Ilmuwan dari berbagai negara kini tengah berlomba-lomba dalam membuat vaksin Corona. Namun, seorang ahli dari Perancis merasa pesimis vaksin Corona yang efektif 100 persen membasmi COVID-19 akan tersedia pada 2021.
Ahli tersebut bernama Arnaud Fontanet, ia merupakan seorang pakar epidemiologi dari Perancis yang juga aktif memberi saran kepada pemerintah dalam penanganan COVID-19. Menurutnya, masih sangat kecil kemungkinnya vaksin yang direncanakan tersedia pada tahun depan akan ampuh melawan virus Corona.
"Vaksin butuh waktu pengembangan selama bertahun-tahun," kata Fontanet dalam perbincangan di televisi BFMTV, dikutip dari AFP.
"Tentu saja, ada banyak upaya baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam mengembangkan vaksin. Tetapi, saya akan terkejut jika kita memiliki vaksin yang efektif pada 2021," lanjutnya.
Karena itu, ia memperingatkan warga untuk lebih serius lagi dalam menjaga jarak sosial. Sebab, akhir dari krisis pandemi ini masih sangat jauh.
Masker Bedah Kurang Rapat Menutup Wajah? Tips Viral Ini Mungkin Berguna
Saat ini, masker kain lebih dianjurkan dibanding masker medis. Namun dalam kenyataan, masker bedah masih banyak dipakai dalam keseharian karena praktis dan tidak selangka di awal-awal pandemi.
Meski material yang digunakan punya kemampuan filtrasi yang baik, kenyataannya masker bedah tidak selalu bisa menutupi hidung dan mulut dengan sempurna. Hampir selalu ada celah yang memungkinkan kuman keluar masuk ke sistem pernapasan.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, seorang dokter gigi Olivia Cui membagikan tips menggunakan masker bedah agar bisa menutup dengan sempurna. Tips ini mungkin berguna bagi mereka yang mengandalkan masker bedah.
Pertama, Cui menyarankan untuk membuat simpul dengan loop atau tali pengait di kedua sisi. Simpul dibuat sedekat mungkin dengan kain filter. Dalam video tersebut, Cui menunjukkan masker bedah jadi lebih rapat menutupi hidung dan mulut.
DKI-Jatim Tertinggi, Ini Sebaran 1.282 Kasus Baru Corona RI Per 13 Juli
Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Hari ini ada 1.282 kasus baru positif sehingga total sudah 76.981 kasus. Hingga Senin (13/7/2020), ada sebanyak 36.689 pasien sembuh dan 3.656 meninggal dunia.
"Kita dapatkan hasil positif terkonfirmasi sebanyak 1.282 orang, sehingga akumulasi totalnya menjadi 76.981," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Senin (13/7/2020).
Berikut detail sebaran virus Corona di Indonesia per 13 Juli:
DKI Jakarta: 281
Jawa Timur: 219
Sulawesi Selatan: 124
Jawa Tengah: 100
Papua: 98
Kalimantan Selatan: 72
Jawa Barat: 83
Bali: 62
Sumatera Selatan: 50
Sumatera Utara: 44
Kalimantan Tengah: 26
Maluku: 26
Nusa Tenggara Barat: 23
Sulawesi Utara: 20
Maluku Utara: 13
DI Yogyakarta: 8
Sulewesi Tenggara: 7
Banten: 6
Kalimantan Barat: 5
Kalimantan Timur: 5
Gorontalo: 4
Riau: 3
Kalimantan Utara: 1
Lampung: 1
Sulawesi Barat: 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar