Meski disebut-sebut lebih fleksibel, work from home (WFH) memiliki tantangannya sendiri. Salah satunya bikin susah fokus, sehingga terasa lebih melelahkan secara psikologis.
Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama juga mengalaminya. Dalam perbincangan dengan Eva Chen, direktur kemitraan mode Instagram, Obama mengungkap beberapa tips agar tetap bisa produktif meski kadang susah fokus.
"Nomor satu, pecah menjadi beberapa bagian," kata Obama dikutip dari Make It CNBC.
"saya orang yang percaya bahwa tidak ada sesuatu yang besar dikerjakan sekali waktu, dan tidak ada gunanya cemas soal berusaha melakukan semuanya," lanjutnya.
Menurut Obama, penting untuk punya ekspektasi atau pengharapan yang realistis dibanding berusaha menyelesaikan semua hal. Ia menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri.
"Berapa banyak yang bisa saya kerjakan dalam satu waktu?" katanya.
Tips selanjutnya apa? "Bikin tim, di manapun Anda bisa," saran Obama.
"Sebagian besar hal besar yang kita lakukan dalam hidup, tidak kita kerjakan sendirian, dan belajar bagaimana memiliki support system yang bagus, orang-orang bekerja lebih baik dalam beberapa hal dibanding yang lain," bebernya.
Dicontohkan, semasa jadi presiden Obama memiliki seseorang yang bertanggung jawab terhadap berbagai laporan. Ia mengaku bukan orang yang tertib soal itu.
"Ada beberapa hal yang saya bisa lakukan dengan baik, tapi itu tidak termasuk," katanya.
Saran terakhir yang disampaikan Obama adalah punya selera humor. Pada dasarnya seseorang harus lembut pada dirinya sendiri dan menghindari perfeksionisme.
"Sedikit memaafkan diri sendiri, memahami bahwa tidak ada satupun yang akan sempurna," menurut Obama akan memberikan lebih banyak kesempatan untuk menyelesaikan lebih banyak urusan.
https://nonton08.com/movies/milea/
5 Fakta Alergi Olahraga, Beneran Ada dan Berbahaya
Memilih rebahan dengan alasan alergi olahraga mungkin terdengar mengada-ada. Tapi bagi beberapa orang, kondisi ini sungguh-sungguh ada dan bisa mengancam jiwa.
Sebuah kondisi langka yang dikaitkan dengan alergi olahraga adalah exercise-induced anaphylaxis (EIA). Kondisi ini pertama kali dilaporkan tahun 1979 dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, dan diperkirakan 50 dari 100.000 orang mengalaminya.
"EIA adalah kasus langka yang terjadi saat orang mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa termasuk bersih, ruam, sesak napas, dan syok," jelas Purvi Parikh, MD, ahli alergi di New York University Langone Health, dikutip dari Health.com.
Beberapa fakta alergi olahraga terangkum sebagai berikut.
1. Gejala alergi olahraga
Gejala umum yang dilaporkan adalah seperti alergi pada umumnya, termasuk gatal, biduran, dan bengkak di bawah permukaan kulit atau angioedema. Pada kondisi yang parah, bisa disertai sesak napas dan hilang kesadaran.
2. Penyebab alergi olahraga
Tidak diketahui pasti penyebabnya, tetapi yang jelas bukan karena malas olahraga. Beberapa teori mengaitkannya dengan makanan yang dikonsumsi dalam 3 jam sebelum olahraga, sehingga ada istilah food-dependent exercise-induced anaphylaxis (FDEIA).
Penggunaan obat tertentu seperti anti-inflamasi non steroid (AINS) juga dikaitkan dengan alergi olahraga.
3. Faktor risiko
EIA atau alergi olahraga bisa terjadi pada semua kelompok umur, tetapi paling banyak ditemukan di usia belasan hingga 20-an tahun. Ras tidak berpengaruh, tetapi jenis kelamin mungkin berhubungan dengan risiko. Wanita dilaporkan 2 kali lebih rentan.
4. Tidak berhubungan dengan tingkat kebugaran
Sejauh ini tidak ada kaitan antara tingkat kebugaran dengan risiko EIA atau alergi olahraga. Riwayat dalam keluarga malah lebih mungkin berhubungan.
Bisakah alergi olahraga diobati? Simak di halaman berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar