Senin, 12 April 2021

China Akan Kombinasikan Vaksin Corona Biar Makin Ampuh, Indonesia Ikut?

  Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi ikut menanggapi rencana China mencampurkan penggunaan vaksin Corona demi meningkatkan angka efikasi vaksin.

Menurutnya, pemerintah masih menunggu hasil uji klinis hingga publikasi vaksin Corona tersebut untuk pertimbangan lebih lanjut di pelaksanaan vaksinasi Corona Indonesia.


"Tentang adanya rencana pemerintah china mencampur vaksinnya, kita tunggu saja karena ini kan masih harus melalui berbagai uji klinis untuk memastikan bahwa ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas," bebernya dalam konpers Kementerian Kesehatan RI Senin (12/4/2021).


"Ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas imunogenisitas serta efikasi lebih baik mungkin dibanding kondisi saat ini," lanjutnya.


dr Nadia tak mengesampingkan kemungkinan langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efikasi vaksin Corona yang didapatkan saat ini. Meski begitu, ia menghimbau untuk masyarakat tetap melakukan vaksinasi tanpa melihat jenis atau efikasi vaksin.


"Kita tunggu saja dulu sampai mereka menyelesaikan tahap uji klinisnya sampai dengan tahap publikasi baru kita bisa pertimbangkan apakah jenis tersebut ataupun kebijakan tersebut bisa kita gunakan dalam pelaksanaan vaksinasi kita," katanya.


Diberitakan sebelumnya, China dikabarkan berencana mencampur penggunaan vaksin COVID-19 mereka dengan metode berbeda demi meningkatkan angka efikasi. China mengaku efikasi vaksin Corona mereka selama ini masih rendah dibandingkan vaksin dengan teknologi lainnya.


"Sekarang kami dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi," kata Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China,Gao Fu, dikutip dari AP News.

https://indomovie28.net/movies/the-song-of-grassroots/


China Akui Vaksin Corona Kurang Manjur, Ini Tanggapan Kemenkes RI


Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menanggapi isu kemanjuran vaksin Corona China rendah. Nadia menegaskan vaksin Sinovac masih efektif untuk mencegah penularan.

"Vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan masih cukup efektif untuk menekan laju penularan. Dari uji klinis di Unpad pun angka pembentukan antibodi yang muncul selama uji klinis tahap 3 yakni 95-99 persen artinya sudah sangat baik," jelasnya dalam konpers Kementerian Kesehatan RI Senin (12/4/2021).


Dalam uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, hasil efikasi vaksin Corona Sinovac sebesar 65,3 persen. Vaksin Sinovac juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Jadi kita tunggu saja kelanjutannya. Sementara kita jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan proteksi dengan tidak mendapatkan vaksin yang saat ini kita miliki," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China membeberkan bahwa vaksin Corona buatan negaranya kurang manjur untuk mencegah virus Corona. Pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mencampur beberapa vaksin COVID-19 untuk meningkatkan kemanjuran.


"Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," ucap Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan dalam sebuah konferensi di Chengdu, dilaporkan Reuters, Minggu (11/4/2021).

https://indomovie28.net/movies/darah-daging/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar