. Reaksi lokal nggak ada. Nggak merah, nggak bengkak, nggak gatal. Tadi malam rasanya ngantuk dan cape banget! Padahal praktek biasa aja. Bangun pagi rasanya masih pengen nambah tidur," tuturnya.
https://cinemamovie28.com/movies/the-doll-4/
China-Turki Sudah, RI Kok Belum Beri Vaksin Sinovac ke Lansia? Ini Kata BPOM
Vaksinasi COVID-19 perdana di Indonesia sudah mulai dilakukan pada Rabu (13/1/2021) dengan vaksin dari Sinovac yaitu CoronaVac. Adapun beberapa orang yang pertama mendapatkan vaksin Corona tersebut seperti Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, para pejabat, hingga influencer.
Terkait batas usia penerima vaksin Corona, Satgas menyebutkan rentang usianya mulai dari 18 hingga 59 tahun. Ini juga sesuai dengan hasil uji klinik yang sebelumnya dilakukan pada vaksin Sinovac tersebut.
Namun, di beberapa negara seperti China hingga Turki sudah mulai dipakai untuk rentang usia lanjut atau lansia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito pun menjelaskan mengapa di Indonesia belum bisa memberikan vaksin tersebut ke lansia.
"Jadi di China itu adalah untuk fase 1 dan 2 ya dalam rangka masih uji klinik untuk lansia," lanjutnya.
"Sinovac itu sedang dalam proses uji klinik fase 1 dan 2 untuk lansia dan saya dengar fase 3 di Brasil. Jadi itu masih kita tunggu untuk memberikan emergency use of authorization (EUA) pada lansia," jelas Penny dalam webinar bersama Ikatan Alumni ITB, Sabtu (16/1/2021)
Penny mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih menunggu hasil dari uji klinik vaksin Sinovac untuk kelompok lansia tersebut. Jika hasilnya baik bisa segera diberikan izin penggunaannya.
"Tentunya kita menunggu, mudah-mudahan hasil dari uji klinis fase 1 dan 2 pun juga bisa kita ekstrapolasi, sehingga bisa memberikan keyakinan untuk memberikan izin penggunaannya untuk lansia. Apalagi produknya sudah ada di sini kan di Bio Farma," kata Penny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar