Minggu, 13 Desember 2020

Sindrom Saraf Langka Serang Relawan, Peru Setop Uji Klinis Vaksin China

 Pemerintah Peru menyetop sementara uji klinis fase III vaksin COVID-19 buatan perusahaan China, Sinopharm, setelah relawan mengalami masalah pada saraf.

Institut Kesehatan Nasional Peru pada Jumat (11/12/2020) memutuskan untuk menginterupsi soal jalannya uji klinis karena salah seorang relawan mengalami kesulitan menggerakkan tangan.


"Beberapa hari lalu kami memberikan sinyal, sebagaimana tugas kami seharusnya, kepada pejabat yang berwenang bahwa salah satu peserta uji klinis menampilkan gejala neurologis, yang bisa terkait Guillain-Barre Syndrome (GBS)," kata kepala peneliti, German Malaga, seperti dikutip dari laman CNA .


Sindrom Guillain-Barre merupakan penyakit langka tidak menular yang mempengaruhi pergerakan tangan dan kaki. Pada Juni tahun lalu, Peru sempat menerapkan kondisi kesehatan darurat sementara terkait penemuan beberapa kasus terkait sindrom tersebut.


Pada tahun 1970, program vaksinasi di wilayah Amerika untuk melawan virus flu babi juga sempat dihentikan sementara karena 450 dari orang yang divaksin menderita sindrom tersebut, yang bisa menyebabkan kelumpuhan.


Seharusnya uji klinis vaksin Sinopharm yang melibatkan 12 ribu orang akan selesai pekan ini dengan hasil akan diketahui pertengahan tahun depan.


Jika terbukti berhasil, pemerintah Peru akan membeli 20 juta dosis Sinopharm untuk memvaksinasi hingga dua pertiga populasi mereka.


Saat ini sekitar 60 ribu orang telah disuntikkan vaksin Sinopharm pada uji klinis yang dilaksanakan di Argentina, Rusia, dan Arab Saudi.


Peru sendiri menjadi negara dengan tingkat kematian COVID-19 per-seribu penduduk tertinggi di dunia, yaitu dengan total 36.499 kematian sementara jumlah penduduk terinfeksi melebihi 979 ribu.

https://nonton08.com/movies/gossip-girl/


6 Posisi Seks Penangkal Stres, Paling Disarankan Saat Pandemi


Berbagai pembatasan yang berlaku selama pandemi COVID-19 membuat kadar stres meningkat. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasinya, termasuk mencoba berbavai variasi posisi bercinta pada pasutri.

Pakar seks dan Dr Megan Stubbs mengatakan seks saat liburan tidak hanya meningkatkan keintiman pada pasutri tetapi juga menjadi alternatif meredakan frustrasi. Bonusnya, ada pembakaran kalori yang bisa bikin berat badan lebih terkontrol.


Dikutip dari Bustle, berikut ini beberapa posisi bercinta yang disarankan untuk meredakan stres.


1. Spooning

Sederhananya, posisi menyendok atau spooning adalah posisi memeluk dari belakang. Diklaim paling efektif meredakan stres karena menstimulasi g-spot dengan sangat intens.


2. The Bridge

Posisi The Bridge lumayan menantang, butuh kelenturan yang baik agar tidak mencederai tulang dan persendian. Mungkin karena butuh konsentrasi ekstra agar tidak cedera, posisi ini membuat stres teralihkan untuk sementara waktu.


3. Doggy style

Posisi doggy style diklaim efektif meredakan stres dengan alasan yang sama dengan posisi spooning. Kebetulan posisi ini termasuk salah satu posisi paling populer.


Posisi seks lain yang perlu dicoba adalah Splitter. Seperti apa itu?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://nonton08.com/movies/good-moms-friend-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar