Rabu, 17 Juni 2020

Pendiri Bukalapak Calon Kuat Direktur Telkom?

 Co-founder dan Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid dikabarkan menjadi salah satu calon direktur di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Telkom sendiri akan menggelar rapat umum pemegang saham pada 19 Juni 2020 mendatang.

Sumber detikcom menyebutkan, Fajrin sudah diwawancarai oleh pihak Kementerian BUMN.

"Dia udah diwawancara sih sama pejabat-pejabat Kementerian BUMN," katanya, Rabu (17/6/2020).

Dia menyebut, wawancara dilakukan pada pekan lalu. Soal adanya kandidat lain, ia mengaku tak tahu.

"Baru minggu lalu (wawancara)," katanya.

Saat dikonfirmasi, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Alex Denni tak berkomentar banyak. Ia hanya meminta agar menunggu keputusan RUPS.

"Tunggu RUPS aja hari Jumat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir bakal melakukan perubahan pengurus Telkom. Erick menyatakan, akan memasukkan direksi yang usianya di bawah 40 tahun.

"Nanti Telkom sendiri salah satu direksinya usianya di bawah 40 tahun seperti yang saya bilang," kata Erick dalam live Instagram IDN Times, Sabtu kemarin (13/6/2020).

Awas! Ancaman Keamanan di Balik Konten Porno Meningkat 2X Lipat

Bila kamu masih mengakses konten porno lewat ponsel, berhati-hatilah. Ancaman keamanan di balik konten di dalamnya terus meningkat.
Hasil penelitian Kaspersky menguak jumlah pengguna ponsel yang diserang oleh konten pornografi tumbuh dua kali lipat pada tahun 2019. Jumlahnya mencapai 42.973 pengguna, naik dari 16.699 pengguna dari 2018.

Menutur Kaspersky konten dewasa menjadi salah satu cara yang paling disukai para pelaku kejahatan siber untuk menginfeksi perangkat. Karena sifatnya yang agak sensitif dan keinginan pengguna menjaga pengalaman tersebut tetap pribadi.

Berbagai skema yang melibatkan phishing, spam, malware dan bahkan berbagai ransomware yang terkait porno memang telah ada selama bertahun-tahun. Hanya saja para pelaku kejahatan cyber tidak berhenti beraksi dan terus memperluas vektor serangan hingga menyempurnakan metode yang digunakan.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai ancaman seluler terkait dengan konten dewasa, Kaspersky sempat memeriksa seluruh file yang disamarkan sebagai video porno serta paket instalasi terkait konten dewasa untuk Android. Selain itu mereka menjalankan 200 tag porno populer terhadap basis data ini.

Analisis menunjukkan hasil untuk 105 tag pada 2018 dan 99 tag pada 2019. Meskipun pada 2019 lebih sedikit tag digunakan untuk menyebarkan ancaman yang disamarkan sebagai porno, jumlah pengguna yang diserang terkait pornografi dan aplikasi tidak diinginkan justru mengalami peningkatan berlipat ganda.

Sebagian besar pengguna menjadi target aplikasi iklan yang terdeteksi sebagai AdWare.AndroidOS.Agent.f, dengan 35,18% pengguna seluler ditargetkan olehnya di tahun 2019. Jenis ancaman ini biasanya didistribusikan melalui berbagai program afiliasi, yang bertujuan untuk menghasilkan uang per instalasi atau pengunduhan aplikasi berbahaya oleh korban.

"Melihat fakta bahwa pengguna kini menjadi lebih mobile, para pelaku kejahatan siber pun berlaku lihat bahwa meskipun distribusi malware PC menurun, malware seluler terus mengalami peningkatan. Meskipun kami belum menyaksikan banyak perubahan dalam teknik yang digunakan oleh para pelaku kejahatan siber, statistik menunjukkan bahwa topik ini tetap menjadi sumber ancaman dan pengguna perlu menyadari hal itu," komentar Dmitry Galov, peneliti keamanan di Kaspersky.

"Segera lah untuk mengambil langkah-langkah demi melindungi akses ke data berharga yang di simpan pada perangkat. Masyarakat tidak lagi dapat mengabaikan bagaimana serangan ini juga telah melanggar privasi pengguna - dengan kebocoran data dan menjual informasi pribadi di pasar gelap dengan biaya sangat
kecil. Para pelaku kejahatan siber sekarang dapat mereferensi silang berbagai database pengguna yang bocor, sehingga mereka menjadi lebih terkonsep dalam persiapan serangan, membuatnya menjadi lebih tepat sasaran dan tentunya lebih efektif," imbuhnya.
https://indomovie28.net/the-evil-inside-her/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar