Ingin bersantai di air terjun dengan suasana sejuk dan nyaman? Jika ke Bandung, tidak ada salahnya berkunjung Curug Tilu Leuwi Opat.
Bicara soal wisata air terjun, mungkin Curug Tilu Leuwi Opat bisa jadi rujukan bagi Anda yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Sesuai namanya, Curug Tilu Leuwi Opat merupakan perpaduan dari tiga air terjun dan empat aliran sungai. Objek wisata di Kawasan Bandung Utara ini juga cocok bagi penghobi trekking karena jalurnya yang menantang.
Ada dua pintu untuk masuk ke kawasan Curug Tilu, Anda bisa memilih lewat Ciwangun Indah Camp (CIC) atau melalui pintu Villa Istana Bunga di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Harga tiketnya pun hanya Rp 10 ribu perorang.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri saluran irigasi Sungai Cijanggel, kemudian dilanjutkan dengan melewati jembatan pintu air sebelum masuk kawasan hutan.
Sebaiknya Anda mempersiapkan fisik yang prima karena durasi tempuh menuju curug sekitar 30 menit dengan kontur trek yang menanjak. Belum lagi air yang bocor dari saluran pipa, membuat jalan menjadi licin.
Kendati begitu, suara kicauan burung dan riak suara air bakal mendampingi di sepanjang perjalanan. Trek yang diapit oleh hutan dengan pepohonan yang hijau dijamin bikin betah.
Di tengah perjalanan Anda akan meniti jembatan kayu yang dibawahnya terdapat aliran sungai. Titik ini biasanya digunakan wisatawan untuk berburu foto.
Rasa lelah sirna ketika dua curug pertama, Curug Golosor dan Curug Putri menyambut. Air Curug Putri berasal dari tebing setinggi kurang lebih 30 meter. Debitnya kecil, namun airnya jernih. Sementara Curug Golosor berada di sebelahnya dengan debit air yang tinggi.
Perjalanan belum usai, sekitar 40 meter ke depan Anda akan disuguhkan dengan Curug Tilu yang memiliki dua undakan. Ada kolam atau Leuwi Kacapi yang bisa digunakan untuk berendam karena airnya jernih.
Di sekitar lokasi Curug Tilu, ada dua warung yang menjajakan kopi atau mi instan. Warung ini hanya buka setiap hari libur saja.
Disarankan untuk berangkat pagi, karena bila terlalu sore kabut turun dan ada hewan liar. Untuk menjaga kelestariannya sebaiknya Anda membawa kantunf plastik untuk khusus sampah, pasalnya belum ada tempat sampah yang memadai di sana.
Ferry Bangkit (27), wisatawan asal Cimahi mengaku puas setelah datang ke Curug Tilu. "Terbayarlah, karena tempat wisatanya ada tiga enggak hanya satu," kata Ferry kepada detikcom.
Menjelajahi Langit Cantik Wonogiri, Siapa Mau?
Wonogiri disebut-sebut merupakan surga bagi pecinta wisata maupun olahraga dirgantara. Ini tempat seru buat main paralayang di sana.
Landasan pacu itu adalah Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri. Lokasinya berada di sisi barat laut Waduk Gajah Mungkur yang melegenda itu. Di sini pengunjung bisa merasakan sensasi bergantole maupun paralayang di atas waduk dan perbukitan hijau.
Jangan khawatir jika anda belum menguasai teknik gantole. Sebab pengelola menyediakan bantuan tenaga instruktur. Pengunjung diajari terbang dengan tandem bersama instruktur profesional.
Sangat mudah untuk bisa sampai di Bukit Joglo. Sebelum memasuki pintu utama obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, bakal terlihat gapura landasan pacu di sisi jalan. Masuk saja melalui gapura itu dan ikuti jalur itu sepanjang sekitar tiga kilometer hingga sampai ke lokasi.
Tapi ingat, pastikan kondisi kendaraan benar-benar prima serta kemampuan berkendara juga baik. Pasalnya jalan yang dilalui tidak datar melainkan menanjak dan berkelok cukup ekstrim.
Salah satu atlet gantole profesional, Wahyu Kendil, kepada detikcom, Jumat (12/7/2019), mengatakan untuk olahraga dirgantara, Wonogiri merupakan surga para atlet. Pasalnya lokasi yang dimiliki Wonogiri, yakni landasan pacu gantole di Puncak Joglo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, dia sebut memiliki karakter kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar