Senin, 14 Desember 2020

Mantap! Tempe Hingga Bumbu Gulai RI Mejeng di Amazon

 Sejumlah produk makanan dan minuman buatan UMKM Indonesia kini eksis di platform e-commerce Amazon. Mulai dari keripik tempe, bumbu gulai, hingga kopi luwak.

Melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan ekspor 57 varian jenis produk makanan dan minuman yang dipasarkan melalui Amazon.com.


"Peluncuran produk mamin Indonesia di lokapasar Amazon merupakan salah satu cara agar produk-produk ekspor baru Indonesia dapat beredar, tersebar, dan membanjiri pasar global. Hal ini juga merupakan upaya mendorong ekspor produk Indonesia ke Kanada, " ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Senin (14/12/2020).


Adapun rincian produk yang diluncurkan di Amazon itu antara lain Tempeh Chips Original, Banana Chips, Cassava Crackers Original, Almond Oat Cookies Choco Chips, Indonesian Spices Gulai Curry, Bali Ginger Drink, Wild Kopi Luwak, Papua Arabica, dan Nusantara Espresso Blend. Produk-produk tersebut berasal dari 20 pelaku usaha adalah UMKM.


Sebelumnya, produk-produk tersebut telah lolos seleksi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) dan juga tim Archipelago Inc. dari segi rasa, kualitas, dan kandungan bahan baku yang disesuaikan dengan selera pasar.


Selanjutnya, para pelaku usaha diberikan fasilitas antara lain dibebaskan dari biaya pengiriman dari Indonesia ke Kanada, biaya logistik, biaya promosi di Amazon, serta diberikan pendampingan dalam melakukan adaptasi produk sesuai dengan peraturan Kanada. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah bekerja sama dengan KBRI Ottawa, KJRI Vancouver, serta BNI dan BRI cabang New York.


Kepala ITPC Vancouver Robby Handoko mengungkapkan, produk tersebut dipilih untuk diluncurkan di Amazon karena adanya peningkatan penjualan online atas produk mamin lebih dari 200% selama pandemi virus Corona (COVID-19).


"Pemasaran produk mamin di Amazon dapat membangun merek produk Indonesia dan mempopulerkannya di pasar Kanada hingga Amerika Serikat. Hal ini karena Amazon juga menjadi lokapasar terlaris di Amerika Utara," ungkap Robby.


Nantinya, Kemendag juga menyeleksi produk UMKM Indonesia untuk dipasarkan di platform lain seperti IKEA, Canadian Tyre, dan Home Depot.

https://tendabiru21.net/movies/letter-from-death/


Rumah Walet Jadi Ladang Bisnis yang Digandrungi Warga Aruk


Di sepanjang jalan menyusuri PLBN Aruk yang terletak di Kecamatan Sajingan Besar dari Kecamatan Galing, Anda akan disuguhi pemandangan kebun karet dan sawit yang tertata rapi. Memang itulah sumber mata pencaharian utama masyarakat di Galing dan Sajingan Besar yang langsung berbatasan dengan wilayah Kuching, Sarawak, Malaysia ini.


Namun dalam beberapa kesempatan, Anda juga akan melihat pemandangan berbeda berupa bangunan setinggi 7-9 meter yang dikerubungi burung walet. Rupanya itu adalah rumah yang disediakan untuk walet membuat sarang.


Salah satu pemilik, Agus Supriadi (28) mengaku rumah walet menjadi salah satu jenis investasi yang digandrungi oleh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.


"Itu sama juga kaya investasi-investasi emas, bank, bangunan, cuma kan dulu harganya (sarang walet) agak tinggi jadi lebih ke (investasi) walet, istilahnya orang tua lah," ungkapnya kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.


Apen, sapaan akrabnya mengaku rumah walet yang ia miliki sudah lama didirikan sejak tahun 2008 oleh orang tuanya. Kala itu, jumlah orang yang berinvestasi rumah walet hanya 2-3, namun kini sudah ada belasan orang yang menjajaki bisnis tersebut.


"Dari 2008, udah lama waktu itu masih belum istilahnya daerah sini masih dikit, masih 2-3 orang. (Sekarang) Di galing sini lah sudah belasan digit, satu dua yang berdempet pun ada," ceritanya.


Ia mengatakan dalam satu rumah walet diperkirakan bisa menampung 200-300 ekor. Bahkan ia pernah melihat seseorang yang punya rumah walet bisa menampung hingga 10.000 ekor.

https://tendabiru21.net/movies/wedding-partner/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar