Selasa, 15 Desember 2020

Ganjar Sontek Jerman hingga China Kembangkan Vokasi di Jateng

 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menaruh perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Dia menilai vokasi menjadi upaya yang ampuh untuk menyerap tenaga kerja di provinsinya.

Menurut Ganjar pembenahan pendidikan vokasi di Indonesia adalah menyelaraskan kebutuhan dari industri dengan kurikulum. Untuk mengetahui itu, Ganjar juga belajar dari Jerman.


"Sebenarnya matching proses ini harus dilakukan. Saya telepon Dubes RI di Jerman, saya tanya di Jerman kan vokasinya sukses banget, itu ternyata karena industrinya bekerja sama dengan SMK di sana," ucapnya dalam Webinar Nasional: Vokasi dan Kekuatan Ekonomi Daerah yang disiarkan CNBC Indonesia TV, Selasa (15/12/2020).


Ganjar juga sempat meminta organisasi di Jerman untuk membantu membenahi SMK di Indonesia. Menurut mereka SMK di Indonesia sudah bagus namun kurikulumnya masih perlu diperbaiki dan tempat praktik yang diperbanyak.


Selain itu Ganjar juga belajar pengembangan vokasi dari China. Bahkan hubungannya sudah lebih jauh, yakni Jateng sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Fujian di China yang dia lihat pendidikan vokasinya sudah begitu maju.


"Saya lihat bagaimana SMK di Fujian itu bekerja sama dengan perusahaan mobil besar Eropa. Bahkan sekolahnya itu gambar logo mobil Eropa itu," ucapnya.


Ganjar menawarkan kepada pihak Fujian untuk bertukar anak magang.

https://cinemamovie28.com/movies/mangga-muda/


China Masih Dominasi Kontribusi Neraca Dagang RI


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja neraca dagang Indonesia masih didominasi oleh kontribusi China pada November 2020. Ekspor dan impor nasional tercacat paling besar ke dan dari negeri Tirai Bambu.

Untuk kinerja ekspor, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan terjadi peningkatan nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 461,8 juta ke China selama bulan November 2020. Setelah China ada negara Malaysia, Pakistan, Jepang, dan India.


"Kalau kita lihat berdasarkan negara tujuan, peningkatan ekspor selama November terjadi untuk tujuan Tiongkok di mana totalnya bertambah US$ 461,8 juta, dan barang utama besi dan baja, bahan bakar mineral," kata Suhariyanto dalam video conference, Selasa (15/13/2020).


Untuk nilai ekspor ke Malaysia, Suhariyanto bertambah sebesar US$ 158,1 juta, ke Pakistan bertambah US$ 128,9 juta, ke Jepang bertambah US$ 124,2 juta, dan India bertambah US$ 87,9 juta.


"Sebaliknya yang mengalami penurunan ke Swiss sebesar US$ 136,4 juta, lalu ke Spanyol, Vietnam, Filipina dan Myanmar juga turun," jelasnya.


Dengan peningkatan dan penurunan kinerja ekspor tersebut, maka pangsa ekspor non migas nasional masih tidak berubah, dikatakan Suhariyanto posisi pertama masih diduduki oleh China dengan share 22,87% atau setara US$ 3,32 miliar. Selanjutnya disusul oleh Amerika Serikat (AS) share-nya sebesar 11,06%, lalu Jepang sebesar 8,18%, dan India sebesar 6,64%.


Sementara untuk negara ASEAN share-nya sebesar 20,86% atau setara US$ 3,03 miliar dan Uni Eropa share-nya sebesar 7,62% atau setara US$ 1,11 miliar.


Sedangkan untuk kinerja impor, BPS mencatat terjadi peningkatan nilai impor dari negeri Tirai Bambu sebesar US$ 1,09 miliar disusul oleh Jepang sebesar US$ 226 juta, Hong Kong sebesar US$ 124,6 juta, Kanada sebesar US$ 92,7 juta, dan Taiwan sebesar US$ 84,9 juta.


Sementara nilai impor Indonesia yang mengalami penurunan sangat dalam, dikatakan Suhariyanto adalah ke Ukraina yaitu sebesar US$ 76,9 juta, lalu Singapura sebesar US$ 65,7 juta, Malaysia sebesar US$ 49,4 juta, Hungaria sebesar US$ 49 juta, dan Uni Emirat Arab sebesar US$ 27,4 juta.

https://cinemamovie28.com/movies/djoerig-salawe/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar