Mulai 5 Mei 2021, DKI Jakarta menggunakan vaksin AstraZeneca di seluruh fasilitas layanan vaksinasi COVID-19. Terkait kemungkinan efek samping, tidak ada screening khusus pada penerima vaksin ini.
"Di bulan Mei ini, vaksin AstraZeneca kita pakai mulai per tanggal 5 Mei untuk suntikan dosis pertama," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).
Ada 3 kategori wilayah di DKI yang akan mendapat vaksin AstraZeneca, yakni sebagai berikut.
RW berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 90/2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu.
Daerah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus COVID-19 dengan Variant of Concern (VOC).
PPKM Mikro sesuai dengan skala prioritas/daerah zinasi yang paling berisiko berdasarkan hasil kajian tiap 2 minggu.
"Ada empat zonasi di PPKM mikro, merah, oranye, kuning, dan hijau. Kita pilih yang zona merah dan oranye untuk dilakukan penyuntikan," kata Widyastuti.
Widyastuti menyebut, DKI sebenarnya sudah menggunakan vaksin AstraZeneca sejak bulan Maret untuk kelompok petugas pelayanan publik. Dari Kementerian Kesehatan, DKI mendapat jatah 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dan sudah menerima 500 ribu dosis.
Efek samping vaksin AstraZeneca
Hingga saat ini, Widyastuti menyebut sudah lebih dari 28 ribu warga DKI yang mendapat vaksin AstraZeneca. Dari jumlah tersebut, efek samping yang dikeluhkan umumnya dikategorikan ringan.
"Sejauh pantauan kita sampai dengan sekarang tidak ada KIPI serius walaupun ada beberapa yang menyampaikan agak meriang, demam, ada yang mengeluhkan seperti itu," beber Widyastuti.
Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof dr Hindra Irawan Satari, SpA(K) mendorong penerima vaksin untuk melapor jika mengalami keluhan setelah vaksinasi dengan AstraZeneca. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:
Sesak napas
Nyeri dada
Kaki bengkak
Sakit perut
Gejala neurologis (sakit kepala atau pandangan buram)
Perdarahan di luar tempat suntikan.
"Segera lapor. Jangan lapor di socmed, laporkan di nomor telepon yang tertera di belakang kartu (vaksinasi)," pesan Prof Hindra.
https://indomovie28.net/movies/dealer-healer/
6 Pilihan Menu Sahur Sehat Agar Tetap Berstamina dan Terhidrasi saat Puasa
Menjelang akhir bulan Ramadhan, sahur sering kali dilewatkan dengan berbagai macam alasan. Padahal, sahur merupakan waktu penting agar tubuh tetap berenergi saat berpuasa.
Namun, bukan berarti kamu bebas mengonsumsi jenis makanan apa pun saat sahur. Sebab, yang terpenting adalah nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi, bukan yang hanya bisa membuat perut terasa kenyang.
Makanan yang menyediakan nutrisi esensial tentunya bisa membantu memberikan stamina dan hidrasi sepanjang hari. Dikutip dari laman Food NDTV, berikut 6 makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur agar tubuh tetap berenergi saat berpuasa.
Telur
Telur kaya akan protein, vitamin, dan nutrisi. Mengonsumsi telur saat sahur akan membuat perut terasa kenyang. Agar tak bosan, kamu bisa mengonsumsi telur dengan berbagai variasi, seperti dengan menjadikannya omelet sayur, telur orak-arik, atau merebusnya dan dikombinasikan dengan salad.
Oatmeal
Makanan tinggi protein yang satu ini memang menjadi favorit banyak orang, terutama bagi orang-orang yang sedang diet. Selain protein, oatmeal juga merupakan sumber karbohidrat tinggi. Untuk sahur, kamu bisa mencampurkan oatmeal ke dalam smoothies.
Ikan dan ayam
Siapa yang tidak suka dengan ikan dan ayam? Selain enak, kedua menu ini cocok untuk dikonsumsi saat sahur karena bisa meningkatkan stamina saat berpuasa. Namun, sebaiknya kamu menghindari memasaknya dengan cara digoreng. Sebagai gantinya, kamu bisa memasak dengan menjadikannya sebagai sup atau menu berkuah lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar