Kamis, 06 Februari 2020

Terkenal Sampai Eropa, Apa Kekurangan Gunung Tambora?

Menyajikan Gunung Tambora ke dunia bukanlah hal yang berat. Khususnya di Benua Eropa, kawasan ini sudah memiliki tempat khusus.

Demikian yang dinyatakan Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat membuka Festival Geopark Tambora di Museum Asi Mbojo Kota Bima, pada Selasa (9/4/2019). Zul mengatakan jika di Eropa bahkan ada museum khusus tentang Gunung Tambora.

"Di sana dipamerkan sejarah meletusnya Tambora. Bahkan kekayaan alam dan budaya juga ditampilkan di sana. Karena letusan Tambora punya andil besar terhadap terbentuknya eropa hari ini," ujar Zulkieflimansyah dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (10/4/2019).

Zul juga mencontohkan wisata gunung batu El Spring yang ada di Australia. El Spring banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Padahal, El Spring hanya berupa gunung batu dan suhu di sana pun lebih panas dari suhu di Tambora. Tapi anehnya, banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sana.

"Tambora punya banyak hal yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Bima dan Dompu hanya butuh menghadirkan narasi-narasi yang dapat menarik wisatawan untuk datang. Seperti yang dilakukan di El Spring," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zul memberikan 50 beasiswa kepada putra putri Bima dan Dompu. Mereka yang memenuhi kualifikasi akan belajar geopark di Universitas Padjajaran dan Malaysia.

Wali Kota Bima Muhammad Lutfi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Itu karena telah bekerja keras sehingga terwujud pencanangan Rinjani sebagai geopark internasional dan Tambora menjadi yang ke-5 di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bima Dahlan M Nur menjelaskan bahwa upaya membangun sinergi mewujudkan cita-cita bersama menjadi geopark internasional ke-5 bukanlah hal yang mudah.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam bidang pariwisata di Pulau Sumbawa selama ini antara lain karena terlalu jauhnya bandara dengan beberapa destinasi pariwisata.

Seperti halnya lokasi Tambora, sehingga destinasi wisata di sekitar Tambora yang spot alamnya luar biasa indah tidak terekspose dan tidak bisa dijangkau secara maksimal oleh wisatawan. 

Melihat The Kaldera, Glamping dengan Panorama Spektakuler Danau Toba

Danau Toba punya atraksi wisata baru yang bisa dinikmati traveler mulai Juni mendatang. Inilah The Kaldera, glamping (glamour camping) modern dengan pemandangan luar biasa.

Berkemah di atas gunung tidak selamanya harus dengan kondisi apa adanya. Kini, traveler bisa kemping dengan suasana bintang lima di destinasi cantik Sumatera Utara. Inilah The Kaldera Nomadic Escape.

Lokasinya ada di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. The Kaldera Nomadic Escape berdiri di kawasan The Kaldera Resort seluas 386,7 hektar, dengan luas camping ground mencapai 2 hektar. Fasilitas yang diberikan pun beragam, dijamin seru dan kekinian.

Misalnya saja camping ground dengan tenda ala bohemian yang unik. Di dalamnya, ada sebuah kasur ukuran Queen Bed yang dapat menampung 2 orang. Lengkap dengan kursi dan meja.

Ada juga Bubble Tent, tenda dengan bagian atas transparan. Sangat cocok untuk menginap di atas bukit seperti ini, sembari melihat suasana yang teduh atau pemandangan bintang di malam hari yang gemerlap. Asyik banget!

Tidak usah khawatir jika ingin bersih-bersih. Kawasan The Kaldera juga punya toilet yang cukup bersih dan kering. Ada juga tempat mandi yang disediakan untuk pengunjung.

Selain itu, The Kaldera juga memiliki cabin yang terbuat dari kaca. Jika saat pagi dan sore hari, traveler dapat melihat pemandangan matahari yang menyinari perbukitan dengan cantik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar