Hari Lebaran sering kali dijadikan sebagai ajang 'balas dendam' untuk menyantap makanan setelah sebelumnya umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Kalori pun menumpuk dari opor ayam, sambal goreng ati, dan segala macam santapan lezat.
Belum lagi, dengan adanya berbagai jenis kue kering dan manis yang mengandung tinggi gula. Akibatnya, berat badan yang sudah turun karena pola makan teratur selama bulan Ramadhan, justru berpotensi untuk naik lagi setelah hari Lebaran.
Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang mengabaikan rutinitas olahraga selama bulan Ramadhan lantaran tidak kuat berolahraga saat berpuasa. Oleh sebab itu, waktu usai hari Lebaran bisa menjadi waktu yang tepat bagi mereka yang ingin kembali rutin berolahraga serta menurunkan berat badan lantaran kalap makan saat lebaran.
"Olahraga habis lebaran ya dikembalikan seperti pada aktivitas normal seperti biasa. Kalau sekarang (saat Ramadhan) orang segan melakukan olahraga sebelum buka puasa misalnya karena takut lemes, takut gak optimal. Artinya, setelah lebaran, tidak berpuasa lagi, bisa melakukan olahraga kapan saja saat waktu luang," ujar dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) dari Heartology Cardiovascular Center dalam Zoom Media Gathering, Sabtu (8/5/2021).
Jenis olahraga yang bisa dilakukan pun bisa beragam, seperti dari jalan cepat, jogging, dan bersepeda. Menurut dr Ario, jenis olahraga apa pun bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan asalkan dilakukan dengan konsisten.
"Jadi olahraganya bisa apa aja. Mungkin bisa dengan jalan cepat, atau jogging, atau naik sepeda, terus mungkin mulai gym lagi," imbuhnya.
"Untuk menurunkan berat badan rasanya apapun jenis olahraga yang kita kerjakan, apabila dilakukan secara rutin dengan frekuensi yang baik, dengan durasi yang cukup, kemudian makannya kita jaga, tentunya akan terjadi perubahan komposisi dari badan dan juga diharapkan perubahan berat badan dapat terjadi," jelas dr Ario.
https://nonton08.com/movies/laughter-of-water-margins/
Masih Ada Sisa Opor Ayam, Bagaimana Cara Menyimpan Agar Tak Terkontaminasi?
Keracunan makanan sering terjadi ketika menyantap makanan sisa. Perayaan lebaran tentu menyisakan beragam santapan lezat, yang harus disimpan dengan benar agar tak terkontaminasi.
Bukan cuma saat lebaran sebenarnya, Prof dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM dari RS Cipto Mangunkusumo menyebut kebiasaan menyimpan makanan sebanyak-banyaknya di kulkas cenderung meningkat di masa pandemi karena harus 'stay at home'.
"Pada saat penyimpanan makanan, harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut," pesan Prof Ari.
Selain itu, Prof Ari juga mengingatkan bahwa makanan yang disimpan lama di suhu kamar cenderung mengalami kontaminasi. Seringkali, tidak disertai perybahan bau dan bentuk sehingga kontaminasi sering tidak disadari.
"Oleh karena itu proses pemanasan makanan tersebut baik secara langsung atau melaluimicrowave harus tetap dilakukan pada saat makanan tersebut dikonsumsi kembali," katanya.
Menjaga kualitas makanan sisa tidak hanya penting untuk mencegah keracunan, tetapi juga agar daya tahan tubuh selalu prima. DI tengah pandemi COVID-19, sistem imun yang lemah membuat seseorang rentan tertular.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar