Rabu, 08 Juli 2020

Pengguna iPhone Protes Baterai Boros Saat Update iOS 13.5.1

 Apple meluncurkan iPhone 11 dengan peningkatan daya tahan baterai yang lebih besar dibanding sebelumnya. Namun pembaruan software Apple dilaporkan mengacaukan performa sumber daya itu.
Terpantau banyak keluhan di komunitas Apple setelah mereka melakukan pembaruan iOS 13.5 dan 13.5.1, di mana mereka memperhatikan bahwa terjadi konsumsi baterai pada iPhone yang sangat buruk.

Dilansir detikINET dari Ubergizmo, borosnya baterainya juga terjadi bahkan saat background aplikasi dinonaktifkan yang mana seharusnya hal tersebut bisa membantu menghemat masa pakai baterai.

"Update perangkat lunak ke 13,5 dan baterai terkuras sangat cepat. Saya memiliki baterai penuh dan mencari sesuatu secara online selama 10 menit dan terkuras hingga 71% Dapatkah saya kembali ke versi sebelumnya?" protes seorang pengguna.

Untuk saat ini, satu-satunya cara untuk memperbaiki masalah ini adalah pengguna pergi ke aplikasi dalam ponsel lalu menonaktifkan background app refresh. Cara ini tidak ideal karena artinya untuk aplikasi tertentu, pengguna harus menunggu untuk refresh setiap kali alih-alih memiliki informasi yang siap saat dibuka.

Namun, cara ini harus dilakukan sampai Apple benar-benar merilis pembaruan yang akan mengatasi masalah tersebut.

Direktur FBI: China Sering Mencuri Lewat Serangan Siber

 Sudah lama Amerika Serikat menuding China di belakang berbagai serangan siber dan aksi mata-mata. Direktur FBI, Christopher Wray, pun mengecam keras serangan tersebut karena sangat merugikan Negeri Paman Sam.
Ia menyebut potensi kerugian ekonomi akibat serangan siber China nyaris tak bisa dihitung. China ditudingnya mengincar inovasi Amerika dengan cara mencuri lewat serangan siber.

"Untuk mencapai tujuannya dan melampaui Amerika, China mengaku perlu membuat lompatan dalam teknologi canggih, tapi fakta menyedihkannya adalah, ketimbang bekerja keras untuk inovasi, China sering mencuri properti intelektual Amerika," cetus Wray.

"Kemudian mereka menggunakannya untuk berkompetisi melawan perusahaan Amerika yang menjadi korbannya sehingga mereka dua kali curang," klaim Wray, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

Wray mengaku tidak tahu pasti berapa kerugian finansial yang diakibatkan serangan siber itu, tapi menurutnya luar biasa. Walau demikian, bukan berarti Amerika akan bertindak membabi buta terhadap China.

"Menghadapi ancaman ini secara efektif tidak berarti kita tidak berbisnis dengan China, melarang pengunjung China, tidak menerima mahasiswa China atau berdampingan dengan mereka di panggung dunia," lanjut Wray.

"Hal itu berarti bahwa ketika China melanggar hukum kriminal kita dan norma internasional, maka kita tidak akan menoleransinya," tambahnya soal upaya menangkal ancaman serangan siber China.

Ini Cara Registrasi Netflix dan Tarif Langganannya

 Kendati Telkom Grup telah membuka akses Netflix, bukan berarti pelanggan IndiHome dan Telkomsel dapat menikmati layanan video streaming ini secara gratis. Ada cara untuk registrasi Netflix terlebih dulu dan berlangganan.
Untuk cara registrasi Netflix dapat dilakukan di ponsel atau komputer.

Ponsel
1. Download dan install aplikasi Netflix

2. Tekan Try it Now

3. Pilih paket berlangganan, yakni Mobile, Basic, Standard dan Premium

4. Masukan email dan buat password yang diinginkan

5. Masukan data kartu kredit atau debit untuk pembayaran biaya berlangganan

5. Centang I Agree diikuti Start Membership

Komputer
1. Akses www.netflix.com di browser

2. Masukan alamat email dan kombinasi password yang diinginkan

3. Pilih paket berlangganan

4. Pilih opsi pembayaran dengan memasukkan data kartu kredit atau debit

5. Centang I Agree dan tekan Start Membership

Tarif Berlangganan
Netflix menyediakan empat skema biaya berlangganan. Perbedaan dari kualitas resolusi video yang ditampilkan dan jumlah perangkat yang digunakan.

Berikut tabel perbandingannya tarif langganan Netflix
https://nonton08.com/a-taxing-woman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar