Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Rabu (17/6/2020) sudah ada 41.431 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, ada 16.243 pasien yang sembuh sementara 2.276 lainnya meninggal dunia.
Berikut wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 17 Juni.
1. Kalimantan Utara
2. Sulawesi Tengah
3. Nusa Tenggara Timur
4. Gorontalo
Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:
1. Jawa Timur = 225 kasus
2. DKI Jakarta = 127 kasus
3. Jawa Tengah = 115 kasus
4. Kalimantan Selatan = 86 kasus
5. Sulawesi Selatan = 84 kasus
6. Bali = 47 kasus
7. Kalimantan Tengah = 45 kasus
8. Sumatera Selatan = 42 kasus
9. Jawa Barat = 41 kasus
10. Sulawesi Utara = 35 kasus
Update Corona di Indonesia 17 Juni: 41.431 Positif, 16.243 Sembuh, 2.276 Meninggal
Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Rabu (17/6/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 41.431 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 16.243 dan yang meninggal menjadi 2.276.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Rabu (17/6/2020):
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.031 menjadi 41.431.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 540 menjadi 16.243.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 45 menjadi 2.276.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Selasa (16/6/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 40.400 dengan 15.703 di antaranya sembuh dan 2.231 meninggal.
Studi Sebut Orang Berusia di Bawah 20 Tahun Lebih Mungkin Terpapar Corona
Sebuah penelitian yang dilakukan ahli epidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine menunjukkan bahwa orang-orang di bawah usia 20 tahun lebih mungkin terpapar virus Corona COVID-19, dibanding kelompok usia lainnya.
Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Nature Medicine ini menunjukkan empat dari lima anak muda yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Hal ini bisa memberikan pertimbangan pada pemerintah untuk membuka kembali sekolah dan perguruan tinggi.
Para ahli mengembangkan model transmisi COVID-19 berbasis usia, perkiraan infeksi, dan tingkat keparahan dari enam negara, yaitu Kanada, China, Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Singapura. Hasilnya, mereka menyimpulkan orang berusia di bawah 20 tahun kurang berisiko jatuh sakit daripada orang di atas 20 tahun.
Mereka juga menemukan variasi yang luas pada kasus-kasus bergejala berdasarkan usia. Hanya 21 persen anak muda yang berusia antara 10-19 tahun yang berpotensi menunjukkan gejala, sementara 69 persennya dialami oleh mereka yang di atas 70 tahun.
Mereka pun melakukan simulasi virus Corona di 146 ibu kota di seluruh dunia, untuk melihat efek penutupan sekolah terhadap penyebaran virus. Hasilnya, penutupan sekolah hanya sedikit berpengaruh dalam menghentikan penyebaran COVID-19, tidak seperti wabah influenza yang berkurang banyak.
"Membuka kembali sekolah atau tidak saat ini menjadi pertanyaan yang rumit. Kami telah memberikan beberapa bukti yang menunjukkan indikasi penurunan kerentanan COVID-19 pada anak," kata seorang peneliti, Rosalind Eggo, yang dikutip dari AFP, Rabu (17/6/2020).
Dari penelitian tersebut menunjukkan gejala COVID-19 menjadi lebih parah pada pasien yang lebih tua. Pada anak-anak hanya ada sedikit kasus dan lebih sedikit menunjukkan gejala.
Salah satu penulis studi ini, Nicholas Davies, mencatat bahwa studi ini tidak memungkinkan untuk mengetahui sejauh mana kasus asimptomatik tidak menular. Menurutnya, dari beberapa bukti ada yang menyatakan bahwa orang asimptomatik maupun yang bergejala tentu berpotensi menular.
https://indomovie28.net/sword-art-online-alicization-episode-12-subtitle-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar