Penguin zaman purbakala yang dulu hidup di sekitar Amerika Serikat (AS) dan Jepang diperkirakan punya tinggi sekitar 182 cm, melebihi rata-rata tinggi manusia.
Plotopterid, nama hewan ini, memiliki paruh panjang, sayap seperti sirip dan hidup 37 juta tahun yang lalu. Meski perawakannya mirip penguin, ilmuwan mengelompokkan mereka lebih dekat dengan jenis burung kormoran.
Dikutip dari The Sun, plotopterid punya fitur tubuh mirip dengan penguin Selandia Baru yang hidup 62 juta tahun lalu, namun fosilnya ditemukan di Amerika Utara dan Jepang.
"Mereka berevolusi dalam hemisfer yang berbeda, tetapi kita akan kesulitan untuk membedakannya," kata Dr Paul Scofield dari Canterbury Museum, Selandia Baru.
"Plotopterid tampak seperti penguin, mereka berenang seperti penguin, mereka juga kemungkinan besar makan seperti penguin, tapi mereka bukan penguin," sambungnya.
Baik penguin maupun plotopterid memiliki paruh panjang dengan lubang hidung seperti celah, tulang dada dan bahu yang serupa dan menggunakan sayap mereka untuk mendorong diri di bawah air saat mencari makanan.
"Menyelam dengan sayap cukup jarang dilakukan burung, kebanyakan burung yang berenang menggunakan kaki mereka," kata Dr Gerald Mayr dari Natural History Museum.
Mayr menyebut, para peneliti berpendapat bahwa penguin dan plotodopterid sama-sama memiliki nenek moyang yang di dulunya bisa terbang dan terjun dari udara ke dalam air untuk mencari makanan.
"Namun seiring waktu, spesies nenek moyang ini menjadi lebih jago berenang dan berkurang kemampuan terbangnya," tutupnya.
Xiaomi Rilis Mi TV Master, Pakai Panel OLED
- Xiaomi merambah pasar TV premium dengan merilis Mi TV Master, sebuah televisi 4K dengan panel OLED dan punya ukuran layar 65 inch.
Tak cuma itu teknologi yang ada di Mi TV Master, Xiaomi juga menggunakan panel yang punya refresh rate 120Hz yang mendukung teknologi variable refresh rate. Lalu ada juga Automatic Low Latency Mode, yang jika diaktifkan bakal menurunkan latensi inputnya menjadi 1ms.
Panel yang dipakai ini punya akurasi warna 98,5% DCI-P3 color gamut, tingkat kecerahan maksimal 1.000 nits, dan Dolby Vision, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Senin (6/7/2020).
Selain spesifikasi yang memukau, bodi Mi TV Master juga menawan dengan bezel 4,6mm di setiap sisinya yang membuat rasio bodi ke layarnya mencapai 98,8%. TV ini juga punya gaming mode dan juga MEMC motion compensation.
Xiaomi mengklaim TV ini juga dilengkapi APU neural network yang bisa mengatur kualitas gambar yang ditampilkan tiap pixelnya secara otomatis. Secara teoritis, fitur ini bisa memberikan lebih dari 20 peningkatan kualitas gambar serta 5 pengaturan gambar utama.
Soal audio, di kiri dan kanannya ada speaker yang masing-masing bertenaga 12,5W, serta dua 'surround speaker' 10W serta subwoofer 20W. Speaker ini mendukung Dolby Audio, DTS Audio, dan juga empat mikrofon untuk mengaktifkan asisten digital Xiao AI.
Sebagai otaknya, Mi TV Master menggunakan chip Mediatek MT9650 yang punya CPU quad core dan GPU Mali-G52 MC1. RAM-nya adalah 3GB dengan storage 32GB, sementara portnya ada 3 HDMI, dua USB, S/PDIF, LAN, dan dukungan WiFI AC 2,4GHz, 5GHz, dan Bluetooth 5.0.
Mi TV Master 65 inch sudah bisa dipesan di China lewat situs resmi Xiaomi dengan harga sekitar USD 1.840 atau Rp 26,7 juta. Jauh lebih tinggi dibanding televisi Xiaomi pada umumnya, namun sejauh ini televisi dengan panel OLED memang harganya jauh lebih tinggi dibanding televisi dengan panel lain.
https://nonton08.com/sword-art-online-alicization-war-of-underworld-episode-4/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar