Sabtu, 11 Juli 2020

Viral Kisah Nenek Keliru Beli Kondom Ukuran Jumbo Dikira Teh

 Seorang nenek berusia 76 tahun dari Inggris, Rosemarie Riley, viral di media sosial setelah dirinya keliru membeli paket kondom ukuran jumbo. Ia menyangka barang yang dibeli di supermarket tersebut teh akibat tak pakai kacamata.
Kekeliruan ini pertama kali diketahui oleh sang suami, John, yang penasaran mengapa ia menghabiskan uang 18 pound atau sekitar Rp 300 ribu untuk kondom.

"Saya merasa malu. Tapi suami saya lebih kesal karena saya menghabiskan 17 pound untuk kondom ini," kata Rosemarie seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (27/2/2020).

Pada akhirnya Rosemarie meminta cucunya, Gemma, untuk mengembalikan kondom ke toko.

Di Facebook, Gemma bercerita tentang kisah yang dilalui sang nenek. Unggahannya sudah dibagikan lebih dari 9.000 kali dengan sebagian besar netizen menganggap ini kejadian yang lucu.

"Nenek saya mengira ini adalah kotak teh dan cucunya yang luar biasa mendapat tugas harus mengembalikannya. Jadi buat siapa saja yang melihat saya sedang mengembalikan ini, tolong jangan mengira yang tidak-tidak," canda Gemma di Facebook.

Pasien Pulih Corona Kembali Dinyatakan Positif Melalui 'Anal Swab'

Pasien yang dipulangkan dari rumah sakit di Guangdong, China Selatan, kembali positif setelah dinyatakan sembuh dari virus corona COVID-19. Tes menunjukkan bahwa pasien ini kemungkinan masih membawa virus.
Menurut sebuah laporan yang dikutip dari Straits Times, Song Tie, wakil direktur Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Guangdong, tidak secara detail menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Ia juga tidak bisa memastikan apakah pasien ini masih berpotensi menularkan virus.

Namun menurut penilaian awal, para ahli ini percaya jika pasien memang belum sepenuhnya sehat dari infeksi paru-paru mereka. Pedoman dari Komisi Kesehatan Nasional menyatakan kalau pasien dapat dianggap pulih jika ia sudah melakukan tindakan swab tenggorokan atau hidung dengan hasil negatif dalam dua tes berturut-turut.

Direktur unit perawatan intensif Rumah Sakit Rakyat Guangzhou melaporkan, 13 pasien yang sebelumnya dinyatakan pulih, melakukan tes ulang dan menunjukkan hasil positif. Namun, tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala.

Cai Weiping, direktur Divisi Penyakit Menular, menjelaskan bahwa hasil positif dari pasien yang sebelumnya pulih ini ditemukan dari anal swab menunjukkan hasil 'lemah positif'. Metode ini memang jarang digunakan, dan tidak sesuai dengan Pedoman Perawatan Nasional. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kedokteran Guangzhou juga menemukan bahwa virus ada dalam sampel tinja, yang disebut sebagai jalur penularan baru.

"Masih belum jelas apakah virus yang terdeteksi pada pasien yang dipulihkan masih aktif untuk menularkan virus," kataCai.

Virus Corona Terdeteksi 'Hadir' di Seluruh Benua kecuali Antartika

Brazil yang berada di benua Amerika Selatan pada hari Rabu (26/2) mengonfirmasi kasus pertama virus corona (COVID-19). Ini artinya virus sudah hadir di seluruh benua kecuali Antartika yang minim penghuni.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyebut wabah virus corona sebagai pandemi. Namun beberapa ahli berpendapat dengan kehadiran virus di benua Amerika Selatan penyakit ini semakin mendekati definisi pandemi.

Salah satu direktur untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Nancy Messonnier, menjelaskan ada beberapa kriteria untuk suatu situasi bisa jadi pandemi. Pertama virus harus menyebabkan penyakit serius termasuk kematian dan kedua menyebar antarmanusia.

"Dengan semakin banyak penyebaran di antara komunitas negara-negara terdeteksi, dunia semakin dekat memenuhi kriteria ketiga: penyebaran virus baru ke seluruh dunia," kata Nancy seperti dikutip dari CNN, Kamis (27/2/2020).

Di benua Afrika ada Algeria dan Mesir yang mengonfirmasi kasus virus corona. Di benua Asia negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Iran jadi sorotan karena kasus yang tinggi. Italia jadi pusat wabah virus corona di Eropa. Sementara Amerika Utara melaporkan 59 kasus dan Australia 22 kasus virus corona.

Saat ini dunia melaporkan sudah ada lebih dari 80 ribu kasus virus corona yang sudah terkonfirmasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah kasus baru belakangan lebih banyak datang dari luar China.
https://nonton08.com/womens-boarding-house-4-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar