Rabu, 22 Januari 2020

Curug Malela, Niagara Mini dari Jawa Barat

 Indonesia diberkahi alam yang indah dan kaya dengan air terjun. Salah satunya di Jawa Barat adalah Curug Malela yang disebut Niagara Mini.

Jika anda mudik di Jawa Barat di seputaran Bandung, Cianjur, Sukabumi, sempatkan berkunjung ke Curug Malela. Curug Malela adalah air terjun yang sangat indah di Kabupaten Bandung Barat. Air Terjun Malela berada di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat.

Dari Kota Bandung kurang lebih berjarak 69 Km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Dari Cianjur kurang lebih berjarak 34 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam, sementara dari Kota Sukabumi waktu tempuh kurang lebih 2 jam 50 Menit.

Jalan menuju Air Terjun Malela berliku, naik turun dan untuk dilalui 2 kendaraan sangat pas pasan dan sepertinya belum bisa di lalui Bus. Setibanya di Parkiran kendaraan kita masih harus berjalan kaki 1 Km.

Medan yang dilalui sangat licin dan terjal tanpa pagar. Sehingga traveler harus berhati-hati supaya tidak terpeleset dan masuk jurang yang cukup dalam. Ketika menuju Air Terjun Malela ini dari parkiran kendaraan jalan menurun. Saat kembali jalannya menanjak dan jika kondisi badan tidak fit jangan coba coba ya, karena cukup menguras tenaga dan membutuhkan stamina yang kuat.

Pastinya perjuangan untuk bisa menikmati Air terjun Malela ini tidaklah mudah tapi rasa lelah itu akan terbayar oleh keindahannya. Air Terjun Malela berbeda dengan air terjun yang ada di Indonesia karena bentuknya mirip seperti Air Terjun Niagara, nah ini versi Mininya Penasaran? Buktikan sendiri ya.

Hijaunya Alam Riau, Ini Bukit Rimbang dan Baling

Kekayaan alam Riau terlihat nyata dari suaka margasatwanya, Bukit Rimbang dan Baling. Di sinilah flora dan fauna endemik Indonesia bisa ditemukan.

Bukit Rimbang dan Bukit Baling adalah salah satu suaka margasatwa yang terletak di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Wilayah ini merupakan habitat asli dari hewan dan tumbuhan khas seperti Raflesia, harimau Sumatera, beruang madu, ikan sungai, dan beberapa burung endemik lainnya.

Potensi hasil hutan produksi berupa kayu, karet, sawit merupakan salah satu komoditi utama. Selama ini, kawasan Rimbang Baling terkenal dengan penebangan liar yang marak terjadi.

Selain itu di musim penghujan para penebang kayu illegal akan menghanyutkan kayu gelondongan melalui Sungai Subayang, yang merupakan jalur transportasi utama penduduk di pinggiran sungai.

Kabupaten Kampar berbatasan langsung dengan wilayah Sumatera Barat. Wilayah Sumbar juga merupakan hulu dari sungai besar yang mengalir ke wilayah Riau. Di sepanjang Sungai Subayang, banyak terdapat kampung-kampung tradisional Melayu yang hanya dapat dicapai dengan menyusuri jalur sungai dan menggunakan transportasi piyau, perahu tradisional masyarakat.

Untuk menuju kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling ini kita harus menempuh perjalanan sekitar 2-3 jam dari Kota Pekanbaru menggunakan kendaraan roda empat ke arah Barat Daya.

Kendaraan roda empat hanya bisa digunakan hingga Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Ibukota kecamatannya berada di Gema yang sekaligus sebagai pusat perekonomian.

Untuk mengunjungi desa lainnya hanya dapat ditempuh dengan menggunakan piyau seperti Desa Muara Bio, Desa Batu Songgan, Desa Kota Lama, dan desa-desa lainnya.

Di Desa Tanjung Belit telah dikembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang menitikberatkan pada ekowisata. Beberapa daya tarik dan aktivitas yang ada seperti air wisata terjun Batu Dinding, beberapa titik pemancingan ikan, areal perkemahan, susur sungai, river tubing, dan trekking hutan.

Selain itu, apabila wisatawan ingin menginap sekarang sudah mulai disediakan penginapan berupa homestay di rumah masyarakat. Wisatawan bisa merasakan bagaimana hidup di kampung sambil berwisata.

Di bulan-bulan tertentu anda juga bisa menyaksikan tradisi membuka lubuk larangan dengan hasil panen ikan yang melimpah. Jika anda ingin libur Lebaran dengan suasana alam dan lansekap yang masih asri yuk kita main ke Suaka Margasatwa Rimbang Baling. CP: Bapak Mansur 085278825904

Tidak ada komentar:

Posting Komentar