Ke luar negeri, tidak selamanya mahal. Ternyata, ada sejumlah negara yang biaya hidupnya lebih murah dari Indonesia.
Memang sih, traveling ke luar negeri butuh biaya ekstra dari segi transportasi dan akomodasi. Tetapi, jika living cost atau biaya hidup sehari-harinya lebih murah, tentu biaya traveling pun jadi lebih hemat.
Sebuah majalah bisnis Ceoworld merilis berbagai tempat yang biaya hidupnya tinggi hingga terendah. Data dikompilasi menjadi indeks, dengan menjadikan kota New York di AS yang terkenal mahal sebagai patokan. New York diberi skor indeks 100. Jadi negara dengan skor lebih rendah dari 100, dinilai lebih murah dari New York, maka semakin rendah pula biaya hidupnya.
Nilai ukurnya adalah indeks harga konsumen, indeks biaya hidup, data nasional hingga laporan media internasional. Diukur pula akomodasi, pakaian, tarif transportasi, internet, bahan makanan dan hiburan. Pemberian peringkat didasarkan biaya hidup, sewa, bahan makanan, makan di luar dan daya beli.
Dari 118 negara yang diriset, Indonesia menduduki posisi ke-84. Dari skala 100, Indonesia mendapatkan nilai 36,24. Namun ternyata, ada sejumlah negara yang biaya hidupnya lebih rendah. Mungkin, bisa jadi saran untuk liburan kamu nih.
Misalnya saja Bosnia di peringkat 87. Bosnia merupakan negara di Eropa dengan sentuhan kota tua yang kental. Traveler bisa berkunjung ke Mostar dan Sarajevo, melihat aneka masjid, sisi klasik kota hingga main ski.
Selain itu ada juga Rusia di posisi ke-88. Tuan rumah piala dunia tahun lalu ini memiliki sejumlah atraksi wisata yang tiada habisnya. Misalnya saja Savior on the Spilled Blood di St Petersburg atau berkunjung ke St Basil's Cathedral di Moskow.
Berpetualang ke Asia Tengah, ada Azerbaijan (ranking 110) dan Kazakhstan (ranking 108). Ibukota Azerbaijan, Baku, punya suasana kota tua bercampur dengan nuansa modern yang cantik dan punya balapan Formula 1. Sedangkan Kazakhstan punya pemandangan alam cantik seperti Medeo dan Big Almaty Lake.
Ada lagi Turki (90), Maroko (94), Mesir (114) dan India (116) yang memang sudah menarik perhatian turis Indonesia. Dikumpulkan detikcom, berikut rekomendasi 10 negara untuk dikunjungi dengan biaya hidup lebih murah dari Indonesia:
1. Bosnia (87)
2. Rusia (88)
3. Turki (90)
4. Filipina (91)
5. Maroko (94)
6. Kazakhstan (108)
7. Nepal (109)
8. Azerbaijan (110)
9. Mesir (114)
10. India (116)
TIFF Tomohon 2019 Digadang Jadi Karnaval Bunga Terbesar di Indonesia
Sebanyak 30 peserta menjadi target Float Tournament of Flowers Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019. Target ini dikemukakan dalam press conference TIFF 2019 di Room Uluwatu 7, Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/6/2019).
Ketua Tim Millennial Tourism Kementerian Pariwisata, Gabriella Patricia Mandolang mengatakan, peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Menurutnya, TIFF yang sudah memasuki tahun ke-9 ini dipastikan akan berbeda dari pelaksanaan terdahulu.
Gabriella mengaku akan memberikan sentuhan milenial. Mengingat, 51% wisman yang berkunjung ke Indonesia adalah kaum milenial. Harapannya, target Kemenpar untuk mendongkrak kunjungan wisman dapat tercapai.
"Saya berterima kasih telah dilibatkan sebagai perwakilan milenial. Semoga kehadiran saya dalam kegiatan ini bisa menarik perhatian kaum milenial untuk turut menyemarakkan TIFF 2019," ujar wanita yang akrab disapa Gabby ini dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6/2019).
Gabby mengungkapkan, ada beberapa sub event dalam rangkaian kegiatan TIFF 2019. Antara lain Pemilihan Ratu Bunga, Music Showcast Live Performance, Tourism Investment Trade and Floricultrure Expo, serta Tomohon International Bridge Tournament.
Kemudian ada Tomohon Harmony Concert, Muri Record Setting Ma'Zaani Dance, Jungle Flower Enduro Challenge, Art and Cultural Performance, Thanksgiving Day, dan Kawanua International Business Forum.
Walikota Tomohon Jimmy F. Eman menjelaskan, TIFF telah diselenggarakan sejak 2008. Awalnya, event ini masih berskala nasional dengan nama Tomohon Flower Festival (TFF). Kemudian pada 2010, 2012, 2014 hingga 2018, event ini digelar dengan skala internasional.
"Pada tahun 2008-2014, event ini digelar dua tahunan. Namun mengacu pada animo dan indikator keberhasilan yang telah diraih serta dukungan Kementerian Pariwisata, maka mulai tahun 2015 event ini diselenggarakan sebagai event tahunan," terangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar