Senin, 15 Juni 2020

Studi Baru Temukan Kondisi yang Memperparah Gejala Corona

Beberapa waktu lalu sebuah studi mengatakan golongan darah tipe A lebih rentan alami risiko serius karena Corona. Kini para peneliti dari Yale School of Medicine menemukan pasien virus Corona COVID-19 dengan kadar protein darah lebih rendah berisiko alami kondisi lebih buruk saat terinfeksi.
Studi yang dipublikasikan di medRxiv.org menganalisis tingkat renalase pada 51 pasien Corona di Rumah Sakit Yale New Haven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 pasien dengan tingkat renalase terendah mengalami gejala yang lebih parah dari COVID-19.

Dikutip dari Express UK, renalase adalah hormon enzim yang disekresikan oleh ginjal dan membantu sirkulasi darah serta tekanan darah. Salah satu protein yang melindungi cedera akut, termasuk cedera iskemik pada ginjal dan jantung adalah renalase.

Studi ini menemukan bahwa 84 persen pasien COVID-19 dengan tingkat renalase rendah lebih membutuhkan ventilator. Dibandingkan dengan 50 persen dari mereka dengan yang memiliki kadar renalase tinggi.

"Kami ingin menyelidiki apakah memberi pasien agonis protein renalase dapat meningkatkan hasil," kata Dr Gary Desir, ketua kedokteran internal di Yale School of Medicine yang juga penulis penelitian tersebut.

Bahkan pasien dengan tingkat renalase yang lebih rendah disebut lebih berisiko alami kondisi fatal hingga kematian saat dirawat di rumah sakit. Meski begitu kabar baiknya, vaksin Corona di berbagai negara melaporkan perkembangan baik, mulai dari tersedia di bulan September mendatang hingga ada yang sudah memasuki uji coba tahap ketiga.

Bukan Malam Hari Lho, Ini 3 Waktu Terbaik untuk Bercinta

Melakukan hubungan seks dengan pasangan merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Pada dasarnya tidak ada waktu yang benar-benar mengatur kapan harus melakukan hubungan seksual.
Meskipun begitu, memilih waktu yang tepat untuk berhubungan seks dapat meningkatkan kepuasan kamu dan pasangan. Dikutip dari Women's Health Mag, ini 3 waktu terbaik melakukan hubungan seksual.

Pagi hari
Seorang pakar seks Jessica O'Reilly, PhD, menyebut pagi hari sebagai waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. Salah satu alasannya adalah meningkatnya hormon testosteron di pagi hari.

"Tidak hanya hormon testosteron dan energi yang lebih tinggi di pagi hari, tetapi terdapat peningkatan oksitosin. Hal ini berpengaruh terhadap endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati kamu," kata Jessica.

Setelah berolahraga
Studi yang dilakukan University of Texas menemukan bahwa melakukan olahraga seperti bersepeda selama 20 menit dapat meningkatkan aliran darah. Pada wanita aliran darah ke daerah genitalnya mencapai 169 persen lebih tinggi bila dibandingkan tidak berolahraga. Tak hanya itu, setelah berolahraga hormon testosteron juga meningkat lebih tinggi.

Saat stres
Salah satu manfaat melakukan hubungan seks adalah menurunkan tingkat stres seorang. Jadi salah satu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks adalah ketika stres.

"Studi menunjukkan, seks dan bentuk kasih sayang fisik lainnya, seperti berpegangan tangan dapat meningkatkan suasana hati kamu dan menurunkan tingkat stres," kata Jessica.
https://indomovie28.net/cast/alison-lohman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar