Carnival Cruise Line jadi pemberitaan dunia. Lagi-lagi karena aksi yang patut diacungi jempol, menyelamatkan orang-orang di tengah lautan.
Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Kamis (13/6/2019) Kapal Pesiar Carnival Horizon dari grup perusahaan Carnival Cruise Line pekan lalu menyelamatkan sekelompok nelayan yang terombang-ambing di lautan. Total, ada 7 orang di perahu sampan.
Awalnya, Kapal Pesiar Carnival Horizon akan berlabuh ke Miami, AS setelah perjalanan dari Aruba di Kepulauan Karibia. Di tengah perjalanan, pihak Coast Guard (penjaga pantai) meminta Carnival Horizon untuk membantu mencari sekelompok nelayan yang sedang terombang-ambing.
Langsung saja, kapal pesiar tersebut kembali mengarungi lautan. Beruntung tak butuh waktu lama, awak kapalnya berhasil menemukan sekelompok nelayan itu.
Terlihat, ada 7 nelayan di perahu sampan. Ternyata, nelayan-nelayannya sudah terombang-ambing di laut selama 2 hari!
"Mengikuti arahan, Coast Guard kami melakukan pencarian. Setelah ditemukan, kami mengevakuasi para nelayannya ke dalam kapal dan memberi mereka makanan, air dan pemeriksaan kesehatan," terang juru bicara dari Kapal Pesiar Carnival Horizon.
Rupanya di bulan April 2019 kemarin, Carnival Cruise Line juga pernah menyelamatkan nelayan yang terombang-ambing di laut. Kala itu, Carnival Cruise Line sedang melintasi Teluk Meksiko dan mengevakuasi 20 nelayan.
Ceritanya, para nelayan itu mau berlayar dari Kuba ke Meksiko akan tetapi mesin kapalnya rusak. Mereka pun terombang-ambing selama 3 hari sejauh 210 km dari daratan pantai terdekat.
Kapal Pesiar Carnival Cruise Line pun memberikan mereka bantuan. Aksi Kapal Pesiar Carnival Cruise Line mendapat pujian, untuk turut membantu pihak keamanan menolong orang-orang yang kesulitan di tengah lautan.
Perhatikan Hal Ini Saat Akan Menyaksikan Pesta Kesenian Bali 2019
Jika berniat untuk menyaksikan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019, ada beberapa hal harus diperhatikan. Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Bali, Ni Wayan Sulastriani menjelaskan, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah jadwal penyelenggaraan event.
Pesta rakyat terbesar di Bali tersebut akan diselenggarakan pada 15 Juni hingga 13 Juli 2019. Wisatawan yang ingin mencari tahu jadwal mana yang diinginkan pun bisa meminta buku panduan jadwal pementasan kepada panitia. Rencananya, event ini pun akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan diisi berbagai kegiatan unik sehingga sangat sayang untuk dilewatkan.
"Di dalam jadwal pementasan sudah tertera tanggal, jam, panggung bagian mana, dan kesenian apa yang dipentaskan. Karena lokasi Taman Budaya yang luas, dengan memiliki panduan jadwal acara wisatawan akan mudah mencari panggung tujuan seperti panggung terbuka Kalangan Ayodya, panggung terbuka Kalangan Ratna Kanda, panggung terbuka Kalangan Angsoka, wantilan, Gedung Ksirarnawa, maupun panggung terbuka Ardha Candra," ujar Sulastriani dalam keterangannya, Kamis (13/6/2019).
Selain jadwal, Sulastriani juga mengimbau wisatawan untuk datang lebih awal, setidaknya 15 menit sebelum acara dimulai. Sebab, lanjutnya, setiap pementasan di beberapa panggung terbuka selalu dipenuhi penonton.
"Karena pementasan kesenian sekitar 1,5 hingga 2 jam, maka penonton yang kerap datang ke PKB sudah paham betul dan ini terlihat juga diikuti oleh wisatawan asing dan domestik yang datang lebih awal," ujarnya.
Menurutnya, penginapan juga menjadi hal yang paling penting untuk bisa menikmati PKB dengan nyaman. Wisatawan yang memang datang ke Bali untuk menonton PKB pun dianjurkan menginap di hotel yang dekat dengan lokasi acara. Sebab acara berlokasi di tengah kota, yaitu di Jalan Nusa Indah, maka hotel yang strategis ada di Jalan Hayam Wuruk.
"Memang, hotel di Hayam Wuruk tidak ada hotel bintang 5 tapi sekelas hotel melati dan bintang 1 saja. Tapi hotel-hotel tersebut cukup laris oleh wisatawan karena di samping harganya terjangkau, tempatnya juga bersih, nyaman, dan berada di tengah kota. Kalau di kawasan Sanur pastilah banyak hotel dan villa yang mahal dan berkelas. Tinggal pilih saja mau yang mana," lanjutnya.
Terkait moda transportasi, Sulastriani juga mengatakan untuk memilih transportasi yang mudah dan nyaman untuk menjangkau lokasi. Transportasi menuju acara PKB memang tidak ada angkutan kota. Angkot hanya melintas di Jalan Hayam Wuruk untuk jurusan Pasar Kreneng-Sanur. Angkot akan melintasi ujung Jalan Nusa Indah yang berjarak 100 meter dari lokasi acara.
"Jika tidak mau naik angkutan kota, bisa naik ojek, travel hotel, atau menyewa mobil untuk lebih leluasa. Jika lebih irit lagi bisa menyewa sepeda motor dengan tarif hanya Rp 50.000-Rp 100.000," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar