Melakukan hubungan seks dengan pasangan merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Pada dasarnya tidak ada waktu yang benar-benar mengatur kapan harus melakukan hubungan seksual.
Meskipun begitu, memilih waktu yang tepat untuk berhubungan seks dapat meningkatkan kepuasan kamu dan pasangan. Dikutip dari Women's Health Mag, ini 3 waktu terbaik melakukan hubungan seksual.
Pagi hari
Seorang pakar seks Jessica O'Reilly, PhD, menyebut pagi hari sebagai waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. Salah satu alasannya adalah meningkatnya hormon testosteron di pagi hari.
"Tidak hanya hormon testosteron dan energi yang lebih tinggi di pagi hari, tetapi terdapat peningkatan oksitosin. Hal ini berpengaruh terhadap endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati kamu," kata Jessica.
Setelah berolahraga
Studi yang dilakukan University of Texas menemukan bahwa melakukan olahraga seperti bersepeda selama 20 menit dapat meningkatkan aliran darah. Pada wanita aliran darah ke daerah genitalnya mencapai 169 persen lebih tinggi bila dibandingkan tidak berolahraga. Tak hanya itu, setelah berolahraga hormon testosteron juga meningkat lebih tinggi.
Saat stres
Salah satu manfaat melakukan hubungan seks adalah menurunkan tingkat stres seorang. Jadi salah satu waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks adalah ketika stres.
"Studi menunjukkan, seks dan bentuk kasih sayang fisik lainnya, seperti berpegangan tangan dapat meningkatkan suasana hati kamu dan menurunkan tingkat stres," kata Jessica.
Benarkah Mutasi Membuat Virus Corona Lebih Mudah Menular?
Para peneliti di Florida mengatakan virus Corona COVID-19 telah bermutasi dan membuat lebih mudah menginfeksi sel manusia. Disebutkan, jika temuan ini dapat dikonfirmasi lebih lanjut, dapat memperkuat dugaan mutasi Corona yang menyebabkan pandemi belum juga berakhir.
Para peneliti di Scripps Research Institute di Florida mengatakan mutasi SARS-CoV-2 mempengaruhi protein spike. Protein spike pada virus merupakan struktur yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel tubuh inangnya.
"Virus dengan mutasi ini jauh lebih menular daripada virus yang tidak memiliki mutasi dalam sistem kultur sel yang kami gunakan," kata virolog Scripting Research Hyeryun Choe, yang membantu memimpin penelitian ini, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.
WHO sebelumnya meyakini mutasi virus Corona COVID-19 tidak akan mempengaruhi kemanjuran vaksin yang sedang dikembangkan. Pekan lalu, WHO juga mengatakan mutasi tidak membuat virus Corona lebih mudah menular, juga tidak membuat virus Corona lebih mungkin menyebabkan penyakit serius.
Choe dan rekannya menjalankan serangkaian percobaan di laboratorium. Di mana mutasi yang disebut D614G dalam penelitiannya ditemukan lebih mudah untuk masuk ke dalam sel. Makalah penelitian itu juga dikirimkan Choe dan timnya ke William Haseltine, seorang ahli virologi, dari perusahaan bioteknologi dan ketua Access Health International.
"Ini penting karena menunjukkan virus dapat berubah, memang berubah untuk keuntungannya dan mungkin merugikan kita," kata Haseltine kepada CNN.
"Suatu saat di pertengahan Januari, ada perubahan yang memungkinkan virus Corona menjadi lebih menular. Itu tidak berarti lebih mematikan. Itu membuatnya sekitar 10 kali lebih menular," jelas Haseltine.
https://indomovie28.net/cast/sasuke-otsuru/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar