Kamis, 06 Mei 2021

'Body Goals' Tapi Masih Doyan Sahur Mi Instant, AHY Bongkar Rahasianya

 Di usia 42 tahun, perawakan Agus Harimurti Yudhyono atau AHY bisa dibilang masih 'body goals' banget. Selain tentunya rajin olahraga, AHY punya pantangan makan nggak sih?

"Kalau makan, saya sebetulnya makan segala ya," kata AHY, ditemui di markas detikcom, Rabu (5/5/2021).


"Saya sendiri kalau buka puasa pasti ada gorengan. Kalau pagi-pagi sahur pun, bosen makan yang gitu-gitu saja saya akhirnya makan mi instant," lanjut AHY.


Bagi AHY, keseimbangan adalah kunci hidup sehat. Makan apa saja nggak masalah, tapi harus diimbangi juga dengan olahraga yang cukup dan teratur. Ia kembali menegaskan, tidak punya pantangan apapun soal makanan.


"Cuma ya jangan terlalu banyak. Gorengan secukupnya, makan nasi karbohidrat secukupnya," pesannya.


Soal olahraga, AHY mengaku tidak setiap hari punya waktu untuk olahraga. Namun sekurang-kurangnya, ia menyempatkan 3 kali seminggu untuk 'cari keringat' demi menjaga kebugaran.


"Bukan hanya penampilan, stamina kita juga berkurang kalau kita nggak olahraga," tandasnya.

https://indomovie28.net/movies/overheard-3/


WHO Catat 3 Mutasi 'Ganas' Corona, 2 di Antaranya Ada di Indonesia


 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan lembaga dan peneliti di seluruh dunia secara rutin menganalisis dan menilai perubahan pada varian SARS-COV-2, penyebab virus Corona.

Hal yang diamati adalah apabila varian Corona tersebut mengakibatkan perubahan dalam penularan, gejala klinis dan keparahan, atau pelaksanaan tindakan pencegahan.


Sejauh ini WHO telah mencatat 3 jenis 'variant of concern' atau varian Corona yang mutasinya lebih ganas dari lainnya.


Variant of concern adalah varian Corona yang menunjukkan adanya bukti peningkatan penularan, keparahan penyakit misalnya peningkatan rawat inap atau kematian, penurunan signifikan dalam netralisasi antibodi, hingga penurunan efektivitas dalam pengobatan.


Beberapa hal yang menjadi catatan:


Adanya bukti berdampak pada diagnostik, perawatan, atau vaksin

Mengganggu uji diagnostik

Bukti penurunan netralisasi yang signifikan oleh antibodi yang dihasilkan selama infeksi atau vaksinasi sebelumnya

Bukti berkurangnya perlindungan akibat vaksin dari penyakit parah

Adanya peningkatan penularan dan keparahan penyakit.

Berikut 3 varian mutasi 'ganas' COVID-19 yang jadi perhatian WHO


B117

Pertama kali terdeteksi: Inggris

- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen

- Potensi peningkatan keparahan berdasarkan tingkat rawat inap dan angka kematian kasus

- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi


Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia per Januari 2021


P.1

Pertama kali terdeteksi: Brazil

- Terdapat bukti varian ini mempengaruhi penularan dan kemampuan antobodi yang dihasilkan baik dari infeksi maupun vaksinasi untuk menetralkan virus

- Penurunan kerentanan yang signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal

- Dampak minimal pada netralisasi antibodi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi


B1351

Pertama kali terdeteksi: Afrika Selatan

- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen

- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

- Mempengaruhi netralisasi yang cukup signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal


Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia pertengahan April 2021


Varian of concern memerlukan upaya yang lebih masif dan luas untuk mengendalikan penyebaran, peningkatan pengujian, dan penelitian untuk menentukan efektivitas vaksin dan pengobatan pada varian tersebut.

https://indomovie28.net/movies/battle-of-the-warriors/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar