Senin, 20 Januari 2020

Galeri Tercanggih di Indonesia, Ada di Bandung

 Traveler yang liburan ke Bandung, bisa main ke galeri canggih ini. Ada teknologi Virtual Reality (VR) yang bisa traveler coba.

Bertempat di area taman Balai Kota Bandung, para wisatawan bisa menikmati cantiknya taman balai kota yang telah direvitalisasi oleh mantan walikota Ridwan Kamil. Pepohonan yang tua dan besar memayungi sepanjang taman tersebut, sebuah kolam buatan dibangun di sisi selatan dan sering digunakan oleh anak-anak kecil untuk bermain air.

Sementara di salah satu sisi taman tersebut, siluet lukisan para pejuang RI dalam sebuah kaca menjadi spot menarik untuk berfoto-foto. Banyak penduduk lokal juga menikmati rindangnya taman tersebut sambil mengawasi anak-anak yang sedang bermain bebas dan riang.

Selain itu yang paling menarik yaitu Bandung Planning Gallery, sebuah galeri informasi perkembangan pembangunan kota Bandung merupakan galeri tercanggih di Indonesia saat ini. Buka pada hari Senin-Sabtu dari pukul 08.00 - 16.00 WIB dan tutup pada hari libur besar nasional dan hari Minggu. Pengunjung tidak dikenakan biaya ketika memasuki galeri tersebut alias free of charge.

Begitu memasuki area utama, pengunjung akan disajikan sebuah maket raksasa kota Bandung dgn video mapping serta layar sentuh interaktif agar bisa menikmati setiap informasi yang disajikan. Selanjutnya, para pengunjung dibawa keruang Bandung baheula dan Bandung masa kini, kemudian memasuki ruang smart city & urban mobility.

Di sini pengunjung diajak untuk menikmati beragam konsep smart city dikota Bandung seperti Bandung Command Centre dan Panic Button. Dan juga beragam proyek urban mobility seperti monorel, trans metro bus, skybridge dan bike sharing.

Yang paling seru, pengunjung bisa menggunakan kacamata virtual reality (VR) agar bisa merasakan naik monorel apabila monorel tersebut sudah jadi. Teknologi benar-benar ditampilkan secara ciamik dan informatif.

Selanjutnya, pengunjung diajak menuliskan sesuatu di dalam post it mengenai harapannya untuk kota Bandung dan ditempelkan didalam sebuah ruangan berbentuk kubah yang telah ditempeli oleh ribuan post it warna warni yang indah. Cantik untuk spot selfie.

Bandung Planning Gallery merupakan obyek wisata edukasi yang baru dan tercanggih di Indonesia dengan teknologi VR dan sangat cocok untuk liburan.

4 Destinasi yang Nggak Kalah Suram dari Chernobyl

Mini seri terbaru HBO: Chernobyl kembali mengingatkan akan salah satu musibah terbesar dalam sejarah. Namun, Chernobyl bukan satu-satunya destinasi suram.

Sejarah mencatat 26 April 1986 sebagai salah satu hari paling kelam di dunia. Tepat pada tanggal itu, pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl bocor dan menelan ratusan korban jiwa.

Tak sampai situ, kerusakan terbesar akibat radiasinya pun masih membekas hingga saat ini. Walau telah ditinggalkan dan dicap sebagai zona merah, perlahan sejumlah wisatawan mulai kembali ke Chernobyl untuk berwisata.

Keharian mini seri terbaru HBO yang bertajuk sama pun menjadi salah satu pemantik mengapa traveler kembali melirik destinasi yang telah lama ditinggalkan tersebut.

Hanya saja, di dunia ini Chernobyl bukanlah satu-satunya destinasi suram. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Rabu (19/6/2019), masih ada sekitar 4 destinasi suram yang tentunya tak seberbahaya Chernobyl.

1. Desa Boneka Nagoro

Berlokasi di Lembah Shikoku, Jepang, Desa Nagoro boleh disebut sebagai salah satu destinasi suram. Alasannya, desa ini dihuni oleh boneka yang seakan menggantikan kehadiran di desa tersebut. Hii!

Sejarahnya, desa itu kian sepi karena ditinggalkan oleh penghuninya yang merantau hingga tutup usia. Hal itu membuat salah satu penghuni, Tsukimi Ayano, mengisi kekosongan yang ada dengan sosok boneka berbentuk manusia.

Diketahui, ada sekitar 350 boneka berbentuk manusia yang 'menghuni' desa tersebut kini. Jumlahnya pun mengalahkan jumlah populasi manusia hidup di desa tersebut.

2. Scott's Hut

Berlokasi di Kutub Selatan, Scott's Hut menjadi bukti nyata akan penjelajahan British Antarctic Expedition yang digawangi Robert Falcon Scott di tahun 1911 silam.

Tragis, Scott bersama rekan-rekannya tewas dalam ekspedisi tersebut di tahun 1912. Di tahun 1956, tenda miliknya itu pun kembali ditemukan oleh penjelajah asal AS dalam kondisi utuh setelah terkubur di bawah es.

Ajaibnya, kondisi luar dan dalam tenda itu tampak tak berubah setelah 100 tahun. Keberadaannya pun masih ada hingga saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar