Sabtu, 13 Juni 2020

Jaga Daya Tahan Tubuh di Era New Normal ala dr Boyke

Memasuki era new normal, perlu untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari virus Corona. dr Boyke, pakar seks membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan di era new normal, apa saja?
"Kita memasuki masa di mana kita berdamai dengan Corona, memasuki normal yang baru. Oke kita masuk ke situ tapi kita juga jangan lupa ada syarat-syaratnya," sebut dr Boyke saat mengimbau gerakan #NewNormalNewSpirit dengan detikcom.

"Seperti ke mana-mana pakai masker, kemudian jaga jarak minimal satu meter, kemudian cuci tangan, kemudian jaga imunitas tubuh kita, ingat kita harus menganggap orang lain itu adalah mungkin penderita COVID-19 sehingga kita selalu waspada," lanjut dr Boyke.

dr Boyke juga menekankan penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh saat memasuki new normal. Apa saja yang harus diperhatikan?

"Jalani pola hidup sehat. Olahraga, berjemur, (konsumsi) vitamin A, C, E, dan juga pikiran kita harus selalu termotivasi dekat dengan Tuhan," pungkas dr Boyke.

Ramai-ramai Antre Beli Sepeda Meski Toko Belum Buka

Olahraga merupakan salah satu cara meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19, salah satunya yang tengah digandrungi saat ini adalah olahraga bersepeda. Meningkatnya minat bersepeda menjadi berkah untuk penjual sepeda, bahkan selama pandemi ini omzet mereka meningkat 2 kali lipat.
Seperti halnya di sebuah toko sepeda yang ada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Toko sepeda bernama Orion ini setiap harinya dijejali masyarakat yang ingin membeli sepeda ataupun sparepart sepeda.

Pantauan detikcom, sedari siang hari tampak puluhan orang mengantre di depan toko tersebut. Bahkan, antrean semakin panjang karena pemilik toko hanya membuka 1 rolling door untuk masuk ke toko tersebut.

Selain itu, setiap pengunjung yang masuk diwajibkan untuk mencuci tangan di sebuah wastafel portabel. Selanjutnya, pengunjung harus menjalani pemeriksaan suhu dan jika tidak melampaui 37,5 derajat maka diperbolehkan masuk.

Tak sampai di situ, di dalam toko pun para pengunjung harus rela mengantre lagi dengan menerapkan physical distancing. Hal tersebut lah yang membuat antrean pembeli sepeda mengular hingga luar toko tersebut.

Pemilik toko sepeda Orion, Julius (27) mengatakan, bahwa peningkatan jumlah pengunjung memang kerap terjadi pasca hari raya Idul Fitri. Namun, setelah itu jumlah pengunjung malah semakin meningkat.

"Mulai ramai yang beli itu setelah lebaran, biasanya setelah lebaran itu semingguan masih ramai. Nah, mulai mau new normal kebetulan tambah banyak," katanya saat ditemui detikcom di toko Orion, Kamis (11/6/2020) petang.

Julius melanjutkan, banyaknya pengunjung mungkin karena mereka ingin meningkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan salah satu yang dipilih adalah bersepeda. Terlebih, bersepeda adalah olahraga yang bisa dilakukan kapanpun dan di manapun.

Menyoal banyaknya pengunjung yang mengular hingga luar toko, Julius tidak mempermasalahkannya. Mengingat hal tersebut untuk mencegah kerumunan di dalam toko. Apalagi dalam sehari ada puluhan orang yang menyambangi tokonya.

"Jadi hanya dibuka 1 (rolling door) itu untuk menerapkan physical distancing, kan itu anjuran pemerintah dan kita ikuti protokol kesehatan. Tujuannya agar jangan sampai ramai-ramai itu malah membahayakan kita dam pembeli," ucapnya.

"Untuk protokol kesehatan sendiri kita sudah sediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, cek suhu dengan thermogun dan di dalam (toko) diterapkan physical distancing," imbuh Julius.

Terkait omzet, Julius mengaku mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mengingat dalam sehari dia mampu menjual puluhan unit sepeda.

"Kalau omzet pasti meningkat lah, sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Karena dalam sehari kita bisa menjual 10 sampai 15 unit (sepeda)," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli sepeda di toko sepeda Orion, Cristin (30) mengaku datang ke Orion untuk membeli satu unit sepeda. Warga Kota Yogyakarta ini rela mengantre karena harga sepeda di toko tersebut lebih miring dibanding toko sepeda lainnya yang ada di Jalan Brigjen Katamso.

"Saya belum lama ini yang ngantre, ini mengantre karena mau beli sepeda seli (sepeda lipat). Sebenarnya tadi sudah keliling (di toko sepeda lainnya) cari yang tidak antre, tapi di sini ternyata harganya lebih miring dan saya putuskan untuk mengantre saja," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar