Senin, 15 Juni 2020

Lagi, Ada Alat Sederhana Pencegah Virus Corona di Kursi Pesawat

 Alat yang baru diperkenalkan ini tak terlalu terlihat, sederhana, tampak murah dan mungkin tidak efektif mencegah penyebaran virus Corona. Perusahaan interior pesawat asal Inggris yang memperkenalkannya.
Diberitakan CNN, alat ini dibikin oleh RAS Completions. Pelindung itu diklaim mampu menekan penyebaran virus Corona.

Pelindung atau penyekat ini dirancang untuk dipasang di antara tempat duduk. Alat bernama Personal Protection Window ini sudah diminta persetujuan Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan bila disetujui maka bisa digunakan maskapai dalam beberapa minggu ke depan.

Alat ini dirancang untuk melindungi penumpang dari risiko menyebarnya tetesan air liur dan sejenisnya. Penyekat transparan itu terbuat dari bahan polikarbonat.

Ide dibuat penyekat ini supaya cocok digunakan di setiap pesawat komersial. Alat ini diutamakan untuk menyekat bagian atas kursi ekonomi karena penumpang duduk berdekatan.

RAS Completions menambahkan bahwa pelindung itu tidak akan menghalangi penumpang jika ada keadaan evakuasi darurat. Konsep sederhana adalah yang diutamakan di sini.

Selain sederhana, dengan rupa demikian, perusahaan akan menjualnya dengan harga yang terjangkau alias murah. Fokus produk RAS ini yakni menjaga kesehatan penumpangnya meski penampilannya tak meyakinkan.

RAS Completions telah menghitung biaya produksi pelindung sederhana ini. Hemat adalah faktor utama karena maskapai telah menderita secara finansial karena pandemi virus Corona.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) tidak menyarankan pengosongan kursi tengah pesawat karena itu bukan langkah pencegahan terbaik. Meski demikian, ada perusahaan pembuat kursi pesawat terbang yang melakukan hal itu, yakni Universal Movement dengan Interspace Lite-nya.

Universal Movement bekerja sama dengan Safran untuk membawa kursi Interspace Lite (tanpa kursi tengah) pada akhir musim panas.

Sementara itu, ide lain disodorkan perusahaan Aviointeriors dari Italia. Mereka menyarankan kursi tengah dari deretan tiga kursi ekonomi menghadap ke arah yang berlawanan.

RAS Completions mengakui bahwa sekat pelindung di kursi pesawat ini tak benar-benar melindungi penumpang. Namun, traveler harus diyakinkan agar nyaman terbang kembali.

Karena pelindung ini mudah dipasang dan dilepas, jadi itulah solusi yang cukup baik dan paling bisa menyesuaikan keadaan saat ini yang selalu berubah. Meski demikian, penumpang masih harus memakai masker dan pembersih tangan.

RAS Completions telah menghubungi beberapa maskapai dan mereka menunjukkan minatnya. Ada pula maskapai yang masih berhati-hati melihat perkembangan situasi dahulu. Ini adalah solusi jangka menengah. Misal, pemasangannya hanya untuk jangka waktu selama enam hingga 12 bulan.

Tipu Pelanggan, Pemilik Resto Thailand Dihukum 723 Tahun Penjara

Tipu pelanggan, dua pemilik restoran seafood di Thailand dihukumi 723 tahun penjara. Negara ini sering mengeluarkan hukuman penjara yang panjang karena berbagai tuduhan.
Dikutip dari CNN, Apichart Bowornbancharak dan Prapassorn Bawornban menawarkan voucher prasmanan makanan laut dengan harga yang sangat murah kepada pelanggan. Tapi kemudian mereka tak sanggup melayani banyaknya pemesanan sehingga akhirnya restoran ditutup.

Keluhan dan aduan dari pembeli pun datang. Menurut BBC, sekitar 20.000 orang telah membeli voucher, sehingga keseluruhan jumlah pembelian senilai 50 juta baht Thailand atau sekitar Rp 21 miliar.

Restoran seafood bernama Laemgate mulai menjual berbagai voucher makanan yang mengharuskan traveler membayar di muka. Salah satu promosi yang ditawarkan yaitu voucher makan senilai 880 baht atau sekitar Rp 400.000 untuk 10 orang. Menurut pemilik restoran, mereka tidak dapat membeli bahan makanan di pasar untuk memenuhi permintaan pelanggan.

"Tidak mungkin untuk menjual makanan berkualitas tinggi seperti yang diiklankan," kata Jaksa.

Mereka pun menawarkan pengembalian uang kepada konsumen. Sekitar 375 dari 818 konsumen yang mengadu mendapatkan uang mereka kembali. Namun pengaduan diikuti oleh ratusan orang lainnya. Akhirnya, kedua pemilik restoran ditangkap dengan sejumlah tuduhan, termasuk penipuan masyarakat.

Dalam sidang pada Rabu (10/6) keduanya dinyatakan bersalah atas 723 dakwaan dan masing-masing dijatuhi 1.446 tahun penjara. Lalu, setelah mengaku bersalah, hukuman pun dikurangi menjadi 723 tahun. Namun, sesuai dengan hukum yang berlaku di Thailand, mereka hanya menjalani hukuman maksimal 20 tahun.

Tak hanya hukuman penjara, restoran juga didenda 1,8 juta baht atau Rp 800 juta. Selain itu membayar ganti rugi sebesar 2,5 juta baht atau sekitar Rp1,1 miliar kepada korban.
https://indomovie28.net/star/reina-visa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar