Selasa, 21 Januari 2020

Ini Lho Gapura Pecinan Yogyakarta yang Dikira di Shanghai

 Kampung Ketandan di Yogyakarta jadi viral di Instagram karena dikira di Shanghai. Padahal inilah pecinan Kota Gudeg yang penuh pesona.

Kampung Ketandan di Kota Yogyakarta merupakan satu kawasan Pecinan. Kampung Ketandan terletak kawasan Malioboro tepatnya di Jalan A Yani atau sekarang bernama Jalan Margo Mulyo.

Kampung ini terletak tak jauh dari Pasar Beringharjo atau di sebelah utara sekitar 150 meter dan di sebelah selatan Kantor Gubernur DIY di Kepatihan. Kampung Ketandan masuk wilayah Kecamatan Gondomanan. Kampung Pecinan Ketandan usianya sudah ratusan tahun sejak Yogyakarta ada.

Jika kita masuk ke dalam perkampungan, tampak banyak bangunan dengan arsitektur gaya China dengan pintu kayu jati berkukuran besar-besar. Selain menjadi tempat tinggal, rumah-rumah warga China di Ketandan juga menjadi tempat usaha/dagang mereka.

Kawasan Pecinan Ketandan ini selalu menjadi pusat acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang digelar tiap tahun saat perayaan Imlek. PBTY sendiri sudah digelar sejak tahun 2005 hingga 2019. Untuk acara PBTY sendiri selalu digelar dari pintu utama masuk Kampung Ketandan hingga ke timur sekitar 300-an meter.

Untuk menuju ke sana sangatlah mudah, di pintu masuk kawasan itu sekarang sudah dibangun gapura atau pintu gerbang tinggi terbuat dari beton menyerupai kawasan pecinan di daerah lain. Gapura ini dibuat atas inisiatif Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Selain kawasan pertokoan, di dalam kampung Ketandan juga menjadi tempat tinggal warga Tionghoa. Kawasan Ketandan juga banyak toko-toko yang menjual emas, berlian dan lain-lain. Sebab kawasan itu juga terhubung dengan Pasar Gedhe atau Pasar Beringharjo.

Kampung ini berdiri sejak adanya Keraton Yogyakarta yang didirikan Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah perjanjian Giyanti tahun 1755.

Dalam sejarah Kota Yogyakarta, kawasan Pecinan di Yogyakarta selain Ketandan juga ada Kampung Beskalan, Pajeksan yang ada di sisi barat kawasan Malioboro di Jalan Margomulyo. Sedangkan di sisi utara kawasan Jetis, kawasan Pecinan berada di dekat Kelenteng Poncowinatan di belakang Pasar Kranggan.

Gapura Pecinan Ketandan ini menjadi ciri khas kawasan itu. Hampir tiap hari selalu ramai dengan wisatawan yang berkunjung di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Sebelumnya, @shanghai.explore adalah akun Instagram pariwisata swasta Shanghai. Adminnya memposting foto milik @bagaswisnuaji yang diklaim sebagai suasana Shanghai.

Fotonya mendapatkan 2.562 likes dan 653 komentar. Namun rupanya, itu bukan foto di Shanghai, melainkan Kampung Ketandan yang merupakan pecinan dan tempat wisata di Yogyakarta. Netizen pun jadi ramai dan foto ini jadi viral.

Festival Pulau Senua Siap Digelar Usai Sukses Sail to Natuna

 Status kawasan Geopark Nasional yang disandang Natuna, memicu sektor pariwisata di daerah ini bergeliat. Setelah sukses menyambut para yatcher yang menjadi peserta Sail to Natuna, event lain pun siap digas. Yaitu Festival Pulau Senua yang akan digelar pada 14 Juni 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar mengatakan, Sail to Natuna sendiri sukses menyedot 27 peserta dari berbagai negara. Antara lain dari Selandia Baru, Australia, Prancis, Swiss, Amerika, Inggris, Malaysia, dan Singapura. Banyaknya peserta asing yang berpartisipasi, menjadi bukti suksesnya event tersebut.

Sementara terkait Festival Pulau Senua, adalah kegiatan yang masuk dalam kalender event pariwisata Provinsi Kepri. Acara ini digagas dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Natuna, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara.

"Acara ini memang hanya digelar sehari. Namun, kami berharap antusias warga tidak akan berkurang. Jika kita berkaca pada Festival Pulau Senua tahun lalu, event tersebut juga berlangsung meriah dan sukses. Ditandai dengan ramainya pengunjung memenuhi Pulau Senua," ujar Boeralimar dalam keterangannya, Kamis (13/6/2019).

Boeralimar menambahkan, event yang dipusatkan di pulau terluar tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan lomba. Seperti lomba volly, renang, tanding kolek, dan lain-lain. Peserta dibuka untuk umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar