Demam jadi salah satu gejala dari infeksi virus corona (COVID-19). Biasanya seseorang dikatakan demam bila suhu tubuh melebihi batas normal yaitu di atas 37 derajat celsius.
Cara paling praktis dan akurat yang disarankan untuk mengecek demam adalah dengan menggunakan termometer. Namun, bila tidak ada termometer maka tangan juga bisa digunakan sebagai pengganti sementara untuk mengira-ngira suhu tubuh.
Ada beberapa cara mengecek demam dengan tangan yang disarankan ahli. Berikut penjelasannya seperti dirangkum detikcom dari berbagai sumber:
1. Minta bantuan orang lain
Saat sedang demam kita bisa kesulitan untuk mendapatkan gambaran seberapa panas tubuh. Ini karena bagian kepala mungkin terasa panas namun kaki dan tangan dingin.
Minta bantuan orang lain dengan suhu tubuh normal sebagai pembanding. Minta orang tersebut untuk menyentuh kulitnya terlebih dahulu lalu kulit kita.
2. Pakai belakang tangan
Perawat Rebecca Lee dari RemediesForMe menyarankan memakai punggung tangan bukan telapak tangan untuk mengecek suhu tubuh. Alasannya karena kulit di belakang tangan lebih sensitif terhadap suhu.
"Jangan pakai telapak tangan, karena tidak sesensitif terhadap perubahan suhu dibandingkan kulit di belakang tangan," kata Rebecca seperti dikutip dari The Bustle.
3. Dahi dan leher
Dahi dan leher jadi area yang disentuh untuk mengecek adanya demam. Hanya saja perlu diketahui bahwa kenaikan suhu saat demam sebetulnya terjadi di seluruh tubuh.
Ahli penyakit dalam dr Ehsan Ali, MD, dari Beverly Hills Primary Doctor menjelaskan bila kenaikan suhu tubuh juga dibarengi dengan perasaan lemas maka bisa dipastikan itu demam.
4. Cubit tangan
Tes demam bisa juga dilakukan dengan mencubit tangan. Bila kulit butuh waktu lebih lama untuk kembali ke posisi semula maka bisa jadi itu tanda-tanda dehidrasi. Orang yang demam rentan mengalami dehidrasi.
Penting! Hal-hal yang Bisa dan Tak Bisa Tularkan Virus Corona COVID-19
Virus corona baru menyebar antarmanusia ke seluruh dunia. Virus corona Covid-19 ini diketahui telah menginfeksi orang setidaknya di 60 negara.
Karena virus ini sangat baru, pemahaman para ahli mengenai bagaimana virus ini bisa menyebar pun sangat terbatas. Namun ini beberapa panduan terkait penyebaran virus corona baru Covid-19, dikutip dari New York Times:
Kalau berpapasan dengan orang sakit, apakah saya juga akan terkena?
Kalau kamu sedang mengunjungi tempat publik yang ramai seperti toko, dan kemungkinan ada salah satu yang terinfeksi Covid-19, apakah kamu akan terinfeksi juga? Para ahli sepakat hal itu bisa terjadi namun harus memerhatikan 4 faktor, seperti seberapa dekat kamu, berapa lama kamu berdekatan dengan orang itu, apakah kamu terkena droplet atau tetesan saat dia batuk dan bersin, dan seberapa sering kamu menyentuh wajah. Selain itu, usia dan daya tahan tubuh menjadi faktor utama.
Apa itu droplet?
Gary Whittaker, profesor virologi di Universitas Cornell menjelaskan droplet adalah tetesan yang mengandung partikel virus. Virus tersebut adalah mikroba kecil yang bergantung pada sel. Virus ini tidak bisa kemana-mana kecuali jika ia masih berada di tetesan lendir atau air liur. Tetesan lendir dan air liur ini dikeluarkan dari mulut atau hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, bernapas, dan berbicara.
Virus ini bisa menular jika tetesan virus masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Beberapa ahli percaya kalau bersin dan batuk kemungkinan merupakan bentuk penularan utama.
Berapa meter posisi yang dibilang terlalu dekat?
Christian Lindmeier, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan setidaknya kita harus menjaga jarak satu meter dari orang yang terinfeksi. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan berada dalam jarak 2 meter dengan orang yang terinfeksi juga berisiko.
Berapa lama waktu yang dibilang berisiko untuk berada di dekat orang yang terinfeksi?
Hal ini belum diketahui pasti, namun beberapa pakar sepakat lebih banyak waktu bersama dengan orang yang terinfeksi akan lebih berisiko terkena Covid-19.
https://indomovie28.net/affair-with-a-girlfriends-mom/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar