Senin, 14 Desember 2020

Top! Kebab Baba Rafi Buka Gerai di India

 Waralaba kebab asal Indonesia, Baba Rafi melebarkan sayap ke India. Negara itu kini menjadi negara ke-10 bagi jaringan waralaba Kebab Baba Rafi.

Founder dan CEO Baba Rafi Group Hendy Setiono mengatakan, proses pembukaan cabang di India ini sempat tertunda akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Namun, akhirnya kini terlaksana.


"Kami berharap ini bisa menjadi hal yang positif dan menjadi kesempatan yang baru bagi kami untuk menjangkau lebih banyak lagi pencinta kebab di seluruh dunia," kata Hendy dalam keterangan resminya, Senin (14/12/2020).


Dalam kesempatan yang sama, satu partner Baba Rafi di India Suman Mondal mengatakan, pihaknya berencana membuka 100 gerai Baba Rafi di India.


"Kami juga berharap kami dapat membawa Baba Rafi menjadi brand kebab terbesar di India dengan membuka lebih banyak outlet tidak hanya di kota-kota besar di India, tapi juga kota-kota berkembang di sekitar," ujar Suman.


India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di dunia akan menjadi pasar yang besar untuk bisnis makanan.


Biasanya, ada kendala dalam membuka cabang di negara lain, yakni perbedaan selera masyarakat lokal. Namun, Baba Rafi mengatasinya dengan mengganti bahan baku utama dengan daging ayam dan daging kambing. Saus dan bumbu yang digunakan juga disesuaikan dengan lidah masyarakat setempat.


Baba Rafi memiliki satu menu unggulan dan akan menjadi menu signature di India yakni kebab dengan tortilla hitam, atau black kebab. Menu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat India. Selain warna yang unik, banyak manfaat yang terkandung dalam charcoal yang menjadi salah satu bahan dalam pembuatan black kebab.

https://tendabiru21.net/movies/toko-barang-mantan/


Rahasia Bos Baba Rafi Bertahan di Tengah Pandemi


Founder & CEO Baba Rafi Hendy Setiono membeberkan rahasia bertahan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Bos dari waralaba kebab terbesar di Indonesia itu mengatakan, ada kunci utama yang harus dimiliki para wirausaha dalam menyususn strategi bisnis di tengah pandemi ini.


Hendy mengatakan, kunci utama itu ialah menjadi bagian dari dunia digital. Pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat di luar ini memaksa para pengusaha, khususnya di industri makanan dan minuman mencari cara untuk mendekatkan produknya langsung pada pelanggan mereka.


"Jadi kuncinya be digital. Di era pandemi nggak cukup go digital, tapi bagaimana kita benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri dengan menjadi be digital," kata Hendy dalam d'Mentor Trik 'Dapur' Ngebul detikcom, Senin (6/7/2020).


Ia mencontohkan, dengan memposisikan diri menjadi bagian dari dunia digital, Hendy melihat satu peluang yang dapat diterapkan di usahanya yang ia dirikan sejak tahun 2003 itu. Ia pun membuat dapur virtual di mana Kebab Turki Baba Rafi tak memerlukan gerai offline untuk menjual produknya pada pelanggan.


"Outletnya benar-benar dapur rumahan, namun secara aplikasi yang bisa dipesan melalui online itu mereka bisa mengakses seperti yang sama dalam outletnya sendiri," jelas Hendy.


Melalui dapur virtual itu, Hendy pun bisa menghemat biaya sewa kios yang selama ini dikeluarkan, dan juga biaya operasional gerai.


"Akhirnya lebih efisien. Di sisi sewa jadi zero rent cost, di sisi operasional jauh lebih kecil dan di sisi renovasi tempat tidak perlu membangunbtempat yang mewah atau renovasi mahal, cukup dengan menjaga kebersihan dan health protocol sudah bisa membuka dapur virtual di mana konsumen memesan via aplikasi online dan driver ojol tersebut mendatangi dapur virtual tersebut untuk mengambil makanannya tanpa mengetahui lokasinya di mana," papar dia.

https://tendabiru21.net/movies/i-know-when-you-are-going-to-die/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar