Selasa, 14 Januari 2020

Chinatown, Surganya Oleh-oleh Khas Singapura

Singapura memang surganya wisata belanja. Hanya untuk urusan oleh-oleh, Chinatown aalah surganya. Berbagai jenis buah tangan harga murah ada di sini.
Chinatown pada awalnya merupakan pusat kaum imigran asal Tiongkok di Singapura, namun seiring waktu berjalan, Chinatown kini menjadi lokasi yang memadukan sisi kuno dan kekinian. Kuil bersejarah saat ini berdampingan dengan bar-bar dan toko gaya hidup yang kekinian.

Chinatown terletak di bagian selatan Singapura. Untuk menuju kesini, kita bisa menggunakan MRT atau bus. Dengan menggunakan MRT, stasiun yang dituju adalah stasiun North-East Line - Chinatown Station (NE4). Untuk bus, beberapa pemberhentian bus yang bisa dituju antara lain South Bridge Road, Maxwell Road, Eu Tong Sen Street, New Bridge Road atau Eu Tong Sen Street.

Kawasan ini terdiri dari empat distrik utama yaitu Kreta Ayer, Telok Ayer, Tanjong Pagar dan Bukit Pasoh, tapi aktivitas utamanya berada di sekitar Smith and Pagoda Streets.

Chinatown tidak pernah sepi pengunjung. Tidak hanya toko yang menjual oleh-oleh, berbagai restoran dan hotel atau hostel pun bisa kita temui disini. Saking banyaknya toko oleh-oleh dengan berbagai pilihan barang, traveler bisa dibuat pusing memilihnya.

Mulai dari pernak pernik seperti gantungan kunci, magnet kulkas, kaos bertemakan Singapura, dan tentu saja coklat. Harga barang di Chinatown relatif murah walaupun pada umumnya harganya sudah fix sehingga jadi favorit wisatawan.

Selain membeli oleh-oleh, bangunan yang khas di Chinatown juga menjadi objek foto yang tak kalah menarik.
Di kawasan ini, kita juga bisa belajar dan memahami budaya Tiongkok di Chinatown Heritage Center. Letaknya mudah dijangkau karena terletak di tengah Chinatown.

Jadi, berkunjung ke Chinatown selain membeli oleh-oleh, juga bisa menambah ilmu mengenai kebudayaan Tiongkok di Singapura.

Gubernur Bali Soal Turis Gembel: Nanti Ditertibkan

Fenomena turis yang kehabisan ongkos lalu pura-pura gembel di Bali sudah meresahkan. Gubernur Bali Wayan Koster angkat suara.

"Nanti kita ada penertiban bersama," kata Koster usai rapat di DPRD Bali, Jl DR Kusuma Atmadja, Denpasar, Bali, Rabu (10/7/2019).

Koster pun mengimbau para turis mancanegara yang liburan ke Pulau Dewata agar berlaku sopan. Dia meminta para turis tersebut menghormati adat dan budaya warga Bali.

"Tentu harus tertib disiplin menjunjung tinggi budaya Bali," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai Setyo Budiwardoyo mengatakan para turis pura-pura gembel itu bakal dikembalikan ke kedutaannya masing-masing. Setyo menyebut penanganan para bule yang telantar itu menjadi tanggung jawab kedutaan masing-masing. Termasuk soal biaya hidup dan makannya.

"WNA yang nggak punya duit atau pura-pura gembel kita kirimkan orang itu ke kedutaannya atau minta perlindungan ke kedutaannya, yang notabene harus melindungi warga negaranya," tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar