Viral sebuah video yang membuat kamu akan tercengang. Seorang pria dengan santainya menggendong buaya yang mengenakan kaus berwarna kuning.
Banyak video-video interaksi manusia dengan hewan yang bisa kamu temukan di sosial media. Terutama interaksi hewan dengan pengasuhnya, seperti anjing, burung-burung, atapun kucing. Sangat menggemaskan.
Namun bagaimana bila kamu memelihara buaya? Lalu kamu memakaikannya baju kaus berwarna cerah dan menggendongnya layaknya seekor kucing? Pemandangan ini bisa kamu temukan di Florida.
Seorang penggguna TikTok bernama Rachel Bowman membagikan sebuah video yang membuat kamu tercengang. Dalam video terlihat seorang pria keluar dari sebuah restoran, lalu dia manggendong seekor buaya yang berada di sebuah restoran.
Why does this sum up Florida so well? ##florida ##justfloridathings ##alligator ##gator ##gatorman ##floridaman
♬ original sound - rachel_bowman
Kejutannya tidak sampai di situ. Buaya yang dia gendong ini mengenakan kaus cerah berwarna kuning. Dan saat di gendong dia menggerakan ekornya layaknya anak anjing yang gembira digendong pemiliknya. Bedanya ini, dia seekor buaya. Kemudian mereka masuk ke restoran.
Usut punya cerita, pria yang menggendong buaya berkaus kuning itu bernama Louie Morehead. Dia adalah pemilik restoran yang terekam dalam video.
Sedangkan buaya yang dia gendong itu adalah peliharaannya yang dia selamatkan dan adopsi waktu buayanya masih kecil. Nama buaya ini adalah Sweetie, kondisinya buta. Kepada media Florida Today, Morehead mengatakan bahwa Sweetie adalah hewan yang tenang dan patuh.
Semenjak dibagikan pada tanggal 8 Juni lalu, video ini telah ditonton di TikTok lebih dari 2,4 juta tayang. Jumlah yang menyukai pun lebih dari 637 ribu pengguna.
Netizen menjadi berfokus kepada buaya yang berkaus kuning ini. Ada yang mengatakan terlihat menggemaskan, namun banyak juga yang tetap mengatakan buaya adalah predator yang menyeramkan. Banyak netizen terhibur, namun mereka tetap takut.
Lagi, Ada Alat Sederhana Pencegah Virus Corona di Kursi Pesawat
Alat yang baru diperkenalkan ini tak terlalu terlihat, sederhana, tampak murah dan mungkin tidak efektif mencegah penyebaran virus Corona. Perusahaan interior pesawat asal Inggris yang memperkenalkannya.
Diberitakan CNN, alat ini dibikin oleh RAS Completions. Pelindung itu diklaim mampu menekan penyebaran virus Corona.
Pelindung atau penyekat ini dirancang untuk dipasang di antara tempat duduk. Alat bernama Personal Protection Window ini sudah diminta persetujuan Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan bila disetujui maka bisa digunakan maskapai dalam beberapa minggu ke depan.
Alat ini dirancang untuk melindungi penumpang dari risiko menyebarnya tetesan air liur dan sejenisnya. Penyekat transparan itu terbuat dari bahan polikarbonat.
Ide dibuat penyekat ini supaya cocok digunakan di setiap pesawat komersial. Alat ini diutamakan untuk menyekat bagian atas kursi ekonomi karena penumpang duduk berdekatan.
RAS Completions menambahkan bahwa pelindung itu tidak akan menghalangi penumpang jika ada keadaan evakuasi darurat. Konsep sederhana adalah yang diutamakan di sini.
Selain sederhana, dengan rupa demikian, perusahaan akan menjualnya dengan harga yang terjangkau alias murah. Fokus produk RAS ini yakni menjaga kesehatan penumpangnya meski penampilannya tak meyakinkan.
RAS Completions telah menghitung biaya produksi pelindung sederhana ini. Hemat adalah faktor utama karena maskapai telah menderita secara finansial karena pandemi virus Corona.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) tidak menyarankan pengosongan kursi tengah pesawat karena itu bukan langkah pencegahan terbaik. Meski demikian, ada perusahaan pembuat kursi pesawat terbang yang melakukan hal itu, yakni Universal Movement dengan Interspace Lite-nya.
Universal Movement bekerja sama dengan Safran untuk membawa kursi Interspace Lite (tanpa kursi tengah) pada akhir musim panas.
Sementara itu, ide lain disodorkan perusahaan Aviointeriors dari Italia. Mereka menyarankan kursi tengah dari deretan tiga kursi ekonomi menghadap ke arah yang berlawanan.
RAS Completions mengakui bahwa sekat pelindung di kursi pesawat ini tak benar-benar melindungi penumpang. Namun, traveler harus diyakinkan agar nyaman terbang kembali.
Karena pelindung ini mudah dipasang dan dilepas, jadi itulah solusi yang cukup baik dan paling bisa menyesuaikan keadaan saat ini yang selalu berubah. Meski demikian, penumpang masih harus memakai masker dan pembersih tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar