Realme berencana menambah portfolio perangkat internet-of-thing (IoT) di Indonesia dengan memboyong televisi pintarnya. Selain itu ada yang tak kalah menarik, vendor asal China ini memastikan akan merilis HP yang punya baterai 6.000 mAh.
Hal tersebut diungkap langsung Palson Yi, Marketing Director realme Indonesia saat diskusi Trend Tech Talk yang digelar secara virtual, Jumat (17/7/2020). Hanya saja dia belum mau mengungkap ponsel apa yang di maksudkan.
"Mulai minggu depan akan saya beberkan fitur apa saja yang dibawa ponsel ini. Dapat saya pastikan ponsel ini tidak hanya membawa baterai besar, tapi juga solusi pengisian cepat," katanya.
Perangkat ini akan menjadi ponsel Realme pertama yang mengusung baterai 6.000 mAh. Kehadirannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang punya mobilitas tinggi.
"Banyak orang menanyakan baterai besar. Karena seperti di Indonesia, banyak yang kerja di luar, seperti driver Gojek dan Grab. Karena segera kami luncurkan ponsel dengan baterai 6.000 mAh," terang Palson.
Untuk Realme Smart TV sendiri direncanakan mendarat di Indonesia pada semester kedua 2020. Hanya saja terkait ukuran dan resolusinya belum dipastikan, sebab Realme mengaku masih mempelajari pasar.
"Sampai saat ini masih dipelajari. Kami tengah buat riset ukuran berapa yang tepat untuk pasar Indonesia," ujar Palson.
Internet IndiHome Gangguan, Ada Ganti Rugi ke Pelanggan?
Telkom segera melakukan upaya pemulihan jaringan mengatasi gangguan yang menyebabkan internet IndiHome mati. Apakah ada kompensasi bagi pelanggan yang terdampak?
detikINET mencoba mengonfirmasi mengenai kemungkinan adanya ganti rugi pada pelanggan IndiHome terkait kejadian ini kepada Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo.
"Telkom punya Service Level Guarantee (SLG) dengan pelanggan. Gangguan ini ada dalam SLG tersebut," singkatnya dalam pesan tertulis kepada detikINET, Jumat (17/7/2020).
Namun tidak dijelaskan lebih lanjut seperti apa dan bagaimana bentuk kompensasi yang dijanjikan ada dalam ketentuan Service Level Guarantee (SGL) tersebut.
Sebelumnya, Telkom menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya gangguan yang menyebabkan internet IndiHome mati di beberapa wilayah.
Telkom mengonfirmasi adanya gangguan yang terjadi sekitar pukul 08.55 WIB di perangkat transmisi. Gangguan yang diklaim berlangsung selama 5 menit ini mengakibatkan menurunnya kualitas layanan sebagian pelanggan IndiHome di beberapa wilayah.
"Kami akan terus memantau dampak dan proses pemulihan layanan IndiHome secara keseluruhan. Telkom senantiasa berupaya meningkatkan kualitas layanan demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan," kata Arif.
Akun Twitter Donald Trump Tak Ikut Diretas, Kok Bisa?
Banyak akun Twitter milik orang terkenal menjadi korban peretasan, namun akun milik Presiden AS Donald Trump tak masuk dalam daftar tersebut. Kok bisa?
Padahal, korban peretasan itu tak kalah tenar dibanding Trump, seperti mantan presiden AS Barack Obama, Joe Biden, Elon Musk, dan Bill Gates. Akun milik Trump bisa selamat karena Twitter menambahkan perlindungan tambahan pada akun tersebut.
Dilansir The New York Times, Jumat (17/7/2020), Twitter menambahkan perlindungan ekstra untuk akun Trump setelah beberapa insiden yang terjadi sebelumnya. Informasi ini berasal dua sumber anonim, seorang pejabat White House dan seorang pegawai Twitter.
Tak dijelaskan insiden yang dimaksud, namun kemungkinan yang dimaksud adalah kejadian pada 2 November 2017, di mana ada seorang pegawai Twitter yang mematikan akun milik Trump pada hari terakhirnya di Twitter. Akun Trump itu aktif kembali 11 menit kemudian.
Sehari setelah kejadian tersebut, Twitter mengaku mengimplementasikan perlindungan tambahan agar kejadian serupa tak terjadi kembali. Sementara menurut Wall Street Journal, saat itu Twitter sudah membatasi jumlah pegawainya yang bisa mengakses akun Trump.
Para pegawai Twitter itu bisa mematikan akun, namun mereka tak bisa 'menyusupkan' kicauan lewat akun tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Twitter menyebut peretasan terhadap akun Bill Gates dan sejumlah orang terkenal lain terjadi karena sistem internal mereka dibobol oleh hacker, dan memastikan bahwa peretasan ini tidak akan bisa terjadi tanpa akses kepada tools milik perusahaan dan akses pegawai.
"Kami mendeteksi apa yang kami percayai sebagai serangan rekayasa sosial terkoordinasi oleh orang yang telah sukses menargetkan beberapa pegawai kami yang memiliki akses kepada sistem dan tools internal," tulis Twitter Support dalam cuitannya.
https://cinemamovie28.com/cintapuccino/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar