Rabu, 15 Januari 2020

Air Terjun Coban Rondo dan Legenda Cinta Segitiga

 Berwisata ke Malang, cobalah berkunjung ke Air Terjun Coban Rondo. Ada sebuah legenda mengenai cinta segitiga di sini.
Tempat wisata di Kota Malang belakangan ini sedang naik daun dengan berbagai macam obyek wisata pilihan yang dapat dinikmati. Dimulai dengan yang kekinian seperti Jatim Park atau Batu Secret Zoo sampai yang lawas namun tetap banyak di gandrungi para wisatawan seperti agrowisata petik apel, Taman Bunga Selecta hingga pendakian di Gunung Bromo.

Nah, salah satu obyek yang belum banyak diketahui banyak orang, namun bisa jadi alternatif bagi wisatawan adalah Air Terjun Coban Rondo.

Nama 'Coban Rondo' dalam bahasa Jawa berarti 'air terjun janda', tetapi apa arti nama yang tersemat pada air terjun ini? Ada satu kisah sedih di balik penamaan air terjun ini. Legenda lokal menyebutkan seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang dipinang oleh seorang pangeran bernama Baron Kusuma. Setelah 35 hari menikah, Baron Kusuma hendak membawa Dewi Anjarwati menuju tempat tinggalnya di Gunung Anjasmoro.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pemuda bernama Joko Lelono yang ternyata terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan hendak merebutnya. Baron Kusuma yang tak terima kemudian mengungsikan Dewi Anjarwati ke sebuah air terjun tersembunyi. Setelah mengungsikan Dewi Anjarwati, Baron Kusuma kemudian adu gelut dengan Joko Lelono.

Pertarungan antara Baron Kusuma dan Joko Lelono berlangsung sengit hingga akhirnya keduanya sama-sama tewas. Mendengar kabar itu, Dewi Anjarwati patah hati. Kesedihan yang mendalam membuatnya tidak keluar lagi dari air terjun itu.

Berdasarkan status Dewi Anjarwati yang kemudian menjadi janda (rondo) dan aura kesedihan Dewi Anjarwati yang ditinggal sang suami, memunculkan mitos bahwa jika sepasang kekasih pergi mengunjungi Coban Rondo maka hubungannya tak akan langgeng setelah itu.

Terlepas dari cerita cinta segitiga tragis dan mitos menakutkannya (saya datang ke sana bersama orang tua saya. Toh, mereka masih baik-baik saja hubungannya) Coban Rondo adalah tempat yang pas untuk menikmati hawa sejuk nan segar khas Kota Malang. Mendengarkan deburan suara air terjun sembari menikmati jagung bakar yang bisa dibeli di parkiran obyek wisata.

Eh! Tapi tetap harus waspada ya, karena di Coban Rondo ini juga merupakan habitat bagi beberapa kera-kera liar seperti Monkey Forest di Ubud, Bali. Kera-kera ini turut menikmati suasana sejuknya air terjun, entah sendiri atau bergerombol. Jadi, tetap perhatikan barang bawaan ketika mengunjungi Coban Rondo.

Bangga! Sawahlunto Ditetapkan Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Kabar gembira dari Sawahlunto, Sumatera Barat. Sawahlunto akhirnya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bangga!

Dalam siaran pers dari Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO yang diterima detikcom, Sabtu (6/7/2019) Sawahlunto ditetapkan UNESCO sebagai World Heritage alias Situs Warisan Dunia. Dengan nama, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

Penetapan tersebut diumumkan pada gelaran Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia pada tanggal 6 Juli 2019 di Kota Baku, Azerbaijan, pukul 12.20 waktu setempat. Pertemuan komite ini diselenggarakan pada tanggal 30 Juni hingga 10 Juli 2019 dan merupakan acara rutin tahunan Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee) yang dimandatkan oleh Konvensi tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia (Convention concerning the Protection of World Cultural and Natural Heritage), atau yang secara singkat disebut sebagai Konvensi Warisan Dunia 1972.

Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto pantas diposisikan sebagai warisan dunia karena konsep tiga serangkai yang dicetuskan oleh Pemerintah Belanda pada masa itu. Tiga serangkai meliputi industri pertambangan batubara di Sawahlunto, yang selanjutnya dibawa keluar Sawahlunto dengan menggunakan transportasi kereta api melalui wilayah Sumatera Barat, dan sistem penyimpanan di Silo Gunung di Pelabuhan Emmahaven, atau Teluk Bayur sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar